Kasus Penipuan, Mantan Kades Pekoren Kembali Ditahan

Kasus Penipuan, Mantan Kades Pekoren Kembali Ditahan

BANGIL, Radar Bromo – Mantan Kepala Desa Pekoren, Kecamatan Rembang, Muhaimin kembali harus berurusan dengan hukum. Setelah tersandung kasus pemalsuan surat, ia kini dijebloskan ke penjara gara-gara kasus dugaan penipuan dan penggelapan. Muhaimin ditahan anggota Satreskrim Polres Pasuruan sejak Senin (19/8). Kanit Tindak Pidana Ekonomi Satreskrim Polres Pasuruan Iptu Decky Tjahyono menyampaikan, penahanan lelaki yang juga sempat jadi calon legislatif (caleg) yang gagal terpilih itu didasari atas laporan dari M. Sholeh, warga Desa Mojoparon, Kecamatan…

Selengkapnya...

Diduga Menipu, Kontraktor Ditahan, Pengakuan Pengacaranya Mengejutkan

Diduga Menipu, Kontraktor Ditahan, Pengakuan Pengacaranya Mengejutkan

MAYANGAN, Radar Bromo – Diduga menipu, kontraktor Edy Rudyanto alias Edy Geol, 48, ditahan petugas Polres Probolinggo Kota (Polresta). Dia ditahan setelah dilaporkan menipu oleh rekannya sesama kontraktor, Ari Safitri. Edy ditahan Selasa (6/8) di rumahnya, Jl Cangkring, Kelurahan/Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo, pukul 09.00. Kuasa hukum Edy, SW Djando Gadohoka menegaskan, kliennya ditahan karena sudah tiga kali dipanggil. Namun, memang kliennya tidak memenuhi panggilan itu. Djando –panggilannya– menjelaskan, kasus ini bermula saat Edy mengerjakan empat…

Selengkapnya...

Kasus Dugaan Penipuan Haji Plus, Polisi Bakal Periksa Pelapor-Terlapor

Kasus Dugaan Penipuan Haji Plus, Polisi Bakal Periksa Pelapor-Terlapor

PROBOLINGGO – Satreskrim Polres Probolinggo Kota akan memanggil pelapor dan terlapor dalam kasus dugaan penipuan haji plus. Dengan demikian, Miendwiati juga akan dipanggil agar duduk perkara tersebut semakin jelas. Pasalnya, terlapor yang merupakan istri pejabat di Pemkab Probolinggo itu mengaku jika dirinya juga menjadi korban dalam kasus tersebut. Hal itu disampaikan Kasatreskrim Polres Probolinggo Kota AKBP Nanang Fendy Dwi Susanto pada Jawa Pos Radar Bromo, Jumat (24/5). “Kedua belah pihak pasti akan dipanggil,” terangnya. Hanya…

Selengkapnya...

Mantu, Dimas Kanjeng Pulang ke Padepokannya Empat Jam

Mantu, Dimas Kanjeng Pulang ke Padepokannya Empat Jam

GADING – Dimas Kanjeng Ta’at Pribadi Rabu pagi (16/1), kembali pulang ke Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi di Dusun Cengkalek, Desa Wangkal, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo. Namun, kepulangannya itu hanya sesaat. Kehadiran pria yang sempat menggegerkan publik karena kasus penggandaan uang itu, hanya sebagai wali nikah dari anaknya. Ya, Rabu pagi Dimas Kanjeng Taat Pribadi mantu. Putrinya Syarifatul Wahidah menikah dengan pria asal Massar, Uci Rahmat Amiruddin. Dimas Kanjeng datang ke padepokannya sekitar pukul 06.30….

Selengkapnya...

Pengacara Ketua Partai: Uang Bukan untuk Dillipatgandakan

Pengacara Ketua Partai: Uang Bukan untuk Dillipatgandakan

PAJARAKAN – Penyidik di Polres Probolinggo kini masih mendalami kasus dugaan penipuan yang menyandung Supriyanto. Sembari penyidikan dilakukan, pihak Supriyanto yang juga diketahui anggota DPRD Kabupaten Bondowoso sekaligus Ketua DPC Partai Gerindra, melakukan pembelaan. Melalui Supriyono selaku penasihat hukum Supriyanto, membantah kasus yang dilanda kliennya. Dia bahkan menyebut, Ainul Yaqin, warga Kedung Dalem, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo yang menjadi korban dalam perkara ini, tidak benar. Menurutnya, uang yang diberikan Ainul Yaqin tersebut adalah untuk kerjasama…

Selengkapnya...

Ketua Gerindra Bondowoso Disangka Menipu Ratusan Juta Warga Dringu

Ketua Gerindra Bondowoso Disangka Menipu Ratusan Juta Warga Dringu

PAJARAKAN – Ketua DPC Gerindra Bondowoso Supriyanto, menjadi tersangka kasus penipuan. Dia diduga menggelapkan uang Rp 700 juta. Korbannya yaitu Ainul Yaqin, warga Desa Kedung Dalem, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo. Rabu (2/1), tersangka pun dipanggil petugas Satreskrim Polres Probolinggo untuk pemeriksaan kasus ini. Tersangka datang dengan didampingi kuasa hukumnya selama pemeriksaan. Panggilan pada tersangka adalah yang kedua. Tepatnya setelah dia dijadikan tersangka oleh petugas pada 08 Oktober 2018. Korban sendiri saat dikonfirmasi mengaku, kasus itu…

Selengkapnya...

Ini Penyebab Jaksa Kesulitan Hadirkan Mahaguru Dimas Kanjeng

Ini Penyebab Jaksa Kesulitan Hadirkan Mahaguru Dimas Kanjeng

SURABAYA-Pihak kejaksaan kesulitan menghadirkan para mahaguru dalam sidang kasus penipuan dengan terdakwa Dimas Kanjeng Taat Pribadi. Sebab, identitas para mahaguru itu berstatus gelandangan, tukang ojek dan tukang bangunan yang domisilinya berpindah-pindah. “Yang sekarang (Rabu/ 29/8) sudah tiga kali ini kami panggil. Tapi tidak terlibat datang ini tadi,” ujar Jaksa penuntut umum (JPU) kasus penipuan Dimas Kanjeng, Rakhmat Hary Basuki. Dengan tidak hadirnya para mahaguru itu, jaksa akan mengirim surat panggilan untuk yang keempat kalinya. Surat…

Selengkapnya...
1 2