Lahan Perkebunan Mendominasi di Kab Probolinggo, Selebihnya Pertanian

Lahan Perkebunan Mendominasi di Kab Probolinggo, Selebihnya Pertanian

DRINGU, Radar Bromo–  Jenis penggunaan lahan di Kabupaten probolinggo ternyata didominasi oleh lahan perkebunan atau tegal. Terhitung dari jumlah penggunaan lahan tahun lalu dari total luas 161.428 hektare, jumlah lahan perkebunan mencapai 46.794 hektare. Sisanya penggunaan lahan digunakan menjadi pertanian dan sawah. Lahan perkebunan itu masuk pada penggunaan lahan pertanian bukan sawah yang memiliki  luas 103.627 hektare. Rinciannya, lahan tegal atau kebun dengan luas 45.565 hektare: ladang atau huma memiliki luas 6,344 hektare; dan lahan …

Selengkapnya...

Sawah Irigasi di Kab Probolinggo Mendominasi Daripada sawah Tadah Hujan

Sawah Irigasi di Kab Probolinggo Mendominasi Daripada sawah Tadah Hujan

DRINGU, Radar Bromo – Tahun lalu Kabupaten Probolinggo memiliki 37,271 hektare lahan sawah. Jumlah lahan itu didominasi lahan sawah irigasi yang tersebar di wilayah Kabupaten Probolinggo. Sementara lahan sawah tadah hujan hanya 2,730 hektare. Menurut Murfi Anggoro, kasubag Perencanaan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Probolinggo, sistem pertanian dengan cara irigasi memang sangat banyak digunakan petani Kabupaten Probolinggo. Sebab, ada beberapa kawasan yang mudah dialiri air. “Sungai yang ada di Kabupaten Probolinggo kan memang…

Selengkapnya...

Jaga Lahan Produktif Pertanian untuk Lindungi Pertanian Beralih Fungsi

Jaga Lahan Produktif Pertanian untuk Lindungi Pertanian Beralih Fungsi

DRINGU, Radar Bromo – Lahan produktif milik petani di Kabupaten Probolinggo saat ini sudah mulai ada yang beralih fungsi. Hal itu ditanggapi Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Probolinggo, pengalihan itu ada sebelum ada peraturan daerah Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B). Kepala Dinas DKPP Nanang Trijoko Suhartono mengatakan, lahan produktif yang beralih fungsi itu terjadi sebelum ada Peraturan Daerah (Perda) Nomor 10 Tahun 2019 yang bertujuan untuk menjaga lahan produktif. “Kalau ada lahan produktif…

Selengkapnya...

Lahan Sawah Rawan Kena Penyakit dan Organisme Pengganggu Tanaman

Lahan Sawah Rawan Kena Penyakit dan Organisme Pengganggu Tanaman

DRINGU, Radar Bromo – Para Petani di Kabupaten Probolinggo lebih waspada saat musim hujan. Pasalnya, pada musim hujan, tanaman pangan seperti padi, kentang, tebu, kedelai, milik petani lebih rentan terkena penyakit. Di antaranya penyakit bercak daun disebabkan oleh serangan jamur Helmintosporium oryzae, penyakit busuk pelepah daun disebabkan oleh serangan jamur Rhizoctonia sp, penyakit hawar daun disebabkan bakteri Xanthomonas campestris pv oryzae. Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Probolinggo Nanang Trijoko Suhartono mengatakan, selain…

Selengkapnya...

Aturan Baru soal Pupuk Subsidi Bingungkan Petani di Kab Probolinggo

Aturan Baru soal Pupuk Subsidi Bingungkan Petani di Kab Probolinggo

BESUK, Radar Bromo – Berubahnya aturan mengenai penjualan pupuk bersubsidi membuat banyak petani bingung. Bahkan, mereka menganggap pupuk bersubsidi langka. Masih banyak petani yang belum mengetahui bahwa untuk mendapatkan pupuk subsidi, mereka harus terdata di Elektronic Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK). Alhasil, banyak petani yang tak terdata dan tak bisa mendapatkan pupuk bersubsidi. Seperti yang diungkapkan Didik, salah seorang petani di Desa/Kecamatan Besuk. Menurutnya, beberapa hari terakhir ini banyak petani termasuk dirinya, merasa kesulitan untuk…

Selengkapnya...

Selain Sulit Didapat, Pupuk di Kab Probolinggo Juga Mahal

Selain Sulit Didapat, Pupuk di Kab Probolinggo Juga Mahal

GENDING, Radar Bromo – Petani di Kabupaten Probolinggo kini tak hanya kesulitan untuk mencari pupuk bersubsidi. Belakangan ini saat musim tanam di awal musim hujan, petani juga harus menghadapi mahalnya harga pupuk yang ada di pasaran. Terutama pupuk non-subsidi. Naiknya harga pupuk itu diakui Suyanto, 45, salah satu petani padi asal Kecamatan Gending. Dia mengatakan, harga di tiap jenis pupuk berkisar Rp 4 ribu sampai Rp 10 ribu per kilogram. Sehingga, banyak petani mengeluh sebab…

Selengkapnya...

Petani Harus Terdata di E-RDKK Bila Hendak Mendapat Pupuk Subsidi dari Pemerintah

Petani Harus Terdata di E-RDKK Bila Hendak Mendapat Pupuk Subsidi dari Pemerintah

DRINGU, Radar Bromo – Ada penurunan kuota pupuk subsidi dari pemerintah di tahun ini. Alhasil, petani juga berpotensi tidak akan mendapatkan pupuk subsidi dari pemerintah. Sejauh ini sudah banyak petani yang mulai merasa kesulitan untuk mendapatkan pupuk bersubsidi. Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Probolinggo melalui Kabid Sarana Prasarana Bambang Suprayitno mengatakan, tahun ini memang ada pengurangan pupuk subsidi. Selain itu, untuk mendapatkan pupuk, para petani harus terdata di Elektronic Rencana Definitif Kebutuhan…

Selengkapnya...

Petani Mulai Kesulitan Cari Pupuk setelah Alokasi Berkurang

Petani Mulai Kesulitan Cari Pupuk setelah Alokasi Berkurang

DRINGU, Radar Bromo – Berkurangnya stok pupuk bersubsidi di Kabupaten Probolinggo, mulai dirasakan para petani. Belakangan, para petani mulai kesulitan mencari pupuk. Padahal, awal tahun 2020 ini yang menjadi periode musim hujan, masuk pada musim tanam. Sulitnya petani mendapatkan pupuk tersebut salah satunya diungkapkan Muhammad Husen, salah satu petani padi asal Desa Betek Taman, Krucil. Beberapa pekan ini dia mengalami kesulitan mendapatkan pupuk. Dia pun harus mencari keluar desa untuk mendapatkan pupuk. “Pupuk sekarang sulit….

Selengkapnya...

Target Areal Lahan Tanaman Padi Diturunkan, Kedelai Dinaikkan

Target Areal Lahan Tanaman Padi Diturunkan, Kedelai Dinaikkan

DRINGU, Radar Bromo – Evaluasi terhadap areal tanam lahan pertanian sudah dilakukan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Probolinggo. Hasilnya, tahun ini dua areal lahan tanaman pangan mengalami kenaikan. Peningkatan sarana dan prasana tetap menjadi hal utama agar tercapai target yang telah ditetapkan. Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Pertanian DKPP Kabupaten Probolinggo Bambang Suprayitno mengatakan, target luas tanam Kabupaten Probolinggo tahun 2020 ada tiga konsentrasi. Meliputi padi seluas 56.572 hektare, jagung seluas 61.708 hektare,…

Selengkapnya...

Musim Hujan, Harga Bawang Merah Makin Mahal

DRINGU, Radar Bromo– Memasuki musim hujan harga bawang merah di Pasar Bawang Dringu, Kabupaten Probolinggo, makin meroket. Menginjak musim hujan, banyak petani bawang merah mengalami gagal panen, sehingga banyak petani beralih menanam tanaman lain. Salah seorang pedang di Pasar Bawang Dringu Mumhammad Syafi mengatakan, pada 27 Desember 2019 harga bawang merah kelas A masih Rp 27 ribu per kilogram. Pada akhir tahun, harganya naik menjadi Rp 33 ribu per kilogram. Harga bawang kelas B juga…

Selengkapnya...
1 2 3