Proyek Jalan Nasional Ikut Terimbas, BBPJN Siapkan Siasat Ini

GENDING, Radar Bromo – Wabah virus korona yang belakangan meresahkan ternyata juga berdampak pada proyek jalan yang ditangani oleh pihak Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VIII PPK wilayah Probolinggo, Paiton, Situbondo. Wabah juga menyebabkan rencana pengerjaan proyek diundur. Proyek jalan yang seharusnya dimulai sejak Rabu (21/3), harus diundur dan akan dikerjakan pada Rabu pekan depan tepatnya di bulan April.

Menurut koordinator Pengawas BBPJN VIII PPK Probolinggo, Paiton, Situbondo Candra Erfin, molornya pengerjaan proyek jalan pada paket jalan Probolinggo, Paiton, Situbondo imbas dari virus korona. Sebab, pihaknya butuh persiapan dalam menyikapi dan mengantisipasi terpaparnya para pekerja terhadap virus tersebut. “Kami masih harus menyiapkan posko kontrol virus. Sehingga, memang masih belum ada pengerjaan paket jalan. Ini, sudah molor lebih satu minggu dari rencana pengerjaan,” ujarnya, Senin (30/3).

Posko kontrol virus ini nantinya akan melakukan kegiatan pengecekan setiap harinya terhadap para pekerja. Selain itu, posko itu juga akan menjadi tempat para pekerja untuk menggunakan hand sanitizer dan penyemprotan disinfektan. “Di wilayah kerja lain sudah ada poskonya semua. Tinggal wilayah kerja Probolinggo, Paiton, Situbondo yang masih belum ada,” ujarnya.

Selain itu, alasan adanya posko tersebut, kata Candra, karena mengingat adanya dua pekerja di Kementerian PU yang meninggal akibat terpapar korona, tepatnya masuk wilayah kerja Lampung dan Semarang. Hal tersebut membuat pihaknya melakukan kewaspadaan lebih menyikapi virus tersebut.

“Nanti akan terus ada pengerjaan dengan menerapkan protokoler dari Kementerian. Sehingga, apabila ada para pekerja kami sakit, maka harus diperiksa dulu, sesuai dengan rumah sakit yang telah bekerja sama dengan pihak kami,” ujarnya.

Candra menambahkan, selain karena virus korona, mundurnya pengerjaan ini juga disebabkan oleh lelang kontrak yang baru selesai beberapa waktu lalu. “Kontrak dengan kontraktor juga barus selesai beberapa waktu lalu. Disebabkan berkas secara administratif kontraktor ada yang kurang. Sehingga, persiapan pengerjaan juga diundur,” ujarnya. (mg1/fun)