alexametrics
25.8 C
Probolinggo
Friday, 27 May 2022

Bagaimana Hukumnya Ngerasani di Grup WA?

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Bagaimana hukum ngerasani di group WhatsApp di siang hari saat puasa?

AKBAR, Purutrejo, Pasuruan

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.


NGERASANI atau dalam bahasa Arabnya ghibah, adalah menyebutkan keburukan atau aib orang lain. Seandainya ia mendengarkan atau mengetahui dia merasa tersinggung. Walaupun itu sebuah kenyataan, misalkan ada orang yang berkulit hitam kemudian kita rasani dengan si hitam. Taisurul kholaq bab ghibah.

Dalam hal ini apapun medianya selama ada perbincangan tentang keburukan atau aib orang lain dan dia tersinggung ketika mendengarnya, maka sudah termasuk kategori mengghibah. Berbeda ketika berbincang tetang orang lain dalam hal kebaikannya maka tidak termasuk ghibah.

Ghibah di era modern mempunyai fasilitas yang super canggih. Kita bisa ghibah di manapun dan kapanpun, bisa lewat facebook, instagram, bahkan yang lebih populer dengan grup WhatsApp ini adalah dosa yang terkoordinir yang mungkin saat ini kita anggap enteng dan tidak merasa dosa.

Alangkah patutnya kita menelaah kembali mengenai ayat-ayat Alquran atau hadist-hadist nabi yang mengancam bagi orang-orang yang gemar mengghibah di antaranya. Orang yang mengghibah diandaikan memakan daging saudaranya di surat al hujarat ayat 12

“Adakah seorang di antara kalian yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya,” (Surat Al-Hujurat ayat 12).

Hadist nabi yang mengatakan ghibah dosanya lebih besar ketimbang zina.

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Bagaimana hukum ngerasani di group WhatsApp di siang hari saat puasa?

AKBAR, Purutrejo, Pasuruan

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.


NGERASANI atau dalam bahasa Arabnya ghibah, adalah menyebutkan keburukan atau aib orang lain. Seandainya ia mendengarkan atau mengetahui dia merasa tersinggung. Walaupun itu sebuah kenyataan, misalkan ada orang yang berkulit hitam kemudian kita rasani dengan si hitam. Taisurul kholaq bab ghibah.

Dalam hal ini apapun medianya selama ada perbincangan tentang keburukan atau aib orang lain dan dia tersinggung ketika mendengarnya, maka sudah termasuk kategori mengghibah. Berbeda ketika berbincang tetang orang lain dalam hal kebaikannya maka tidak termasuk ghibah.

Ghibah di era modern mempunyai fasilitas yang super canggih. Kita bisa ghibah di manapun dan kapanpun, bisa lewat facebook, instagram, bahkan yang lebih populer dengan grup WhatsApp ini adalah dosa yang terkoordinir yang mungkin saat ini kita anggap enteng dan tidak merasa dosa.

Alangkah patutnya kita menelaah kembali mengenai ayat-ayat Alquran atau hadist-hadist nabi yang mengancam bagi orang-orang yang gemar mengghibah di antaranya. Orang yang mengghibah diandaikan memakan daging saudaranya di surat al hujarat ayat 12

“Adakah seorang di antara kalian yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya,” (Surat Al-Hujurat ayat 12).

Hadist nabi yang mengatakan ghibah dosanya lebih besar ketimbang zina.

MOST READ

BERITA TERBARU

/