Polisi Kembali Datangi Padepokan Dimas Kanjeng, Ini Penyebabnya

Polisi Kembali Datangi Padepokan Dimas Kanjeng, Ini Penyebabnya

GADING – Satreskrim Polres Probolinggo Sabtu (8/9) mendatangi Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi. Namun, kedatangan polisi bukan untuk melakukan penyidikan. Polisi hanya memperbarui police line yang sudah rusak. Sedikitnya, ada lima aset bangunan di padepokan itu yang dipasang garis polisi. Puluhan anggota polisi dari polres dan Polsek Gading mendatangi padepokan sekira pukul 12.00. Sekitar 15 menit kemudian, garis polisi dipasang. Lima aset tersebut di antaranya asrama putra, asrama putri, gedung sekretariat, pendapa, dan rumah pribadi…

Selengkapnya...

Dimas Kanjeng Ditantang Hakim Gandakan Uang di Ruang Sidang

Dimas Kanjeng Ditantang Hakim Gandakan Uang di Ruang Sidang

SURABAYA-Dimas Kanjeng Taat Pribadi bakal segera unjuk kebolehan melakukan penggandaan uang di sidang. Rencananya, Dimas Kanjeng diberi kesempatan unjuk kebolehannya itu pada sidang yang akan digelar pekan depan. Kepastian itu didapat saat sidang lanjutan Dimas Kanjeng digelar di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Rabu (5/9). Yudha yang menjabat sebagai juru bicara padepokan dihadirkan sebagai saksi meringankan Taat. Kepada majelis hakim yang diketuai Anne Rusiana, dia menjelaskan, gurunya itu tidak saja bisa menggandakan uang saja. Tapi juga…

Selengkapnya...

Disidang, Dimas Kanjeng Tak Bisa Menahan Tawa, Ini Penyebabnya

Disidang, Dimas Kanjeng Tak Bisa Menahan Tawa, Ini Penyebabnya

SURABAYA-Dimas Kanjeng Taat Pribadi kembali menjalani sidang kasus dugaan penipuan yang menjeratnya, Rabu (5/9). Ada kejadian unik dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya itu. Pemilik Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi yang ada di Desa Wangkal, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo tak bisa menahan tawa. Dimas kanjeng tertawa lepas usai mendengarkan kesaksian anak buahnya Yudha Sandi, yang jadi juru bicara padepokan. Yudha dihadirkan sebagai saksi yang meringankan Dimas Kanjeng. Kepada majelis hakim yang diketuai…

Selengkapnya...

MUI Segera Ambil Sikap Terkait Padepokan Dimas Kanjeng

MUI Segera Ambil Sikap Terkait Padepokan Dimas Kanjeng

KRAKSAAN – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Probolinggo menyikapi serius soal perkembangan kegiatan di Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi, Desa Wangkal, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo. Menindaklanjuti rapat koordinasi di Mapolres Probolinggo, Rabu ini (29/8), MUI Kabupaten Probolinggo akan menggelar rapat internal. Dalam rapat ini, akan dibahas soal sikap dan langkah yang akan diambil MUI. Hal itu disampaikan Sekretaris MUI Kabupaten Probolinggo Yasin. Ia mengaku, pihaknya sudah menyampaikan soal perkembangan terkait Padepokan Dimas Kanjeng dalam rapat…

Selengkapnya...

Sidang Dimas Kanjeng, JPU Bawa Uang Asing Tiga Koper

Sidang Dimas Kanjeng, JPU Bawa Uang Asing Tiga Koper

SURABAYA-Sidang kasus penipuan yang menjerat Dimas Kanjeng Taat Pribadi kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Rabu (16/8). Tiga koper berisi uang dolar dari berbagai negara ditunjukkan jaksa penuntut umum (JPU) sebagai barang bukti dalam persidangan. Dari fakta persidangan, semua uang dolar itu asli tetapi nilainya tidak sampai Rp 100 miliar seperti yang dijanjikan terdakwa kepada korban Muhammad Ali. JPU Kejati Jatim Rakhmad Hary Basuki mengungkapkan, satu koper dari Taat itu berisi uang dolar yang…

Selengkapnya...

Disidang, Dimas Kanjeng Pakai Jam Tangan Rado dan Cincin Ngejreng

Disidang, Dimas Kanjeng Pakai Jam Tangan Rado dan Cincin Ngejreng

SURABAYA-Dimas Kanjeng Taat Pribadi kembali menjalani sidang terkait kasus penipuan yang melilitnya, Rabu (16/8) di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. Ia tampil berbeda dengan terdakwa kebanyakan. Bila terdakwa lainnya pakai rompi tahanan, Dimas Kanjeng tampil cukup modis. Rambutnya disisir klimis. Dengan gaya rambut gondrong belakang. Dimas Kanjeng pun datang dengan mengenakan baju batik warna hijau dengan motif gambar burung dan bunga warna kuning berpadu putih. Yang terlihat mencolok, Dimas Kanjeng juga mengenakan cincin dan jam tangan…

Selengkapnya...

Setor Rp 35 M ke Dimas Kanjeng, Pengasuh Ponpes Ini Diberi Tongkat

Setor Rp 35 M ke Dimas Kanjeng, Pengasuh Ponpes Ini Diberi Tongkat

SURABAYA – Sidang Dimas Kanjeng Taat Pribadi di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Rabu (1/8) tak dihadiri sang kuasa hukum. Pengasuh padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi itu menghadapi sendiri persidangan. Dalam sidang pertama itu, jaksa penuntut umum (JPU) Rakhmad Hari Basuki dan Novan Arianto membacakan dakwaan. Taat didakwa telah menipu Muhammad Ali, pemilik pondok pesantren (Ponpes) di Pekalongan senilai Rp 60 miliar. Ali pada 2014 lalu tertarik bekerjasama dengan Taat untuk membangun pondok pesantren, rumah sakit…

Selengkapnya...

Sidang Dimas Kanjeng di Surabaya Dihadiri Ratusan Pengikut

Sidang Dimas Kanjeng di Surabaya Dihadiri Ratusan Pengikut

SURABAYA – Sempat dua kali tak hadiri sidang karena sakit, Dimas Kanjeng Taat Pribadi akhirnya menghadiri sidang di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Rabu (1/8). Mengenakan setelan batik dan berambut klimis, pemilik padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi itu dikawal ketat menuju ruang persidangan. Penampilan rapi Taat ini berbeda dengan tahanan lain yang biasanya mengenakan rompi tahanan. Saat menuju Rutan Kelas I-A Surabaya di Medaeng tempatnya ditahan menuju pengadilan, dia juga tidak naik bus bersama tahanan lain….

Selengkapnya...