PROBOLINGGO, Radar Bromo – Berbeda dengan Rindi dan Nindy. Ajang PON XX Papua merupakan debut Moch Salim, 26, di pentas olahraga tertinggi di Indonesia.
Meski menjalani debut, namun warga asal Jl Ikan Tongkol Kelurahan/Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, itu bertekad memberikan yang terbaik untuk kontingen Jawa Timur dan Kota Probolinggo. Ia tetap menarget raih medali.
“Karena hanya tampil untuk katehori Bolder, maka harus memberikan yang terbaik,” terang Salim saat dihubungi Jawa Pos Radar Bromo.
Anak kedua dari empat saudara itu menerangkan, kategori bolder berbeda dengan lead dan speed. Perlu stamina lebih. Sehingga, tiap ada waktu istirahat, berupaya ia manfaatkan dengan baik.
“Untuk persiapan, saya pikir sudah matang ya. Tinggal bagaimana nantinya. Saat ini, kami matangkan taktik dan juga mental,” beber pria dari pasangan Abuasan, 61 dan Tona, 59 itu.
Demi menjaga fokusnya, pria yang akrab disapa Salim itu pun jarang pulang. Sebulan hanya sekali pulang. Maksimal dua kali. “Untuk pulang sih, jarang. Hehehe. Biasanya, sebulan paling satu-dua kali. Apalagi mendekati (PON) seperti ini. Jadi fokus ke PON dulu,” bebernya.
“Saya akan berusaha sebaik mungkin. Jadi minta dukungan dan juga doanya,” imbuh Salim. (rpd/mie)
Profil Moch Salim
-Usia: 26 Tahun
-Tampil di Kategori: Bolder
-Hasil PON XIX Jabar: – (Berstatus debutan PON)
Prestasi:
-PRAPON 2019, emas boulder beregu
-Nasional climbing competion di Pinrang Sulsel perak lead perorangan dan perunggu di boulder perorangan
-Nasional climbing competition di Jakarta, emas speed clasic perorangan
-Eiger Nasional climbing competition di Bandung: Perunggu di speed clasic perorngan
-Kejurnas senior di Jogja; perak boulder beregu
-PRAPON 2015 di Bandung; emas boulder perorangan.