alexametrics
25.4 C
Probolinggo
Tuesday, 5 July 2022

Bagaimana Hukumnya Ngerasani di Grup WA?

“’Ghibah itu lebih berat dari zina.’”Seorang sahabat bertanya, ‘Bagaimana bisa?’ Rasulullah SAW menjelaskan, ‘Seorang laki-laki yang berzina lalu bertobat, maka Allah bisa langsung menerima tobatnya. Namun pelaku ghibah tidak akan diampuni sampai dimaafkan oleh orang yang dighibahnya,’” (HR At-Thabrani).

Ghibah di bulan Ramadan memang tidak membatalkan puasa. Namun perbuatan tersebut bisa berakibat dicabutnya pahala puasa itu sendiri.

Terdapat beberapa cara untuk menghindari ghibah di dunia online, di antaranya sebagai berikut. Pertama, memperbanyak ilmu agama, dengan mengikuti kajian, membaca Alquran sehingga waktu kita lebih banyak untuk kebaikan. Kedua, diam atau tidak menanggapi terhadap komentar2 yang menjerumus ke ghibah. Salah satu cara menghindari berghibah yaitu diam atau tidak berkomentar. Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir maka hendaklah ia berkata baik atau hendaklah ia diam.” (Muttafaq ‘alaih: Al-Bukhari, no. 6018; Muslim, no.47).

Ketiga, menasihati pelaku yang membagikan (share, Red) atau mengajak ghibah untuk menyudahinya.

“Barangsiapa di antara kalian melihat kemungkaran, rubahlah dengan tangannya. Jika dia tidak mampu, rubahlah dengan lidahnya. Jika dia tidak mampu, ubahlah dengan hatinya. Dan itulah selemah-lemah iman” (HR Muslim 70).

Mudah-mudahan, berkat uraian ini, kita semakin waspada terhadap segala bentuk perbuatan yang dapat menghapus amal kita, termasuk perbuatan ghibah. Wallahu a’lam bissowab. (*)

 

Diasuh oleh: H. Abdullah Nasih Nasor, Ketua Baznas Kabupaten Pasuruan, Wakil Ketua PCNU Kab Pasuruan Ketua Yayasan Ponpes Bustanul Mutaallimin Karangpandan Rejoso.

“’Ghibah itu lebih berat dari zina.’”Seorang sahabat bertanya, ‘Bagaimana bisa?’ Rasulullah SAW menjelaskan, ‘Seorang laki-laki yang berzina lalu bertobat, maka Allah bisa langsung menerima tobatnya. Namun pelaku ghibah tidak akan diampuni sampai dimaafkan oleh orang yang dighibahnya,’” (HR At-Thabrani).

Ghibah di bulan Ramadan memang tidak membatalkan puasa. Namun perbuatan tersebut bisa berakibat dicabutnya pahala puasa itu sendiri.

Terdapat beberapa cara untuk menghindari ghibah di dunia online, di antaranya sebagai berikut. Pertama, memperbanyak ilmu agama, dengan mengikuti kajian, membaca Alquran sehingga waktu kita lebih banyak untuk kebaikan. Kedua, diam atau tidak menanggapi terhadap komentar2 yang menjerumus ke ghibah. Salah satu cara menghindari berghibah yaitu diam atau tidak berkomentar. Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir maka hendaklah ia berkata baik atau hendaklah ia diam.” (Muttafaq ‘alaih: Al-Bukhari, no. 6018; Muslim, no.47).

Ketiga, menasihati pelaku yang membagikan (share, Red) atau mengajak ghibah untuk menyudahinya.

“Barangsiapa di antara kalian melihat kemungkaran, rubahlah dengan tangannya. Jika dia tidak mampu, rubahlah dengan lidahnya. Jika dia tidak mampu, ubahlah dengan hatinya. Dan itulah selemah-lemah iman” (HR Muslim 70).

Mudah-mudahan, berkat uraian ini, kita semakin waspada terhadap segala bentuk perbuatan yang dapat menghapus amal kita, termasuk perbuatan ghibah. Wallahu a’lam bissowab. (*)

 

Diasuh oleh: H. Abdullah Nasih Nasor, Ketua Baznas Kabupaten Pasuruan, Wakil Ketua PCNU Kab Pasuruan Ketua Yayasan Ponpes Bustanul Mutaallimin Karangpandan Rejoso.

MOST READ

BERITA TERBARU

/