PASURUAN, Radar Bromo-Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) sudah menentukan tuan rumah pelaksanaan lanjutan Liga 3 zona nasional.
PSSI juga sudah menggelar drawing untuk babak 80 besar. Hasilnya, hanya Persekabpas yang akan menjadi tuan rumah. Sementara Pasuruan United harus melakoni laga away ke Jawa Barat.
Kepastian tuan rumah itu diketahui setelah PSSI melakukan rapat pada 26 Maret lalu. Persekabpas ditetapkan menjadi tuan rumah Grup N. Di dalam grup ini ada empat tim lainnya yakni Persimuba Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan; PS Beltim Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung; Persetala Tanah Laut, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan; dan Mangiwang FC, Kota Makasar, Sulawesi Selatan.
Sementara satu tim lagi yakni Pasuruan United, harus rela melakoni laga away ke Jawa Barat. Tim berjuluk Laskar Santri Mbeling ini tergabung di Grup F bersama Persigar Garut; PSAB Aceh Besar; Persikasi Bekasi; Persipani Paniai, Kabupaten Paniai, Papua Tengah. Sebagai tuan rumah, Persigar Garut yang ditunjuk PSSI.
Sebelum ditetapkan PSSI, Persekabpas dan Pasuruan United sebenarnya sama-sama mengajukan diri menjadi tuan rumah. Syaratnya, tim harus menyiapkan pengamanan, tempat menginap perangkat pertandingan, medis hingga stadion.
Saat itu Persekabpas mengajukan Stadion R Soedrasono dan Stadion Untung Suropati di Kota Pasuruan sebagai stadion alternatif.
Sementara Pasuruan United sebaliknya. Yakni Stadion Untung Suropati di Kota Pasuruan sebagai venue utama, dan Stadion R Soedrasono sebagai venue alternatif. Namun PSSI-lah yang menentukan.
Sebagai tuan rumah, tentu Persekabpas mendapat sejumlah keuntungan bagi tim berjuluk Laskar Sakera.
Walaupun cost yang dikeluarkan lebih besar, manajemen Persekabpas tak menyoal.
Manajer Persekabpas Andriyanto optimistis dengan peluang timnya. Persiapan matang telah dilakukan, bahkan jauh sebelum ditunjuk menjadi tuan rumah.
Perbaikan infrastruktur stadion misalnya yang selama ini disiapkan untuk memastikan kesiapan Persekabpas bila sewaktu-waktu bakal main di kandang.
“Karena bagi kami, kesuksesan klub bukan hanya soal kemenangan dan lolos di babak-babak selanjutnya. Tetapi juga sukses sebagai tuan rumah,” terangnya.
Ia yakin sebagai tuan rumah banyak keuntungan yang akan didapat timnya. Baik dalam faktor teknis maupun nonteknis. Karena bagaimanapun effort pemain ketika berlaga dengan animo suporter memberikan suntikan mental yang penting.
“Dan secara teknis, persiapan kami juga cukup matang. Progres yang dilakukan tim pelatih sangat baik sejauh ini,” kata Andriyanto.
Terlebih timnya dalam laga yang akan bergulir April mendatang, bakal turun dengan performa yang terbaik. Evaluasi tim menghasilkan 10 pemain baru dengan skill diatas rata-rata untuk memperkuat Persekabpas. Skuad itu disiapkan untuk meladeni tim-tim lawan di Grup N.
“Dengan kombinasi pemain baru dan strategi yang akan diterapkan pelatih rasanya sangat besar peluang kita menuju kemenangan,” bebernya.
Sementara itu, Pelatih Persekabpas Subangkit mengatakan, 10 pemain direkrut untuk memenuhi kebutuhan tim. Dengan jumlah pemain sebanyak 25 orang, menurutnya sudah cukup ideal untuk mengarungi Liga 3 putaran Nasional mendatang.
“Tentu kami juga analisis kekuatan tim tim yang akan kita hadapi. Sehingga tidak menutup kemungkinan skuad yang diturunkan nanti akan banyak melakukan transisi strategi berbeda pada setiap lawan yang kami hadapi,” bebernya.
Hal senada juga diungkapkan Taufiqul Ghony, Sekretaris Persekabpas. Memang sejak Persekabpas lolos ke zona nasional, seluruh jajaran manajemen sudah menyepakati untuk mengajukan diri jadi tuan rumah. Bukan hanya di babak 80 besar.
Laskar Sakera ingin di tiap babak selalu menjadi tuan rumah.
“Kami hanya ingin mendekatkan diri dengan Sakeramania agar mereka bisa menonton Persekabpas di kandangnya sendiri,” beber Ghony.
Pria yang merupakan Kepala Dinas Lungkungan Hidup (DLH) Kota Pasuruan tersebut menambahkan, dia juga ingin menjadi tuan rumah yang baik.
Setiap tim calon lawan, juga akan disediakan lapangan untuk latihan. Sehingga saat babak 80 besar berakhir, semua tim lawan yang datang, punya kesan apik terhadap Pasuruan. Sehingga mereka punya kenangan tentang Pasuruan.
Soal calon lawan di Grup N, pastinya Persekabpas buta akan kekuatan. Sebab rata-rata dari seluruh Indonesia. Mereka adalah tim-tim terbaik di Liga 3 yang tentu ingin lolos hingga ke Liga 2.
“Tapi kami percaya dengan pelatih dan ofisial. Amunisi baru (pemarin, red) juga sudah kami rekrut. Anak-anak juga semakin nyetel,” beber Ghony.
Sementara itu, Pasuruan United juga legawa meskipun di zona nasional harus melakoni away.
Pasuruan United menyadari, Persekabpas memang lebih berpeluang tuan rumah, karena selama di zona Jatim lalu, sudah pernah menjadi tuan rumah tiga kali. Sementara Pasuruan United baru sekali.
Namun Laskar Santri Mbeling percaya, dengan komposisi baru tim saat ini, Pasuruan United semakin kuat.
“Kami ada tambahan 7 pemain baru. Mereka adalah para pemain hasil seleksi setelah zona Jatim berakhir. Komposisi baru ini menjadikan Pasuruan United semakin kuat,” beber Sugianto, Sekretaris Pasuruan United.
Adapun tujuh pemain tersebut, rata-rata adalah mereka rekrutan eks pemain tim yang pernah berlaga di zona Jatim. Karena syarat utama pemain yang direkrut, memang harus eks pemain yang pernah berlaga di regional sesama Jatim.
Untuk calon lawan, Pasuruan United juga sama. Mereka bahkan masih asing dengan penghuni di Grup F. Praktis, untuk mengetahui kekuatan can gaya permainan lawan, manajemen mengandalkan sosial media.
Untuk saat ini, manajemen Pasuruan United juga hunting tempat penginapan di Garut. Agar saat mereka bertolak ke Jawa Barat, pemain dapat tempat yang nyaman untuk istirahat. (tom/fun)
Editor : Ronald Fernando