Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Semua Tim Harus Taat Regulasi Piala Bupati Pasuruan Superleague 2025, Mulai Usia Pemain hingga Sudden Death di Adu Penalti

Fandi Armanto • Selasa, 26 Agustus 2025 | 14:03 WIB

 

 

SIAP MENYUKSESKAN: Perwakilan 24 tim dan jajaran Dinas Pemuda dan Olahraga serta panitia Piala Bupati Pasuruan Superleague seusai technical meeting.
SIAP MENYUKSESKAN: Perwakilan 24 tim dan jajaran Dinas Pemuda dan Olahraga serta panitia Piala Bupati Pasuruan Superleague seusai technical meeting.

KEJAYAN, Radar Bromo-Enam hari lagi Piala Bupati Pasuruan Super League 2025 bakal digeber. Sebelum pembukaan yang akan digelar di Stadion R Soedrasono, Pogar, Bangil, seluruh tim mengikuti technical meeting (TM), Senin (25/8). Semuanya berkomitmen untuk mentaati regulasi yang dibuat panitia.

Panitia juga menerima beragam usulan agar aturan yang ada bisa diterima semua tim.

Karena panitia ingin masukan dari perwakilan tim, untuk perbaikan turnamen berikutnya. Sebab, Piala Bupati Pasuruan ini bakal digelar tiap tahun.

TM digelar di aula Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) di Kejayan. Dari 24 tim, perwakilan 22 tim hadir langsung dalam acara.

Kesempatan TM tak disia-siakan tim untuk saling memberi usulan atas regulasi yang sudah disusun panitia.

Salah satunya soal pemain junior yang wajib diturunkan saat pertandingan. Di Piala Bupati, minimal pemain junior atau usia di bawah 20 tahun, harus ada lima orang.

Begitupun saat ada pergantian. Tim boleh melakukan pergantian pemain junior maupun senior hingga pemain bon-bonan.

“Asalkan pemain junior yang ada di lapangan, wajib ada lima pemain. Tim yang menyalahi aturan ini, bakal kena kartu merah. Termasuk jika ada pemain yang memiliki dua identitas berbeda. Kita harus minimalisir agar ini tidak sampai terjadi,” beber Reza, panitia Piala Bupati Pasuruan Super League 2025.

Hal lain yang disorot oleh tim adalah aturan soal sudden death jika laga harus ditentukan lewat adu penalti.

Di turnamen ini, selama babak penyisihan, ditentukan oleh banyaknya poin yang diperoleh dari hasil laga. Nah, adu penalti hanya berlaku saat tim tembus ke semifinal.

Di adu penalti nanti, ada aturan soal sudden death. Saat adu tos-tosan, penendang ke 8 adalah penentu. Sehingga saat penendang 8 selesai, maka tim yang unggul adalah yang menang.

SAMAKAN PERSEPSI: Perwakilan dari 24 tim yang akan mengikuti Piala Bupati Pasuruan Super League 2025 mengikuti technical meeting di Aula Dispora, pagi kemarin.
SAMAKAN PERSEPSI: Perwakilan dari 24 tim yang akan mengikuti Piala Bupati Pasuruan Super League 2025 mengikuti technical meeting di Aula Dispora, pagi kemarin.

Mujiono selaku kepala Dispora Kabupaten Pasuruan mengatakan, turnamen Piala Bupati Pasuruan Super League 2025 digelar untuk membangkitkan gairah sepakbola. Ajang ini juga bertujuan untuk mencari bibit pemain.

“Karena itulah wajib ada pemain junior yang dilibatkan, meski sebenarnya Piala Bupati ini juga untuk hiburan,” beber Mujiono.

Mujiono juga menyinggung soal partisipasi penonton yang akan datang ke Stadion R Soedrasono, saat pembukaan nanti. Karena opening juga dibarengi kick off Hari Jadi Kabupaten Pasuruan ke-1096, maka diprediksi ada ada ribuan orang yang akan datang.

“Kami ingin acara berlangsung sukses. Apalagi, akan dihadiri para pejabat dan anggota legislative,” beber Mujiono. (fun)

Editor : Abdul Wahid
#Mas Rusdi #sepakbola #Piala Bupati #pemkab pasuruan #turnamen