Polisi Bakal Tetapkan Tersangka Lain soal Kasus Ijazah Palsu yang Menyeret Anggota Dewan

SUDAH NARAPIDANA: Abdul Kadir saat mengikuti sidang di PN Kraksaan beberapa waktu lalu. Saat ini statusnya sudah narapidana kasus pemalsuan ijazah saat ini kembali didalami kepolisian guna mencari tersangka lain. (Dok. Radar Bromo)

Related Post

PAJARAKAN, Radar Bromo – Satreskrim Polres Probolinggo terus melakukan penyidikan terhadap kasus ijazah palsu yang melibatkan anggota DPRD setempat, Abdul Kadir. Dalam waktu dekat, polisi akan menetapkan tersangka baru dalam kasus itu.

Hal itu diungkap Kasatreskrim Polres Probolinggo AKP Rizki Santoso. Menurutnya, pihaknya terus melakukan pengembangan terhadap kasus ijazah palsu. Meskipun Abdul Kadir selaku pengguna ijazah palsu sudah divonis, tetapi kasus tersebut terus dikembangkan.

“Kasus ini tidak hanya menyeret Kadir sebagai pengguna. Ini ada rentetannya. Dimana ada pengguna, maka ada pembuat,” katanya.

Selain pembuat, lanjut Rizki, dalam kasus ini ada perantara. Dari dialah yang menunjukkan Kadir untuk membuatnya. Karena itu, antara perantara dan pembuat, kini didalami pihaknya. “Kami akan berusaha untuk mengungkap rantai pembuatan ijazah ini,” jelasnya.

Berdasarkan keterangan di pengadilan, ada tiga orang yang telah mengaku membuat dan juga menjadi perantara. Berdasakan keterangan tersebut, maka pihaknya dalam waktu dekat akan menetapkan menjadi tersangka.

“Mereka yang akan kami tetapkan menjadi tersangka. Tunggu saja, sekarang penyelidikannya masih terus dilakukan untuk pengembangan kasus ini,” terangnya.

Kasus ini sendiri sempat digelar di Polda Jatim. Juga, sempat melakukan laboratorium ulang terhadap ijazah. Hasil labnya, ijazah itu untuk kertas asli. Tetapi, untuk data di dalamnya merupakan hasil salinan. Menurut Kasat, ijazah yang digunakan Kadir, merupakan ijazah milik orang lain. Tetapi, dihapus nama pemilik aslinya beserta data dirinya.

“Jadi, semuanya palsu kecuali kertasnya. Untuk isi di dalamnya itu salinan semua,” tandas Kasat Reskrim asal Surabaya itu.

Seperti diberitakan sebelumnya, Abdul Kadir diputus bersalah karena telah menggunakan ijazah palsu saat pencalonan sebagai anggota DPRD Kabupaten Probolinggo pada 2019. Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Kraksaan memvonisnya dengan hukuman penjara 1 tahun 4 bulan. (sid/fun)