Walau Terdampak Covid-19 Pajak Hotel-Resto Tetap Tinggi, Bahkan Usul Dinaikkan saat P-APBD

TONGAS, Radar Bromo – Saat pandemi, hampir semua hotel dan restoran terkena dampak dan sepi pengunjung. Walau begitu, kondisi tersebut ternyata tidak membuat capaian realisasi pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pajak hotel dan restoran rendah. Sebab, Pemkab Probolinggo memanfaatkan beberapa hotel untuk dijadikan rumah pengawasan.

Hasilnya, realisasi capaian pajak hotel sekitar 94 persen dari target dan 60 persen capaian pajak restoran. Setelah terjadi pandemi, Pemkab Probolinggo menargetkan pajak hotel sekitar Rp 400 juta dan Rp 4 miliar untuk pajak restoran. Hingga akhir Juni kemarin, capaian pajak hotel sekitar Rp 360 juta dan realisasi pajak restoran sekitar Rp 2,2 miliar.

Kepala Badan Keuangan Daerah Kabupaten Probolinggo Dewi Korina melalui Kepala Bidang Pendapatan Priyo Siswoyo saat dikonfirmasi mengatakan, capaian realisasi pajak hotel dan restoran tergolong tinggi. Meski terdampak pandemi Covid-19, target PAD dari sektor pajak hotel dan restoran tercapai.

”Sampai sekarang realisasi pajak hotel sudah 94 persen dan pajak restoran 60 persen,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo kemarin.

Priyo menjelaskan, dalam APBD 2020, awalnya pajak hotel ditargetkan Rp 600 juta dan pajak restoran Rp 4,5 miliar. Karena terjadi wabah, pihaknya menurunkan target pajak hotel jadi Rp 400 juta dan pajak restoran menjadi Rp 4 miliar.

”Kami optimistis target pajak restoran akan tercapai karena di dalamnya ada potensi pajak katering atau makanan-minuman. Ternyata benar, realisasi pajak katering sekitar Rp 1,9 miliar,” terangnya.

Disinggung soal realisasi pajak hotel yang tinggi di tengah pandemi, Priyo mengaku, kebijakan menjadikan ruang isolasi atau rumah pengawasan di beberapa hotel itu juga sangat membantu. Selain menghidupkan pendapatan hotel, juga dari sektor pajaknya. Sebab, semua pasien yang dikarantina di rumah pengawasan ditanggung oleh pemerintah dan tetap dikenakan pajak.

”Ada sekitar 7 hotel yang sempat dijadikan rumah pengawasan pasien Covid-19. Selain ketujuh hotel itu, hampir tidak ada pemasukan pajak,” ungkapnya.

Tingginya realisasi capaian target pajak hotel, menjadi angin segar untuk mendongkrak PAD. Melalui pembahasan Perubahan APBD 2020, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo akan menaikkan kembali target PAD dari sektor pajak hotel menjadi Rp 600 juta.

Kabid Pendapatan di Badan Keuangan Daerah Kabupaten Probolinggo Priyo Siswoyo mengatakan, melihat perkembangan situasi di tengah pandemi Covid-19, realisasi PAD tetap menjadi perhatian serius. Awal terjadi bencana nonalam virus korona, pihaknya sempat pesimistis dengan target pajak hotel.

Dengan alasan terdampak pandemi Covid-19, pihaknya menurunkan target pajak hotel dari Rp 600 juta menjadi Rp 400 juta. Rupanya, meski terdampak pandemi Covid-19, realisasi capaian pajak hotel sangat tinggi. Yaitu, sekitar 94 persen dari target. ”Sampai sekarang, capaian realisasi pajak hotel sekitar Rp 360 juta lebih,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo kemarin.

Priyo menjelaskan, rencana untuk menaikkan kembali target pajak hotel bukan tanpa alasan. Melihat kondisi riil realisasi capaian pajak hotel sudah Rp 360 juta lebih. Selain itu, saat ini tahap persiapan memasuki new normal dan diperkirakan kegiatan aktivitas seperti semula. Sehingga, hotel-hotel di Kabupaten Probolinggo kembali dibuka dan menerima pengunjung.

”Nanti akan kami evaluasi dan usulkan target pajak hotel untuk dinaikkan menjadi Rp 600 juta. Tentunya, dengan waktu setengah tahun anggaran, optimistis bisa mencapai target itu,” terangnya. (mas/fun)