Humor Gus Dur: Lupa Tanggal Lahir

Humor Gus Dur: Lupa Tanggal Lahir

GUS DUR, nama lengkapnya adalah Abdurrahman Al-Dakhil. Dia dilahirkan pada hari Sabtu di Denanyar, Jombang, Jawa Timur. Ada rahasia dalam tanggal kelahirannya. Gus Dur ternyata tidak tahu persis tanggal berapa sebenarnya dia dilahirkan. Sewaktu kecil, saat dia mendaftarkan diri sebagai siswa di sebuah SD di Jakarta, Gus Dur ditanya; “Namamu siapa Nak?” “Abdurrahman,” jawab Gus Dur. “Tempat dan tanggal lahir?” “Jombang …,” jawab Gus Dur terdiam beberapa saat. “Tanggal empat, bulan delapan, tahun 1940,” lanjutnya…

Selengkapnya...

Humor Gus Dur: Orang Meninggal Tak Punya Kepentingan

Humor Gus Dur: Orang Meninggal Tak Punya Kepentingan

MUNGKINKAH Gus Dur benar-benar percaya pada isyarat dari makam-makam leluhur? Kelihatannya dia memang percaya. Sebab, Gus Dur selalu siap dengan gigih dan sungguh-sungguh membela “ideologinya” itu. Padahal, hal tersebut sering membuat repot para koleganya. Tapi, ini mungkin jawaban yang benar, ketika ditanya kenapa Gus Dur sering berziarah ke makam para ulama dan leluhur. “Saya datang ke makam karena saya tahu. Mereka yang mati itu sudah tidak punya kepentingan lagi,” katanya dengan santai. (*)

Selengkapnya...

Humor Gus Dur: Tiga Jenis Orang NU

Humor Gus Dur: Tiga Jenis Orang NU

RUMAH Gus Dur di kawasan Ciganjur, Jakarta Selatan, sehari-harinya tidak pernah sepi dari tamu. Dari pagi hingga malam. Bahkan, tak jarang sampai dini hari para tamu ini datang silih berganti baik yang dari kalangan Nahdlatul Ulama (NU) maupun bukan. Mereka pun banyak dari luar kota. Menggambarkan fanatisme orang NU, Gus Dur mengatakan, tamu-tamu itu ada tiga tipe orang NU. “Kalau mereka datang dari pukul 07.00-21.00 dan menceritakan tentang NU, itu biasanya orang NU yang memang…

Selengkapnya...

Humor Gus Dur: Antara Madura dan Jakarta

Humor Gus Dur: Antara Madura dan Jakarta

LAGI-LAGI tentang orang Madura yang menurut Gus Dur tidak pernah mati akal. Ada saja untuk berkelit sekalipun terlihat konyol. Suatu hari, ada seorang laki-laki asal Madura mau pergi ke Jakarta. Dia naik bus jurusan Jakarta. Setelah seharian berada di atas bus, laki-laki asal Madura itu kebelet kencing. Karena sudah tidak tahan, akhirnya dia meminta sopir untuk berhenti sebentar dengan alasan sudah tidak tahan lagi. Awalnya, si sopir keberatan, tapi entah kenapa akhirnya bus itu berhenti…

Selengkapnya...

Mati Ngerokok

Mati Ngerokok

SEMASA belajar di Mesir, Gus Dur punya teman asal Aceh, namanya Yas. Kamar mereka bersebelahan. Orang ini, tutur Gus Dur, betul-betul perokok berat. Ke mana-mana pasti di kantongnya selalu terselip dua bungkus rokok. Satu sudah dibuka, satu lagi buat cadangan. “Bagi dia, ngerokok itu jangan sampai ketelatan,” tutur Gus Dur. “Makanya, si Yas selalu bawa dua bungkus.” Saking sayangnya pada temannya ini, Gus Dur menasihatinya; “Yas, apa kamu nggak pernah baca tulisan di majalah, bahwa…

Selengkapnya...

Cerita Gus Dur soal Naik Kereta Api

Cerita Gus Dur soal Naik Kereta Api

SETELAH mendapat larangan dari dokternya untuk tidak melakukan perjalanan jauh dengan menggunakan pesawat terbang, Gus Dur kemudian nekat untuk bepergian jauh menggunakan kereta api. “Anda mau pergi naik kereta api, Gus? Memangnya Anda pikir bisa sampai tepat waktu dengan naik kereta api?” ledek si dokter. “Anda jangan meremehkan begitu, kereta itu cepat banget loh!” jawab Presiden RI ke 4 itu. “Kereta api mana yang bisa menandingi kecepatan pesawat terbang, Gus?” tanya dokternya lagi. “Oho… Anda…

Selengkapnya...

Humor Gus Dur: Presiden Tak Berpengalaman

Humor Gus Dur: Presiden Tak Berpengalaman

ADA kisah lucu bagaimana Gus Dur memilih menteri-menterinya. Hal itu pernah diceritakan oleh Mahfud MD. Saat baru diangkat sebagai presiden, Gus Dur menawari Mahfud menjadi menteri pertahanan. Mahfud MD jelas kaget. Dia tidak punya latar belakang militer atau pertahanan. Pria ini memang lebih terkenal sebagai akademisi. “Maksudnya menteri pertanahan mungkin Gus?” balas Mahfud. “Bukan, menteri pertahanan.” jawab Gus Dur. “Loh Gus saya kan nggak punya pengalaman jadi menteri pertahanan, kok dipilih?” kata Mahfud. Enteng saja…

Selengkapnya...
1 2 3