Tersisa Rehab 22 Rehab RTLH di Kabupaten Pasuruan

Tersisa Rehab 22 Rehab RTLH di Kabupaten Pasuruan

BANGIL, Radar Bromo – Puluhan rumah warga yang mendapat bantuan rehab dari pemerintah daerah, belum rampung sepenuhnya. Dana swadaya yang habis, menjadi salah satu kendala yang menghambat proses pengerjaan rumah tidak layak huni (RTLH) tersebut. Menurut Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Pasuruan Hari Aprianto, sebanyak 1.890 unit rumah bakal dibenahi melalui APBD induk tahun ini. Dari jumlah itu, sebagian besar sudah rampung dikerjakan. Hanya menyisakan beberapa rumah yang masih dalam proses pelaksanaan. “Hampir…

Selengkapnya...

Butuh 22 Tahun untuk Entaskan RTLH di Kabupaten Probolinggo

Butuh 22 Tahun untuk Entaskan RTLH di Kabupaten Probolinggo

KRAKSAAN – Pemkab Probolinggo memiliki pekerjaan berat terkait rumah tidak layak huni (RTLH). Sebab, sejauh ini jumlah RTLH di Kabupaten Probolinggo masih tersisa sekitar 44 ribu unit. Sedangkan setiap tahun hanya bisa memperbaiki sekitar 2.000 RLTH. Tahun ini melalui APBD 2019 dialokasikan anggaran untuk merehab 550 RTLH. Anggaran ini melekat di Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim). Ditambah anggaran dari desa yang diharapkan bisa memperbaiki 1.500 RTLH. Dari data yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, pada…

Selengkapnya...

Proyek Rehab RTLH di Kab Pasuruan Diancang-ancang April

Proyek Rehab RTLH di Kab Pasuruan Diancang-ancang April

BANGIL – Larangan penggunaan anggaran infrastruktur desa, tak akan berpengaruh terhadap rehab Rumah Tak Layak Huni (RTLH) di Kabupaten Pasuruan. Buktinya, rencana bedah rumah terus diproses oleh Pemkab Pasuruan. Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Pasuruan Misbah Zunib mengungkapkan, bedah rumah tak layak huni di Kabupaten Pasuruan bakal tetap dijalankan. Penganggarannya, menurutnya, tidak hanya mengandalkan APBD 2019. Karena Kabupaten Pasuruan juga mendapat sokongan dari pemerintah pusat melalui DAK 2019. Ia merincikan, dalam APBD 2019,…

Selengkapnya...

Lagi, Warga Keluhkan Bantuan RTLH, Ini Penyebabnya

Lagi, Warga Keluhkan Bantuan RTLH, Ini Penyebabnya

MAYANGAN – Keluhan terhadap realisasi pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kota Probolinggo, kembali muncul. Setelah di Kelurahan Pilang dan Ketapang, Kecamatan Kademangan, kini giliran warga Kelurahan Jati, Kecamatan Mayangan, yang mengeluh. Mereka menilai penggarapannya tidak maksimal. Serta, pengadaan bahan bangunan disinyalir tidak sesuai dengan anggaran, Rp 15 juta. Salah satunya diungkapkan seorang penerima bantuan, Nina, 34, warga Kelurahan Jati. Menurutnya, dalam proses pengerjaan, termasuk dana yang diterima tidak transparan. Bahkan, tukangnya seakan seenaknya,…

Selengkapnya...

Dinilai Asal-asalan, Polresta Probolinggo Usut Proyek RTLH

Dinilai Asal-asalan, Polresta Probolinggo Usut Proyek RTLH

KADEMANGAN– Polres Probolinggo Kota (Polresta) akan mengusut proyek pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kota Probolinggo. Sebab, proyek yang didanai Rp 15 juta setiap rumah tersebut, dinilai tak sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB). Kepastian itu diungkapkan Kapolres Probolinggo Kota, AKBP Alfian Nurrizal, Kamis (29/11) siang. Menurutnya, saat ini pihaknya masih mengumpulkan keterangan tentang pembangunan dua RTLH. Yaitu, di Kelurahan Ketapang dan Pilang, Kecamatan Kademangan. Jika alat bukti yang dibutuhkan cukup, nanti pihaknya akan melanjutkan…

Selengkapnya...

Polemik Proyek RTLH Kota Probolinggo, Dewan Bakal Gelar RDP

Polemik Proyek RTLH Kota Probolinggo, Dewan Bakal Gelar RDP

PROBOLINGGO – Komisi III DPRD Kota Probolinggo akan menggelar rapat dengar pendapat (RDP) menyikapi hiruk-pikuk proyek RTLH. Tujuannya, untuk mengetahui kejelasan dari program RTLH itu. Penegasan ini disampaikan Agus Riyanto, ketua Komisi III DPRD setempat. “Kami akan gelar rapat dengar pendapat. Tapi belum tahu kapan. Yang jelas kami segerakan,” katanya. Politisi PDIP ini menyatakan, rapat dengar pendapat digelar untuk mengatahui kejelasan dari program RTLH tersebut. Sebab, di lapangan terjadi perbedaan. Agus mendapat informasi dari Dinas…

Selengkapnya...

Proyek RTLH di Pilang Kembali Digarap, di Ketapang Atap Masih Separo

Proyek RTLH di Pilang Kembali Digarap, di Ketapang Atap Masih Separo

KADEMANGAN–Setelah ditinggal tanpa dipasang daun pintu dan jendela, akhirnya program pembangunan rumah  tidak layak huni (RTLH) milik pasutri Sunardi, 62 dan Rumiyati, 59, dilanjutkan. Rabu (14/11) pagi, pelaksana proyek datang untuk menuntaskan pembangunan di rumah yang terletak di RT 1/RW 1, Kelurahan Pilang, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, itu. Rumiyati menyebut, pelaksana proyek datang dan membawa daun pintu. Namun, belum dipasang. Sementara daun jendela, belum ada. “Daun pintunya sudah ada, yang belum daun cendelanya. Itu belum…

Selengkapnya...