Pura Luhur Poten Bromo Dipasang Pagar untuk Antisipasi Perusakan

SUKAPURA, Radar Bromo – Perusakan empat Padmasari (pura kecil) di Gua Widodaren, Wonokitri, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan, jadi perhatian suku Tengger di Sukapura. Selasa (31/12), pengurus dan petugas Pura Luhur Poten Bromo mengantisipasi kejadian serupa dengan memasang pagar di sekeliling pura.

Sudaryanto, pengurus Pura Luhur Poten Bromo bagian keamanan dan kebersihan mengatakan, tempat ibadah umat Hindu itu berada di tengah lautan Pasir Bromo. Belajar dari perusakan Padmasari di Gua Widodaren, pihaknya berusaha untuk lebih menjaga keamanan di pura.

”Untuk mengantisipasi dan mencegah perusakan tempat ibadah di Pura Luhur Poten Bromo, kami melakukan pemagaran di sekeliling pura,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo Selasa (31/12).

LINDUNGI: Pemasangan itu agar insiden perusakan padmasari di Gua Widodaren, Wonokitri, Tosari, tidak terjadi di lokasi ini. (Foto: Istimewa)

 

Menurutnya, pemasangan pagar dilakukan oleh pengurus dan petugas Pura. Ada sekitar 15 orang yang memasang pagar yang terbuat dari bambu tersebut.

Pagar itu dipasang dengan radius sekitar 500 meter dari Pura Luhur Poten Bromo. Dengan ketinggian pagar bambu sekitar 1,5 meter.

”Kami berharap, dengan adanya pagar keliling itu bisa mencegah adanya oknum yang memiliki niat tidak baik atau merusak,” harapnya.

Selain itu, dikatakan Sudaryanto, pemagaran pura dilakukan atas saran dan masukan dari pengunjung atau umat Hindu yang datang untuk beribadah. Sebab, selama ini banyak kendaraan yang masuk sampai tepat di depan pura. Padahal, umat Hindu yang datang untuk beribadah, harus jalan kaki.

”Kami mengharapkan kesadaran masyarakat atau wisatawan untuk lebih tertib. Mulai dari tidak merusak barang atau tempat ibadah. Termasuk tidak membawa kendaraan sampai mendekati pura,” imbaunya. (mas/hn/fun)