BANGIL, Radar Bromo - Persekabpas membuka langkahnya di round 3 fase Grup D Liga Nusantara dengan misi jelas: menjaga asa lolos.
Laga perdana di babak krusial itu akan mempertemukan skuad Laskar Sakera dengan Gresik United, lawan yang di atas kertas tak bisa dipandang remeh meski berada di papan bawah klasemen.
Pertandingan ini menjadi momentum penting bagi Laskar Sakera untuk kembali menegaskan posisi sebagai penantang serius tiket ke fase berikutnya.
Saat ini Persekabpas berada di peringkat kedua klasemen sementara Grup D dengan koleksi 17 poin dari 10 laga, hanya terpaut empat angka dari pemuncak klasemen, Perseden.
Kabar baik datang dari ruang ganti Persekabpas. Jenderal lapangan tengah Zanuar Ardani dipastikan bisa kembali merumput setelah menyelesaikan sanksi.
Kehadirannya diharapkan menambah daya gedor lini depan yang sempat kurang tajam di beberapa laga terakhir.
“Ardani sudah siap main. Secara fisik dan mental dia bagus. Kehadirannya tentu memberi banyak opsi dalam skema serangan kami,” ujar pelatih Persekabpas Masdra Nurriza.
Masdra menegaskan, laga melawan Gresik United tidak boleh dianggap enteng.
Meski lawan berada di posisi kelima klasemen, potensi kejutan tetap besar, terlebih di fase kompetisi yang menuntut konsistensi tinggi.
“Ini pertandingan penting. Round 3 semua tim punya kepentingan masing-masing. Kami tidak boleh terpeleset, karena satu hasil saja bisa mengubah peta persaingan,” tegasnya.
Berdasarkan klasemen sementara, persaingan di Grup D masih sangat terbuka. Perseden memimpin dengan 21 poin, disusul Persekabpas (17), Persebata (14), Persiba (13), Gresik United (12), dan WBFC (8). Selisih poin antartim, terutama dari posisi dua hingga lima, masih relatif tipis.
Dalam konteks itu, kemenangan atas Gresik United akan sangat krusial bagi Persekabpas.
Tambahan tiga poin bukan hanya menjaga jarak dari kejaran Persebata dan Persiba, tetapi juga membuka peluang menekan Perseden di puncak klasemen.
“Target kami jelas, menang. Dengan posisi sekarang, peluang lolos masih ada di tangan kami sendiri. Tapi syaratnya konsisten dan fokus di setiap pertandingan,” kata Masdra.
Gresik United sendiri datang dengan beban sekaligus motivasi. Mengoleksi 12 poin, mereka wajib menang jika ingin tetap bersaing dan keluar dari zona bawah.
Hal itu membuat pertandingan diprediksi berjalan ketat dan sarat duel keras di lini tengah.
Persekabpas diperkirakan tetap mengandalkan permainan kolektif dengan transisi cepat, memaksimalkan kecepatan sayap dan sentuhan akhir Zanuar Ardani.
Soliditas lini belakang juga menjadi kunci, mengingat selisih gol Persekabpas masih tipis.
“Yang paling penting anak-anak harus disiplin. Kami tidak boleh kehilangan fokus, apalagi di momen krusial seperti ini,” tukas Masdra. (tom/one)
Editor : Jawanto Arifin