Golkar Tepis Tudingan Tak Sinkron dengan Banggar soal Pasar Baru

Golkar Tepis Tudingan Tak Sinkron dengan Banggar soal Pasar Baru

KANIGARAN, Radar Bromo – DPRD Kota Probolinggo memastikan tidak ada pernyataan Badan Anggaran (Banggar) dan Fraksi yang tidak sinkron terkait pembangunan Pasar Baru. Justru, mereka menguatkan dan berusaha mempertegas rencana pembangunan Pasar Baru oleh eksekutif. “Kurang tepat sebenarnya pendapat Wali Kota yang mengungkapkan tidak singkron atau berbeda antara Banggar dan Pandangan Fraksi Golkar terhadap pembangunan Pasar Baru,” ujar Wakil Ketua I DPRD Kota Probolinggo Muchlas Kurniawan. Menurutnya, pendapat Fraksi Golkar yang menyarankan agar tempat penampungan…

Selengkapnya...

Nasib Petani, Harga Tomat Hanya Rp 1.000 Per Kilogram

Nasib Petani, Harga Tomat Hanya Rp 1.000 Per Kilogram

KANIGARAN – Berbanding terbalik dengan harga cabai rawit yang melejit, harga tomat di petani justru anjlok. Di Kota Probolinggo, harga tomat hanya dihargai Rp 1.000 per kilogram. Salah seorang petani asal Kelurahan Jrebeng Kulon, Kota Probolinggo Muhammad, 40, mengatakan, harga tomat di tingkat petani anjlok. “Murah sekali harga tomat sekarang. Dari tengkulak ambilnya cuma Rp 1.000 per kilogram,” ujarnya. Namun, Muhammad mengaku sedikit beruntung. Sebab, tomatnya belum memasuki masa panen. Sehingga, belum dijual kepada tengkulak….

Selengkapnya...

3 Perusahaan Ajukan Penawaran Proyek Lanjutan Pasar Baru Probolinggo

3 Perusahaan Ajukan Penawaran Proyek Lanjutan Pasar Baru Probolinggo

KANIGARAN – Para pedagang yang selama ini berjualan di Pasar Baru, Kota Probolinggo, harus lebih bersabar untuk melihat pasarnya kembali dibangun. Sejauh ini rencana pembangunan pasar dengan anggaran Rp 19 miliar ini baru masuk masa sanggah di Unit Layanan Pengadaan (ULP). Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Probolinggo Andre Nirwana mengatakan, sejauh ini belum ada pemenang lelang untuk pembangunan Pasar Baru. “Prosesnya juga masih di ULP. Kalau yang mendaftar…

Selengkapnya...

Tanaman Banyak yang Rusak, Harga Cabai di Probolinggo Melejit

Tanaman Banyak yang Rusak, Harga Cabai di Probolinggo Melejit

KADEMANGAN – Harga cabai rawit di sejumlah pasar Kota Probolinggo terus merangkat naik. Namun, makin “pedasnya” harga cabai ini, tak mesti membuat petani semringah. Sebab, banyak tanaman mereka yang rusak. Di Kota Probolinggo, sejumlah petani mengeluh karena tanaman cabainya sudah tidak sehat. Meski tanaman cabainya tidak bagus, cabainya tetap terjual mahal. Namun, tidak berlangsung lama dan hasil panennya sedikit. “Memang harga cabai sekarang melejit, cabai saya dibeli Rp 40 ribu sampai Rp 45 ribu per…

Selengkapnya...

Jelang Lebaran, Harga Daging Ayam di Probolinggo Mulai Naik

Jelang Lebaran, Harga Daging Ayam di Probolinggo Mulai Naik

PROBOLINGGO – Setelah terpantau stabil selama Ramadan, harga daging ayam mulai naik menjelang Lebaran. Meski demikian, kenaikan harga daging masih tergolong stabil. Kenaikan daging ayam, menurut pantauan Jawa Pos Radar Bromo, mulai terjadi sepekan terakhir. Pekan lalu, harga daging ayam di Pasar Wonoasih masih Rp 29 ribu-Rp 30 ribu per kilogram. Namun, saat ini mencapai Rp 35 ribu per kilogram. “Memang harga daging ayam naik. Sekarang Rp 35 ribu per kilogram, sebelumnya ndak sampai segitu,”…

Selengkapnya...

Antisipasi Lonjakan Harga Daging Ayam-Sapi Jelang Lebaran

MAYANGAN-Sekitar dua pekan jelang Lebaran, harga daging sapi dan daging ayam di Kota Probolinggo masih terpantau stabil. Suplai daging sapi dan daging ayam yang cukup membuat harga daging tetap terkontrol.           “Masih stabil untuk harga daging sapi dan daging ayam. Untuk Ayam, per 1 kg masih Rp 28 ribu-29 ribu di Pasar Wonoasih,” ujar Subagyo, kabid Perdagangan pada Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP), saat ditemui di sidak daging di Pasar Wonoasih.          …

Selengkapnya...

Ketua DPRD: Rekayasa Lalin Jln Pangsud Tak Untungkan Pedagang

Ketua DPRD: Rekayasa Lalin Jln Pangsud Tak Untungkan Pedagang

MAYANGAN – Rekayasa lalu lintas (lalin) dengan memasang road barrier di Jalan Panglima Sudirman Kota Probolinggo, dinilai hanya menguntungkan satu pihak dalam pengaturan lalu lintas. Dalam hal ini, pengguna jalan yang semakin nyaman dengan lancarnya arus lalu lintas. Hal ini diungkapkan oleh Agus Rianto, anggota DPRD Kota Probolinggo. Menurutnya, pemasangan road barrier memang efektif mengatur lalu lintas. Namun, juga berdampak bagi pedagang di sekitarnya. “Pemasangan road barrier memang efektif mengurai kemacetan. Namun, di sisi lain merugikan…

Selengkapnya...
1 2 3 6