Dispendik Sebut Tarikan Sumbangan di SMPN 1 Tutur Sesuai Prosedur

Dispendik Sebut Tarikan Sumbangan di SMPN 1 Tutur Sesuai Prosedur

TUTUR, Radar Bromo – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan Iswahyudi angkat bicara terkait tudingan adanya pungutan di SMPN 1 Tutur yang dikeluhkan beberapa wali murid kelas VII. Pihak Dispendik disebutkan sudah melakukan klarifikasi di lapangan. Bahkan, akhir pekan lalu pihak Dispendik sudah mendatangi lokasi untuk kroscek dan klarifikasi. “BOS memang ada, tapi tidak semuanya meng-cover semua kegiatan, serta pembiayaan untuk sejumlah kebutuhan. Di SMPN 1 Tutur itu, sudah sesuai prosedur. Tidak ada paksaan dan sifatnya sukarela….

Selengkapnya...

4 Ruang Tak Layak, Sementara KBM Pindah ke Gedung Madin

4 Ruang Tak Layak, Sementara KBM Pindah ke Gedung Madin

PURWODADI, Radar Bromo – Kondisi bangunan empat ruang kelas di SDN Cowek II yang rusak jadi perhatian pihak sekolah. Untuk menghindari hal-hal tak diinginkan, sementara ini aktivitas kegiatan belajar-mengajar di empat ruang kelas itu dipindah. Siswa kelas III, IV, V, dan VI yang sebelumnya menempati 4 ruang rusak itu pun, sementara KBM-nya pindah ke gedung madin. Lokasinya berada tak jauh dari sekolah setempat. “Keempat kelasnya sudah dikosongkan. Bangku dan meja serta papan tulisnya juga sudah…

Selengkapnya...

Tembok Retak, Plafon Jebol, Kondisi 4 Kelas SDN Cowek II Tak Layak

Tembok Retak, Plafon Jebol, Kondisi 4 Kelas SDN Cowek II Tak Layak

PURWODADI, Radar Bromo – Kondisi empat ruang kelas di SDN Cowek II sungguh memprihatinkan. Empat ruang yang ada di dataran tinggi masuk Dusun Sempu, Desa Cowek, Kecamatan Purwodadi itu mengalami kerusakan. Empat ruangan kelas yang kondisinya rusak itu selama ini ditempati untuk kegiatan belajar mengajar (KBM) siswa kelas VI, V, IV, dan III. Dari pantaun Jawa Pos Radar Bromo di lapangan, Senin pagi (6/1) fondasi tembok belakang gedung empat ruang kelas itu tampak ambles. Beberapa…

Selengkapnya...

Pertanyakan Transparansi Pencairan KIP di SDN V Puspo

Pertanyakan Transparansi Pencairan KIP di SDN V Puspo

PUSPO, Radar Bromo – Sejumlah wali murid dan mantan wali murid SDN V Puspo menanyakan pencairan Kartu Indonesia Pintar (KIP) di sekolah setempat. Ini, lantaran 2 tahun lalu sejumlah wali murid merasa tidak mendapatkan buku tabungan untuk pencairan KIP-nya. Haryono, 35, warga Desa Puspo mengaku, sejak 2017 anaknya yang dulu bersekolah di SDN V hanya mendapatkan KIP saja. Sedangkan buku tabungan, tidak dapat. “Baru saat masuk di SMPN 1 Puspo tahun ini, ternyata dapat KIP-nya…

Selengkapnya...

Ini Penyebab Insentif Bulan Mei Guru K2 di Kab Pasuruan Belum Cair

Ini Penyebab Insentif Bulan Mei Guru K2 di Kab Pasuruan Belum Cair

BANGIL – Guru honorer kategori dua (K2) di Kabupaten Pasuruan, harus bersabar. Sebab, insentif di bulan Mei baru cair di termin berikutnya. Diperkirakan Agustus atau September mendatang. Kepastian itu diungkapkan Kepala Dispendik Kabupaten Pasuruan Iswahyudi. Ia menyampaikan, memang ada perubahan termin pencairan. “Semula, memang ada rencana untuk dicairkan lima bulan. Jadi, hingga bulan Mei. Tapi, tidak dilakukan karena kalau bulan Mei cair, maka harus menunggu Juni awal. Tapi kan awal Juni cuti bersama,” urai Iswahyudi….

Selengkapnya...

Pelaku Pencabulan Siswa di Dalam Kelas Bakal Direhabilitasi

Pelaku Pencabulan Siswa di Dalam Kelas Bakal Direhabilitasi

PURWOREJO – Satreskrim Polresta Pasuruan terus memproses laporan pencabulan yang terjadi di SDN Rebalas 2, Desa Rebalas, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan. Korps Bhayangkara ini bakal merehabilitasi dua siswa yang ditetapkan sebagai tersangka. Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Pasuruan Ipda Suwondo mengungkapkan, laporan pencabulan di SDN Rebalas 2 masih terus didalami. Pihaknya pun sudah menetapkan dua tersangka dalam aksi pencabulan yang terjadi di lingkungan sekolah ini. Yakni, siswa berinisial S dan Y. Keduanya…

Selengkapnya...

Anggaran untuk Insentif Guru Madin Membengkak, Ini Penyebabnya

Anggaran untuk Insentif Guru Madin Membengkak, Ini Penyebabnya

BANGIL-Pemkab Pasuruan memang tidak menaikkan insentif untuk guru Madrasah Diniyah (Madin) di Kabupaten Pasuruan. Namun, anggaran yang akan dikeluarkan tahun ini dipastikan akan membengkak dibanding tahun lalu. Sebab, jumlah guru yang akan mendapatkannya makin banyak. Kepala Dispendik Kabupaten Pasuruan Iswahyudi mengatakan, besaran insentif guru Madin tetap, Rp 100 ribu per bulan. Namun, jumlah penerimanya bertambah. Jika tahun lalu hanya 1.661 ustad dan ustadah, tahun ini ada 5.000 ustad dan ustadah yang akan mendapatkannya. “Nominal per…

Selengkapnya...

Ada Aksi Asusila di Kelas, Beri Terapi Psikososial pada Siswa SD Ini

Ada Aksi Asusila di Kelas, Beri Terapi Psikososial pada Siswa SD Ini

GRATI – Aksi pencabulan yang terjadi di dalam kelas saat jam pelajaran di sebuah sekolah dasar wilayah timur Kabupaten Pasuruan, jadi atensi dari Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (PPT PPA) setempat. PPT PPA berupaya agar siswa setempat dapat melupakan aksi kekerasan dan amoral tersebut. Senin (28/1), PPT PPA melakukan terapi psikososial pada 29 siswa setempat. Terapi psikososial ini dilakukan selama satu jam. Yakni, sejak pukul 11.00. Selama satu jam, siswa diberikan layanan dukungan…

Selengkapnya...

Pedagang Sekolah Datangi Sejumlah SDN di Pandaan, Ini Sebabnya

Pedagang Sekolah Datangi Sejumlah SDN di Pandaan, Ini Sebabnya

PANDAAN – Puluhan pedagang makanan dan minuman (mamin) serta mainan yang tergabung dalam paguyuban pedagang sekolah (PPS) Senin pagi (28/1) berkumpul di Lapangan Kuti, Kelurahan Kutorejo, Kecamatan Pandaan. Aksi itu dilakukan sebelum mereka mendatangi sejumlah sekolah, untuk menanyakan tindak lanjut soal aturan pedagang yang berjualan di sekolah. Dari pantauan Jawa Pos Radar Bromo, puluhan pedagang yang berkumpul di lapangan Kuti terlihat mendengarkan brifing dari pengurus PPS yang ada di Kabupaten Pasuruan. Tak lama berselang, puluhan…

Selengkapnya...

Ada Pencabulan di Kelas saat Jam Sekolah, Guru Bakal Disanksi

Ada Pencabulan di Kelas saat Jam Sekolah, Guru Bakal Disanksi

GRATI – Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan memberi perhatian khusus pada kasus asusila di dalam kelas saat jam sekolah dengan korban dan pelaku sesama murid kelas 4 SD. Bila terbukti teledor, guru bakal disanksi. Hal itu diungkapkan Kepala Dispendik Kabupaten Pasuruan Iswahyudi. Ia memastikan, pihaknya saat ini menyiapkan sanksi pada guru kelas yang teledor karena tidak memantau aktivitas muridnya. Menurutnya, aksi asusila disebabkan karena kelengahan guru kelas. Sebab, kelas dibiarkan begitu saja sehingga lepas dari pantauannya….

Selengkapnya...
1 2 3