alexametrics
24.9 C
Probolinggo
Tuesday, 17 May 2022

Apa Hukumnya Bila Tidak Puasa karena Pekerjaan?

Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Saya punya saudara bekerja sebagai kuli bangunan. Setiap Ramadan, selalu dalam posisi sulit. Kalau berpuasa, tidak bisa beraktivitas dan tidak mendapat penghasilan. Kalau tidak berpuasa, ia merasa beban karena melanggar perintah agama. Mohon penjelasannya. Terima kasih.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

RIDWAN, Pasuruan


PUASA merupakan perintah agama yang wajib dilaksamakan. Mencari nafkah juga perintah agama yang tak kalah wajib. Kewajiban puasa sejatinya tidak bermaksud menghalangi manusia untuk mencari nafkah, sehingga kedua kewajiban agama ini bisa dikompromikan dilakukan secara bersama.

Tetapi, adakalanya aktivitas mencari nafkah membutuhkan tenaga besar dan kondisi fisik yang ekstra. Karenanya, ada beberapa pekerjaan tertentu, lantaran puasa mengurangi tenaga yang diperlukan. Sehingga mau tidak mau akan ada dua pilihan. Yang menjadi dilemanya lagi ketika memilih opsi meninggalkan puasa, kemungkinan kecil untuk bisa mengganti puasa pada bulan yang lain lantaran berada dalam keadaan yang sama.

Dilema semacam ini bukan kejadian yang baru, tetapi sudah terjadi dari tahun ke tahun sejak kewajiban puasa itu sendiri diperintahkan. Sehingga para ulama menyikapinya dan ditulisakan di berbagai kitab fikih. Di antaranya dalam kitab Buhyah alMustarsyidiin halaman 234. Boleh bagi pekerja berat untuk membatalkan puasanya dengan catatan bila memenuhi 6 persyaratan.

  1. 1. Pekerjaannya harus dilaksanakan di bulan itu tidak bisa diundur hingga bulan Syawal.
  2. Ada halangan untuk dikerjakan pada malam hari.
  3. Terjadi kesulitan yang luar biasa menurut kebiasaan manusia bila menjalani.
  4. Pada malam hari tetap niat, di pagi hari tetap puasa, baru setelah benar-benar tidak kuat boleh berbuka.
  5. Saat berbuka diniati mencari keringanan hukuman.
  6. Tidak boleh menyalahgunakan keringanan dalam arti pekerjaannya dijadikan tujuan atau membebani diri di luar batas kemampuan agar dapat keringanan berbuka puasa.

Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Saya punya saudara bekerja sebagai kuli bangunan. Setiap Ramadan, selalu dalam posisi sulit. Kalau berpuasa, tidak bisa beraktivitas dan tidak mendapat penghasilan. Kalau tidak berpuasa, ia merasa beban karena melanggar perintah agama. Mohon penjelasannya. Terima kasih.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

RIDWAN, Pasuruan


PUASA merupakan perintah agama yang wajib dilaksamakan. Mencari nafkah juga perintah agama yang tak kalah wajib. Kewajiban puasa sejatinya tidak bermaksud menghalangi manusia untuk mencari nafkah, sehingga kedua kewajiban agama ini bisa dikompromikan dilakukan secara bersama.

Tetapi, adakalanya aktivitas mencari nafkah membutuhkan tenaga besar dan kondisi fisik yang ekstra. Karenanya, ada beberapa pekerjaan tertentu, lantaran puasa mengurangi tenaga yang diperlukan. Sehingga mau tidak mau akan ada dua pilihan. Yang menjadi dilemanya lagi ketika memilih opsi meninggalkan puasa, kemungkinan kecil untuk bisa mengganti puasa pada bulan yang lain lantaran berada dalam keadaan yang sama.

Dilema semacam ini bukan kejadian yang baru, tetapi sudah terjadi dari tahun ke tahun sejak kewajiban puasa itu sendiri diperintahkan. Sehingga para ulama menyikapinya dan ditulisakan di berbagai kitab fikih. Di antaranya dalam kitab Buhyah alMustarsyidiin halaman 234. Boleh bagi pekerja berat untuk membatalkan puasanya dengan catatan bila memenuhi 6 persyaratan.

  1. 1. Pekerjaannya harus dilaksanakan di bulan itu tidak bisa diundur hingga bulan Syawal.
  2. Ada halangan untuk dikerjakan pada malam hari.
  3. Terjadi kesulitan yang luar biasa menurut kebiasaan manusia bila menjalani.
  4. Pada malam hari tetap niat, di pagi hari tetap puasa, baru setelah benar-benar tidak kuat boleh berbuka.
  5. Saat berbuka diniati mencari keringanan hukuman.
  6. Tidak boleh menyalahgunakan keringanan dalam arti pekerjaannya dijadikan tujuan atau membebani diri di luar batas kemampuan agar dapat keringanan berbuka puasa.

MOST READ

BERITA TERBARU

/