Semprot Santri yang Baru Datang dari Pondok, Ada 10 yang Sakit Batuk-Flu

BUGUL KIDUL, Radar Bromo – Sebanyak 35 santri dari Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Jadid, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, Selasa (31/3) mendapatkan penyemprotan disinfektan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pasuruan di Terminal Untung Suropati, Kota Pasuruan. Ini, bertujuan untuk memastikan puluhan santri ini dalam kondisi sehat dan tidak mengalami gejala virus korona saat pulang ke rumahnya.

Penyemprotan ini dilakukan sekitar pukul 17.10. Satu per satu santri tersebut diminta untuk memasuki sebuah bilik disinfektan yang sudah disiapkan oleh petugas terminal dari Dinas Perhubungan (Dishub) Jatim. Hasilnya, puluhan santri ini dinyatakan tidak memiliki gejala virus korona.

Namun, hasil pemeriksaan 10 orang di antaranya dipantau karena mengidap penyakit batuk dan pilek. Usai menjalani pemeriksaan berupa pengukuran suhu tubuh dan penyemprotan oleh pihak dinkes, para santri ini pun langsung melanjutkan perjalanan untuk pulang ke rumahnya masing-masing dengan menggunakan satu bus pariwisata.

Kasi Dalops Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) pada Dishub Provinsi Jatim M Binsar Siregar mengungkapkan, giat ini dilakukan oleh tim gabungan dari Polsek dan Koramil Bugul Kidul, Dinkes Kota Pasuruan, dan Dishub Jatim. Setiap santri ini diminta untuk mencuci tangan dan disemprot disinfektan.

“Bilik disinfektan ini akan tetap di sini selama dibutuhkan. Jadi, setiap ada penumpang yang turun di sini atau mau baik bus dari sini harus melalui prosedur ini lebih dulu,” sebutnya.

Petugas medis, dr. Andini menjelaskan mayoritas santri dalam kondisi baik. Namun, ada 10 santri yang diketahui memiliki gejala flu dan batuk. Mereka ini akan dipantau secara berkala oleh petugas medis. Tujuannya, untuk memastikan mereka dalam kondisi baik dan tidak membawa virus korona.

“Ada 35 santri yang diperiksa. Rata-rata dalam kondisi baik. Cuma tadi ada 10 santri yang mengalami flu dan batuk. Mereka ini yang akan terus kami pantau kondisinya,” sebutnya. (riz/fun)