alexametrics
24.5 C
Probolinggo
Friday, 27 May 2022

Hukum Muntah saat Berpuasa

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Saya selalu muntah saat perjalanan mudik Lebaran. Apakah muntah termasuk hal yang tidak membatalkan puasa?

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

 

HAQQUL, Pasuruan

MUNTAH merupakan sebuah kondisi di mana isi perut mengeluarkan makanan lewat mulut. Kondisi ini bisa dikarenakan masalah kesehatan atau dilakukan secara sengaja.

Muntah saat menjalankan puasa merupakan perkara yang dapat membatalkan puasa. Tetapi, ada beberapa ketentuan yang bisa saja dalam kondisi tertentu, muntah tidak membatalkan puasa. Maka, penting untuk mengetahui mengenai kondisi muntah seperti apa yang bisa membatalkan puasa.

Muntah secara sengaja dapat membatalkan puasa. Jika seseorang muntah tanpa disengaja atau muntah secara tiba-tiba (ghalabah), puasanya tetap dihukumi sah selama tidak ada sedikit pun dari muntahannya yang tertelan kembali.

Jika muntahannya tertelan dengan sengaja, maka puasanya dihukumi batal. Bukan karena muntahnya, namun lebih ke menelan benda yaitu muntahan. Maka, jika dirasa muntahan sudah berada di mulut, hendaklah mengeluarkannya. Jangan menelannya kembali.

“Siapa saja yang muntah, maka ia tidak berkewajiban qada (puasa). Tetapi siapa saja yang sengaja muntah, maka ia berkewajiban qada (puasa),” H.R. Bukhari Muslim. Dari sini para ulama menarik simpulan, bahwa orang yang terlanjur muntah saat berpuasa, dapat meneruskan puasanya karena muntahnya tergolong tidak membatalkan.

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Saya selalu muntah saat perjalanan mudik Lebaran. Apakah muntah termasuk hal yang tidak membatalkan puasa?

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

 

HAQQUL, Pasuruan

MUNTAH merupakan sebuah kondisi di mana isi perut mengeluarkan makanan lewat mulut. Kondisi ini bisa dikarenakan masalah kesehatan atau dilakukan secara sengaja.

Muntah saat menjalankan puasa merupakan perkara yang dapat membatalkan puasa. Tetapi, ada beberapa ketentuan yang bisa saja dalam kondisi tertentu, muntah tidak membatalkan puasa. Maka, penting untuk mengetahui mengenai kondisi muntah seperti apa yang bisa membatalkan puasa.

Muntah secara sengaja dapat membatalkan puasa. Jika seseorang muntah tanpa disengaja atau muntah secara tiba-tiba (ghalabah), puasanya tetap dihukumi sah selama tidak ada sedikit pun dari muntahannya yang tertelan kembali.

Jika muntahannya tertelan dengan sengaja, maka puasanya dihukumi batal. Bukan karena muntahnya, namun lebih ke menelan benda yaitu muntahan. Maka, jika dirasa muntahan sudah berada di mulut, hendaklah mengeluarkannya. Jangan menelannya kembali.

“Siapa saja yang muntah, maka ia tidak berkewajiban qada (puasa). Tetapi siapa saja yang sengaja muntah, maka ia berkewajiban qada (puasa),” H.R. Bukhari Muslim. Dari sini para ulama menarik simpulan, bahwa orang yang terlanjur muntah saat berpuasa, dapat meneruskan puasanya karena muntahnya tergolong tidak membatalkan.

MOST READ

BERITA TERBARU

/