Selama Ramadan, Gugat Cerai di Pasuruan Menurun

Selama Ramadan, Gugat Cerai di Pasuruan Menurun

BANGIL – Selama Ramadan ini, jumlah pengajuan perceraian di Pengadilan Agama (PA) Bangil mengalami penurunan drastis. Angka penurunannya hingga separo. Diprediksi setelah Lebaran nanti, pengajuan cerai bakal kembali normal. Zulfiatu Hifdzillah, Panitera muda hukum PA Bangil mengatakan, sudah menjadi tren bahwa saat Ramadan pengajuan kasus yang masuk ke Pengadilan Agama mengalami penurunan. Untuk tahun ini, penurunan pengajuan kasus cerai pun hingga sekitar 50 persen. “Setiap bulan puasa trennya untuk pengajuan kasus memang ada penurunan. Ini,…

Selengkapnya...

Sepanjang 2018, PA Kraksaan Hanya Terima Segini Izin Poligami

Sepanjang 2018, PA Kraksaan Hanya Terima Segini Izin Poligami

KRAKSAAN – Meski diperbolehkan dalam undang-undang, hanya sedikit izin poligami yang diajukan resmi ke Pengadilan Agama (PA) Kraksaan. Sepanjang tahun 2018 lalu, tercatat PA Kraksaan hanya menerima satu permohonan izin poligami. Hal ini diungkapkan Masyhudi, pelaksana tugas (Plt) Panitera PA Kraksaan. Dia mengatakan, permohonan izin poligami memang telah disahkan di undang-undang perkawinan. Persisnya pada Pasal 3 ayat (2) UU Perkawinan. Pengadilan dapat memberi izin kepada seorang suami untuk beristeri lebih dari seorang apabila dikehendaki oleh…

Selengkapnya...

Jumlah Hakim di PA Probolinggo Belum Ideal, Hanya Ada Segini

Jumlah Hakim di PA Probolinggo Belum Ideal, Hanya Ada Segini

MAYANGAN – Sejauh ini jumlah hakim di Pengadilan Agama (PA) Kelas IB Probolinggo, masih belum ideal. Termasuk, meski bulan depan akan ada tambahan dua hakim. Sebab, jumlah hakim di PA ini idealnya 10 orang. Kepala PA Kelas IB Probolinggo M. Edy Afan mengatakan, PA Kelas IB secara aturan atau idealnya memiliki 10 hakim. Dari 10 hakim itu, dua di antaranya sebagai ketua dan wakil ketua. Faktanya, jumlah hakim yang PA Probolinggo hanya 4 orang, termasuk…

Selengkapnya...

Malu, Rumah Tangga Masih “Disuapi” Mertua

Malu, Rumah Tangga Masih “Disuapi” Mertua

KEINGINAN Minthul (nama samaran), 23, warga Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan, untuk memiliki imam yang bertanggung jawab, ternyata tidak sesuai harapannya. Ini, lantaran Tole (nama samaran), 25, suaminya, justru sering menyuruhnya meminta uang ke orang tuanya. Minthul benar-benar kecewa dengan suaminya. Sang suami yang diharapkan mampu memberikan nafkah lahir, ternyata malah jadi benalu di keluarga. “Pernikahan saya tidak seindah yang dibayangkan. Bahkan, saya menyesal memilih menikah cepat-cepat,” jelasnya. Pernikahan Minthul dengan Tole bisa dibilang setengah dijodohkan….

Selengkapnya...