Warga yang Ngabuburit di Pelabuhan Pasuruan Dibubarkan Aparat

Warga yang Ngabuburit di Pelabuhan Pasuruan Dibubarkan Aparat

PANGGUNGREJO, Radar Bromo – Di tengah pandemi Covid-19 atau virus korona, Pelabuhan Pasuruan masih tak surut dari hiruk-pikuknya. Sebagian warga masih menghabiskan waktu menjelang azan Magrib atau ngabuburit di sana. Kegiatan itu biasa dilakukan oleh warga setiap Ramadan. Namun, dalam kondisi saat ini kegiatan tersebut tidak sesuai dengan imbauan pemerintah terkait physical distancing. Karenanya, di hari ketiga Ramadan, Minggu (26/4) lalu, suasana ngabuburit itu langsung buyar. Muda-mudi yang tengah asyik bersenda gurau atau berswafoto kabur…

Selengkapnya...

Lihat Nih Aksi Anak-anak Menantang Nyali, Melompat Tinggi dari Kapal di Pelabuhan

Lihat Nih Aksi Anak-anak Menantang Nyali, Melompat Tinggi dari Kapal di Pelabuhan

SEKELOMPOK anak asyik bermain di kawasan sungai di Pelabuhan Pasuruan, Senin (13/1) siang. Meski Kota Pasuruan telah memiliki sejumlah taman bermain, anak-anak pesisir ini lebih suka berenang di sungai. Bagi mereka, berenang di sungai seperti itu lebih asyik. Sebab, mereka bisa bebas bermain dengan gratis alias tidak berbayar. Mereka umumnya memanfaatkan kondisi air laut pasang. Saat sedang pasang, debit air sungai meninggi dan lebih bersih. Mereka pun memanfaatkannya untuk berenang. Bukan berenang dengan cara biasa…

Selengkapnya...

Penemuan Mayat Bayi di Pelabuhan Pasuruan, Polisi Periksa 4 Saksi

Penemuan Mayat Bayi di Pelabuhan Pasuruan, Polisi Periksa 4 Saksi

PASURUAN, Radar Bromo-Penemuan mayat bayi di muara Pelabuhan Pasuruan pada 18 Desember lalu, masih menjadi misteri. Pasalnya, hingga saat ini kepolisian belum berhasil menemukan siapa pelaku yang tega membuang bayi berkelamin perempuan itu. Kasatreskrim Polres Pasuruan Kota AKP Slamet Santoso menegaskan, pihaknya terus menyelidiki kasus itu. Sejauh ini, polisi telah memeriksa beberapa orang saksi. “Empat orang yang sudah dimintai keterangan sebagai saksi,” kata Slamet. Para saksi itu ialah dua orang nelayan yang menemukan jasad bayi…

Selengkapnya...

Butuh Rp 40 Miliar untuk Kembangkan Pelabuhan Pasuruan

Butuh Rp 40 Miliar untuk Kembangkan Pelabuhan Pasuruan

PANGGUNGREJO, Radar Bromo – Rencana pengembangan pelabuhan di Kota Pasuruan terus dimatangkan. Namun, pengembangan ini dipastikan tidak mudah. Sebab, dibutuhkan anggaran besar untuk merealisasikannya. Yaitu, Rp 40 miliar. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kota Pasuruan Adri Joko Srijono mengungkapkan, rencana mengembangkan pelabuhan di Kota Pasuruan masih berlanjut. Namun, ternyata butuh anggaran yang besar untuk merealisasikannya. Beberapa waktu lalu, Pemkot sempat bertemu dengan investor asal Indonesia Barat. Investor ini pun sudah bertemu…

Selengkapnya...

Pengembangan Pelabuhan Pasuruan Terkendala Kewenangan

Pengembangan Pelabuhan Pasuruan Terkendala Kewenangan

PANGGUNGREJO – Keinginan Pemkot mengembangkan Pelabuhan di Kota Pasuruan sepertinya sulit terlaksana. Pasalnya, rencana pengembangan masih terbentur dengan kewenangan. Pelabuhan merupakan wewenang Pemprov. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kota Pasuruan, Adri Joko Srijono mengungkapkan Pemkot memiliki keinginan untuk mengembangkan Pelabuhan. Pasalnya, pelabuhan ini merupakan identitas Kota Pasuruan. “Memang kalau keinginan ya, tentu ada. Sebab, pelabuhan Kota Pasuruan ini kan sumber penghidupan sejumlah masyarakat di wilayah utara dan memang layak untuk dikembangkan,”…

Selengkapnya...

Duh, Pelabuhan Pasuruan Dipenuhi Sampah

Duh, Pelabuhan Pasuruan Dipenuhi Sampah

PANGGUNGREJO – Pemandangan tidak sedap terlihat di Pelabuhan Kota Pasuruan. Sampah tampak mengotori dermaga dan perairan. Mulai dari plastik, botol, sampai bungkus makanan menumpuk di sepanjang sandaran kapal nelayan. Tak ayal, kondisi ini mendapat sorotan dari warga. Seperti yang diungkapkan Aminah, 60, warga Kelurahan Mandaranrejo, Kecamatan Panggungrejo. Pihaknya berharap banyaknya sampah ini segera tertangani. Sebab, merusak pemandangan dan menimbulkan bau tidak sedap. “Banyak warga yang kerap membuang sampah di dermaga. Makanya banyak sampah menumpuk di…

Selengkapnya...