Pasar Hewan Bakal Dibuka Bila Penerapan Protokoler Kesehatan Berhasil

IMBAUAN KERAS: Pengendara motor melintas di pintu masuk Pasar Maron yang dipasangi peringatan wajib mengenakan masker. Ke depan, penerapan protokoler kesehatan juga akan dilakukan pada pasar hewan. (Foto: Achmad Arianto/Radar Bromo)

Related Post

KRAKSAAN, Radar Bromo – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Probolinggo mulai mengkaji rencana dibukanya kembali pasar hewan. Hal ini bisa dilakukan dengan mempertimbangkan penerapan protokoler kesehatan. Sama seperti yang saat ini dilaksanakan di pasar tradisional.

Kepala Disperindag Dwi Joko Nurjayadi menyebutkan bahwa rencana dibukannya kembali pasar hewan menunggu hasil dari pemberlakuan protokoler kesehatan. Dari upaya represif pada pembeli dan pedagang pasar, akan diambil kebijakan yang tepat untuk membuka dan mengaktifkan kembali pasar hewan.

“Kami akan kaji dulu, dari upaya represif kepada pembeli dan pedagang pasar tradisional hasilnya seperti apa. Jika baik, maka bisa diterapkan di pasar hewan,” ujarnya.

KERUMUNAN: Penjual kambing di Pasar Maron yang masih berkerumun dan sebagian tidak menerapkan protokol kesehatan. (Foto: Dok. Radar Bromo)

 

Menurutnya, tindakan represif untuk menekan penyebaran dan memutus mata rantai penyebaran pandemi Covid-19 perlu dilakukan. Mengingat tindakan preventif dengan memberikan imbauan, tidak dilaksanakan oleh pembeli dan pedagang pasar.

Berkaitan dengan pembukaan pasar hewan dengan menerapkan protokoler kesehatan, pihaknya pelum bisa memastikan kapan pelaksanaan akan dilakukan. Sebab, masih memerlukan koordinasi antara pengelola pasar hewan dengan pedagang dan pembeli.

“Kami lihat pedagang dan pembeli di pasar hewan banyak yang berasal dari luar Probolinggo, sehingga kesadaran untuk mematuhi aturan cukup rendah. Oleh karena itu, masih diperlukan koordinasi yang baik agar bisa dilaksanakan,” tandasnya.

Joko menambahkan, apabila pedagang dan pembeli pasar hewan mampu mengoondisikan dan mau melakukan protokoler kesehatan dengan tertib, akan menjadi salah satu bahan pertimbangan. Sehingga, pengajuan untuk dibukanya kembali pasar hewan dapat dilaksanakan.

“Kami akan mengusulkan pasar hewan dibuka kembali jika pedagang dan pembeli berani berkomitmen. Namun, akan kami kaji terlebih dahulu, setelah melihat pemberlakuan upaya protokoler kesehatan di pasar tradisional,” terangnya. (ar/fun)