alexametrics
24C
Probolinggo
Saturday, 23 January 2021

Razia, 4 PSK dan 2 Pria Hidung Belang Terjaring saat Indehoi di Warkop

KRAKSAAN,Radar Bromo – Empat orang Pekerja Seks Komersial (PSK) dan dua pria hidung belang berhasil diamankan Satuan Sabhara Polres Probolinggo. Mereka diamankan saat petugas melakukan razia penyakit masyarakat (pekat), menjelang pelaksanaan malam pergantian tahun.

Razia tersebut dilakukan Senin (30/12) lalu sekitar pukul 23.20. Malam itu kepolisian memang sengaja menggelar razia. Bukan hanya untuk mengurangi penyakit masyarakat. Tetapi juga menjaga kondusivitas menjelang pergantian tahun.

Malam itu, petugas melakukan patroli. Beberapa saat kemudian, petugas mendapatkan informasi bahwa di Dusun Pancoran, Desa Banjarsawah, Kecamatan Tegalsiwalan, terdapat tempat prostitusi yang berkedok warung kopi. Mendapati informasi itu, lantas petutas langsung mendatangi lokasi.

KENA SANKSI: Keempat PSK dan dua pria hidung belang tersebut, akhirnya dikenai tipiring. (Foto Polres Probolinggo for Jawa Pos Radar Bromo)

 

“Sebelum ke lokasi, kami melakukan mengintai terlebih dulu. Setelah informasi itu dinyatakan kebenarannya, kami langsung menghubungi petugas yang lain dan melakukan penggerebekan,” kata AKP Riduan, Kasat Sabhara Polres Probolinggo.

Dari hasil penyelidikan tersebut, didapati dua orang PSK yang sedang menunggu pelanggannya. Sedangkan dua lainnya sedang asyik melayani pria hidung belang. Mereka yang terjaring langsung dibawa ke mapolres untuk diberikan pembinaan. “Kami amankan terlebih dulu untuk dilakukan pembinaan,” jelasnya.

Para PSK yang diamankan yaitu HL, 24, dan NF, 39, keduanya warga Lumajang, NT, 40, dan NR, 40, keduanya merupakan warga Probolinggo. Sedangkan untuk pria hidung belang, terbilang masih remaja dan muda. Mereka adalah MS, 19, dan SL, 24, sama-sama warga Probolinggo.

Atas perbuatannya tersebut, keenam orang itu dilakukan pembinaan di mapolres. Selain itu, juga dikenakan tindak pidana ringan (Tipiring). “Kami kenakan tipiring. Tujuannya agar mereka tidak lagi melakukan perbuatan yang dapat meresahkan masyarakat,” ungkapnya.

Hasil putusan tipiring yang dilakkukan PN Kraksaan yaitu keenam orang tersebut dinyatakan bersalah dan dikenakan bayar denda sebesar Rp 300 ribu dan kurungan penjara 3 hari. (sid/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU