alexametrics
26.7 C
Probolinggo
Thursday, 29 October 2020

Kepala SMKN 2 Probolinggo: Video Tawuran Tahun 2018 Digabung Foto Baru

KANIGARAN, Radar Bromo – SMKN 2 Kota Probolinggo akhirnya memberikan klarifikasi terkait viralnya video tawuran yang tersebar setelah Pentas Seni pada Kamis lalu (23/1). Video tawuran saat pentas seni itu memang benar adanya. Namun, kejadian di video itu disebutkan pada tahun 2018.

“Video tawuran itu memang betul kejadian di SMKN 2 saat Pentas Seni, tapi tahun 2018. Saat itu kami mengundang bintang tamu dari luar kota. Karena yang datang ini memang rata-rata siswa putra dan mereka terlalu semangat sampai akhirnya terjadi tawuran. Itu, kejadian 2018,” ujar Sunardi, kepala SMKN 2 Kota Probolinggo, kemarin (31/1).

Nah, video itu lantas di-upload di media sosial baru-baru ini. “Kemudian video tahun 2018 itu disertakan dengan foto kejadian tahun 2019 ketika ada siswa yang melakukan lempar kursi,” tambahnya.

Sunardi menjelaskan, untuk Pensi 2019, tidak ada tawuran. Hanya saja, di bagian pintu keluar GOR sempat ada insiden siswa melakukan lempar kursi. Aksi itu lantas difoto oleh siswa lain.

“Jadi, videonya tahun 2018 dan foto tahun 2019 itu digabung. Akhirnya viral. Saat Pentas seni tahun 2019, ada 3 polisi yang ikut berjaga saat itu dan kondisinya aman,” jelasnya.

Sebenarnya SMKN 2 disebutkan sudah mengantisipasi agar tidak terjadi lagi insiden tawuran saat pentas seni 2019. Salah satunya adalah tidak mengundang bintang tamu.

“Ternyata, ya masih ada aksi siswa lempat kursi itu. Kami paham memang pengunjung di GOR saat Pentas Seni ini sebagian besar siswa laki-laki,” jelasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, beberapa waktu lalu sempat viral video pentas seni SMKN 2 yang berujung tawuran. Kebetulan, beredarnya video tersebut terjadi setelah Pentas Seni 2019 yang dilaksanakan pada 23 Januari 2019.

Sehingga, sebagian orang mengira peristiwa tawuran dalam video tersebut terjadi pada Pentas seni 2019. (put/mie)

- Advertisement -
- Advertisement -

MOST READ

Siswi SDN di Kraksaan Lolos dari Penculikan, Ini Ciri-Ciri Pelaku

KRAKSAAN, Radar Bromo - Niat Cld, 13, berangkat sekolah, Rabu (12/2) pagi berubah menjadi kisah menegangkan. Siswi SDN Kandangjati Kulon 1, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo,...

Mau Ke Tretes, Muda-mudi Asal Gempol Tertabrak Truk Tangki di Candiwates, Penumpangnya Tewas

PRIGEN – Nasib sial dialami pasangan muda-mudi ini. Minggu siang (20/1) keduanya terlibat kecelakaan saat hendak menuju Tretes, Akibatnya, satu orang tewas dan satu...

Siswa MI di Pandaan Tewas Gantung Diri, Diduga usai Smartphonenya Disembunyikan Orang Tua

PANDAAN, Radar Bromo – Tragis nian cara AA, 11, mengakhiri hidupnya. Pelajar di Desa Banjarkejen, Kecamatan Pandaan ini, ditemukan tewas, Minggu (17/11) pagi. Dia...

Geger Mayat Wanita di Pantai Pasir Panjang-Lekok, Kondisinya Terikat Tali dan Dikaitkan Batu

LEKOK, Radar Bromo - Temuan mayat dengan kondisi terikat, kembali menggegerkan warga. Rabu (18/9) pagi, mayat perempuan tanpa identitas ditemukan mengapung di Pantai Pasir...

BERITA TERBARU

Ini Kata Misbakhun tentang UU Ciptaker, Disebut Justru Pro Rakyat

Anggota DPR RI dari Fraksi Golkar Mukhamad Misbakhun, menepis isu miring mengenai UU Cipta Kerja.

Dewan Sebut Pemilik Usaha yang Cemarkan Kaliputih Harus Disanksi

Komisi 3 DPRD Kabupaten Pasuruan, mendesak kasus ini terus diselidiki dan pemilih usaha harus disanksi tegas.

BSU Pekerja Gelombang 2 Pasuruan-Probolinggo Cair Mulai November

Pencairan gelombang pertama sudah dicairkan sebesar Rp 1,2 juta sejak pertengahan Agustus sampai Oktober ini.

Laporan Perusakan APK Belum Sempurna, Tim Punya Waktu Dua Hari

Syarat formil itu meliputi subyek pelapor, terlapor, waktu kejadian serta saksi-saksi.

Simpatisan Benahi APK Milik Gus Ipul-Mas Adi yang Dirusak

Sampai saat ini tim p[emenangan gus ipul-mas adi menerima laporan puluhan baliho