Kena 7 Tahun, Pembunuh Waria Bos Katering Menerima, JPU Pikir-Pikir

Kena 7 Tahun, Pembunuh Waria Bos Katering Menerima, JPU Pikir-Pikir

BANGIL – ETF, remaja 17 tahun yang jadi pembunuh Slamet Pujianto alias Metty, 44 bisa sedikit bernapas lega. Sebab, majelis hakim mengabulkan sebagian permohonan yang diajukan dalam pleidoinya untuk memberikan keringanan hukuman kepadanya. ETF yang nekat menghabisi bos katering karena merasa imbalan kencannya minim, “hanya” divonis hukuman 7 tahun penjara. Vonis itu lebih rendah setahun dari yang diajukan jaksa penuntut umum (JPU). Usai putusan dibacakan, majelis haim yang diketuai Aswin nampak memberikan kesempatan pada ETF…

Selengkapnya...

Berondong Bayaran Pembunuh Waria Bos Katering Divonis Ringan

Berondong Bayaran Pembunuh Waria Bos Katering Divonis Ringan

BANGIL – Sidang pembunuhan terhadap Slamet Pujianto, 44 alias Metty, warga Arjosari, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan mencapai klimaksnya. Senin sore (29/10), majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Bangil menjatuhkan vonis pada ETF, remaja 17 tahun asal Winongan yang menghabisinya. ETF divonis bersalah. Majelis hakim pun menjatuhi hukuman 7 tahun penjara pada ETF. Vonis yang lebih ringan setahun dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU). Sidang vonis itu digelar tak seperti biasanya. Sebelumnya, sidang selalu digelar tertutup. Menurut…

Selengkapnya...

Pembunuh Waria Minta Hukuman Diperingan, Ingin Kembali Sekolah

Pembunuh Waria Minta Hukuman Diperingan, Ingin Kembali Sekolah

BANGIL – Tuntutan delapan tahun penjara terhadap ETF, 17, remaja yang membunuh Slamet Pujianto alias Metty, 44, warga Desa Arjosari, Kecamatan Rejoso, dianggap penasihat hukum (PH) terdakwa terlalu berat. PH terdakwa pun meminta hukuman itu diperingan. Hal itu disampaikan Wiwik Tri Haryati, PH terdakwa ETF saat membacakan pleidoi. Pleidoi itu sendiri dibacakan usai pembacaan tuntutan dalam sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Aswin. Menurut Wiwik Tri Haryati, tuntutan itu dipandang terlalu berat. Mengingat, ETF masih…

Selengkapnya...

Remaja Pembunuh Waria Bos Katering Dituntut 8 Tahun Penjara

Remaja Pembunuh Waria Bos Katering Dituntut 8 Tahun Penjara

BANGIL-Sidang pembunuhan Slamet Pujianto alias Metty, 44, waria asal Desa Arjosari, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan, masuk tuntutan, Selasa (9/10). ETF, terdakwa tunggal dalam kasus itu terancam mendekam lama di penjara. Itu setelah remaja 17 tahun asal Mendalan, Kecamatan Winongan itu, dituntut hukuman 8 tahun penjara oleh JPU Kejari Kabupaten Pasuruan. Aksi itu bahkan disebut-sebut telah direncanakan oleh terdakwa. Hal inilah, yang membuat JPU Kejari Kabupaten Pasuruan, Andik Hamsah menjerat pasal pembunuhan berencana terhadap ETF. “Kami…

Selengkapnya...

Pembunuh Waria Bos Katering Didakwa Pembunuhan Berencana

Pembunuh Waria Bos Katering Didakwa Pembunuhan Berencana

BANGIL – Kasus pembunuhan bos katering, Slamet Pujianto alias Metty, 44, warga Arjosari, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan, mulai disidang. Kamis (18/10), ETF, 17, yang jadi tersangka pembunuh, didudukkan di kursi pesakitan PN Bangil. Sidang yang dilangsungkan sekitar pukul 12.30 itu berjalan tertutup. Hanya keluarga dan saksi yang diperkenankan masuk. Awak media yang hendak meliput, tidak diperkenankan mengikuti jalannya sidang. Sidang sendiri dipimpin Ketua Majelis Hakim PN Bangil Aswin. Dalam sidang kemarin (18/10), ETF dihadirkan untuk…

Selengkapnya...

Pembunuhan Waria Bos Katering, Tak Ada Barang Korban yang Hilang

Pembunuhan Waria Bos Katering, Tak Ada Barang Korban yang Hilang

REJOSO-Kasus pembunuhan kepada Slamet Pujianto alias Metty, 44, warga Desa Arjosari, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan sejauh ini masih misteri. Polisi belum menetapkan tersangka dalam kasus itu. Motif dugaan pembunuhan itu juga masih terus didalami. Saat ini, penyidik Satreskrim Polres Pasuruan Kota terus memeriksa sejumlah saksi. “Hari ini (Kamis), kami panggil 4 hingga 5 orang. Sebagian memang orang baru yang kami jadikan saksi. Namun, ada yang kami panggil ulang untuk didalami keterangannya,” ujar AKP Slamet Santoso….

Selengkapnya...

Pembunuhan Waria Bos Katering, Polisi Temukan Pisau di Lokasi

Pembunuhan Waria Bos Katering, Polisi Temukan Pisau di Lokasi

PASURUAN-Polisi terus menyelidiki kasus pembunuhan pada Slamet Pujianto alias Metty, 44, warga Desa Arjosari, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan. Terbaru, polisi mengungkapkan temuan pisau di sekitar tubuh korban. Meski demikian, belum dipastikan apakah pisau itu ada kaitannya dengan peristiwa tersebut. Kasat Reskrim Polres Pasuruan Kota AKP Slamet Santoso mengatakan, saat olah tempat kejadian perkara (TKP), pihaknya menemukan pisau dapur di lantai. Letaknya tak begitu jauh dari jasad korban, yakni sekitar 1 meter. “Kami belum memastikan, apakah…

Selengkapnya...

Waria Bos Katering Diduga Tewas Sehari sebelum Jenazahnya Ditemukan

Waria Bos Katering Diduga Tewas Sehari sebelum Jenazahnya Ditemukan

REJOSO– Slamet Pujianto alias Metty, 44 yang ditemukan tewas bersimbah darah di rumah kontrakannya di Dusun Klengoan, Desa Arjosari, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan, diperkirakan tewas dibunuh beberapa jam, sebelum jenazahnya ditemukan. Sebab, saat warga menemukan jenazahnya pertama kali, aromanya sudah mengeluarkan bau tak sedap. Kasat Reskrim Polres Pasuruan Kota, AKP Slamet Santoso menjelaskan, pihaknya terus melakukan penyelidikan. Ia memperkirakan, jenazah korban yang ditemukan Rabu pagi (26/9) itu sudah tewas beberapa jam sebelumnya. “Kepastiannya tetap menunggu…

Selengkapnya...

Bos Katering Tewas Luka Tusuk Seorang Waria, Polisi Dalami Pembunuhan

Bos Katering Tewas Luka Tusuk Seorang Waria, Polisi Dalami Pembunuhan

REJOSO–Slamet Pujianto 44, yang ditemukan tewas bersimbah darah di rumah kontrakannya Dusun Klengoan, Desa Arjosari, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan, merupakan seorang transgender alias waria. Selama ini, Slamet juga dikenal dengan panggilan Metty. Nama Metty itu juga dimanfaatkan untuk memberi nama kateringnya. Yakni Metty’s katering. Selain Slamet, sejumlah karyawannya juga beberapa diantaranya waria. Saat kali pertama ditemukan, kondisi Slamet aliat Metty cukup mengenaskan. Ia telentang dengan tangan kirinya menutup kepala. Jasadnya berada di tengah pintu kamar…

Selengkapnya...