alexametrics
24.6 C
Probolinggo
Wednesday, 29 June 2022

Rindi Termotivasi Antarkan Jatim Juara Umum PON XX

Tiga atlet panjat tebing Kota Probolinggo bakal jadi tulang punggung kontingen Jawa Timur (Jatim) di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua. Cabang olahraga (cabor) panjat tebing jadi andalan Jatim untuk memanen medali.

————————

PROBOLINGGO, Radar Bromo Ada 3 atlet panjat tebing Kota Probolinggo yang berlaga di PON XX Papua mendatang. Di antara 3 atlet itu, Rindi Sufriyanto yang paling senior. Pengalamannya segudang.

Bahkan, pada Asian Games 2018 lalu, Rindi berhasil menyumbang emas untuk Indonesia. Pria 30 tahun itu juga optimistis bisa membawa pulang medali emas PON Papua, Oktober mendatang.

Pria yang kini tinggal di Jalan KH Hasan Gg Kiai Jawis, Kota Probolinggo, itu beterkad memperbaiki torehannya di PON sebelumnya. Kala itu ia berhasil meraih emas pada Lead Beregu. Serta perak pada nomor Lead Campuran dan Speed Relay.

“Yang jelas, untuk PON XX ini kami optimistis bisa naik podium teratas. Saya pikir itu cita-cita semua atlet. Untuk kategorinya, saya di lead dan speed. Namun, untuk kelasnya, masih belum ditentukan. Itu apa kata pelatih nantinya,” terang Rindi.

Saat ini, Rindi bersama atlet Panjat Tebing Jatim lainnya menjalani Puslatda di Kantor KONI Jatim, Jl Kertajaya Indah Timur IV/5 Kota Surabaya. Kondisi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) turut memengaruhi latihan atlet.

“Saat ini, latihannya tidak menentu. Jadi, dua hari latihan, satu hari libur. Latihannya tiap pagi dan sore, pagi dari pukul 07.00 hingga pukul 11.30 untuk sorenya pukul 15.00 hingga pukul 17.30,” tambah anak kedua dari pasangan Agus Hari Supomo, 59 dan Almarhum Juar’in.

Sejauh ini, porsi latihan yang diberikan meliputi jaga kebugaran, teknik, taktik, dan mental. “Jadi, biasanya 45 menit sebelum latihan, paginya saya pull up dan warm up, sebagai tambahan latihan. Biasanya Nindy yang sering ikut soalnya kategorinya sama. Yakni, lead dan juga speed. Berbeda dengan Salim, sebab di Bolder. Jadi, punya program latihan sendiri,” kata Rindi sambil menerangkan dua rekan atlet lain asal kota mangga yang juga sedang Puslatda untuk mempersiapkan PON XX.

Melihat persiapan yang ada, Rindi pun cukup optimistis dengan peluang kontingen Jatim. Jadi juara umum cabor panjat tebing, dinilai bukan hal mustahil yang diraih.

Kontingen Jatim untuk cabor panjat tebing sendiri cukup gemuk. “Kuota (untuk atlet) maksimal 16 orang. Dan, kami punya 15 atlet. Jumlah ini jauh dibandingkan dengan daerah lainnya yang hanya punya 7, 8, bahkan 10 atlet,” terang pria yang juga menjabat sebagai PNS di Menpora pada jabatan Pengelola Sarana Olahraga itu.

Alasan lain yang membuat Rindi optimistis, 15 atlet yang bakal turun di PON itu, juga atlet pilihan. Bahkan, tak sedikit atlet panjat tebing Jawa Timur yang kelasnya sudah internasional.

Selain itu, faktor mental dan pengalaman juga cukup menentukan. “Kami termotivasi untuk bisa menjadi juara umum (cabor panjat tebing). Mengapa demikian? Karena 3 faktor yang saya sebutkan itu,” bebernya.

Selain latihan dan kerja keras, Rindi juga menyebut, doa juga cukup penting. Lantaran itu, ia meminta dukungan warga Probolinggo dan Jatim agar cabor Jatim bisa keluar sebagai juara umum.

“Jadi, yang paling penting itu fokus pada tujuan. Sehingga dapat menghilangkan rasa bosan. Sebab, latihan rutin yang dilakukan itu-itu saja, sehingga penting menjaga tujuan agar termotivasi. Buat apa latihan, tujuannya apa dan sebagainya,” ungkapnya. (rpd/mie)

 

Profil Rindi Sufriyanto

-Usia: 30 tahun
-Tampil di Kategori: Speed dan Lead
-Hasil PON XIX Jabar: Emas lead beregu; perak lead campuran; perak speed relay

 

Prestasi Nasional

2012
-PON Riau 1 perak 1 perunggu (speed)

2013
-Kejurnas di Semarang 1 emas 1 perunggu (Speed dan lead)

2014
-Kejurnas di Aceh 1 emas, 1 perak 1 perunggu (Lead dan Speed)

2015
-Prapon di Bandung 1 emas 1 perunggu (Speed)

2016
-PON Jabar 1 emas 2 perak (Lead dam Speed)

2017
-Kejurnas di Yogyakarta 2 emas (speed dan combined)

2018
-Kejurnas di Solo 1 perak (speed)

2019
-Prapon di Surabaya 3 emas

2020 (lead, speed dan combined)
-Mini Kejurnas di Bali 1 perak 1 perunggu (speed dan combined)

 

Prestasi Internasional

2012
-Asian Championship di China 1 emas 1 perak 1 perunggu (speed dan combined)
-Asia Beach Games di China 1 emas 1 perak (speed)

2013
-Kia Word X Games di Shanghai 1 perunggu (speed)

2014
-Asian Championship di Lombok 1 perak (speed)

2015
-Kia X Games di Shanghai peringkat 4 (speed)

2017
-Asian Championship di Iran 1 emas (speed)
-World Cup 1 perunggu

2018
-Asian Games Palembang 1 emas (speed)

Tiga atlet panjat tebing Kota Probolinggo bakal jadi tulang punggung kontingen Jawa Timur (Jatim) di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua. Cabang olahraga (cabor) panjat tebing jadi andalan Jatim untuk memanen medali.

————————

PROBOLINGGO, Radar Bromo Ada 3 atlet panjat tebing Kota Probolinggo yang berlaga di PON XX Papua mendatang. Di antara 3 atlet itu, Rindi Sufriyanto yang paling senior. Pengalamannya segudang.

Bahkan, pada Asian Games 2018 lalu, Rindi berhasil menyumbang emas untuk Indonesia. Pria 30 tahun itu juga optimistis bisa membawa pulang medali emas PON Papua, Oktober mendatang.

Pria yang kini tinggal di Jalan KH Hasan Gg Kiai Jawis, Kota Probolinggo, itu beterkad memperbaiki torehannya di PON sebelumnya. Kala itu ia berhasil meraih emas pada Lead Beregu. Serta perak pada nomor Lead Campuran dan Speed Relay.

“Yang jelas, untuk PON XX ini kami optimistis bisa naik podium teratas. Saya pikir itu cita-cita semua atlet. Untuk kategorinya, saya di lead dan speed. Namun, untuk kelasnya, masih belum ditentukan. Itu apa kata pelatih nantinya,” terang Rindi.

Saat ini, Rindi bersama atlet Panjat Tebing Jatim lainnya menjalani Puslatda di Kantor KONI Jatim, Jl Kertajaya Indah Timur IV/5 Kota Surabaya. Kondisi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) turut memengaruhi latihan atlet.

“Saat ini, latihannya tidak menentu. Jadi, dua hari latihan, satu hari libur. Latihannya tiap pagi dan sore, pagi dari pukul 07.00 hingga pukul 11.30 untuk sorenya pukul 15.00 hingga pukul 17.30,” tambah anak kedua dari pasangan Agus Hari Supomo, 59 dan Almarhum Juar’in.

Sejauh ini, porsi latihan yang diberikan meliputi jaga kebugaran, teknik, taktik, dan mental. “Jadi, biasanya 45 menit sebelum latihan, paginya saya pull up dan warm up, sebagai tambahan latihan. Biasanya Nindy yang sering ikut soalnya kategorinya sama. Yakni, lead dan juga speed. Berbeda dengan Salim, sebab di Bolder. Jadi, punya program latihan sendiri,” kata Rindi sambil menerangkan dua rekan atlet lain asal kota mangga yang juga sedang Puslatda untuk mempersiapkan PON XX.

Melihat persiapan yang ada, Rindi pun cukup optimistis dengan peluang kontingen Jatim. Jadi juara umum cabor panjat tebing, dinilai bukan hal mustahil yang diraih.

Kontingen Jatim untuk cabor panjat tebing sendiri cukup gemuk. “Kuota (untuk atlet) maksimal 16 orang. Dan, kami punya 15 atlet. Jumlah ini jauh dibandingkan dengan daerah lainnya yang hanya punya 7, 8, bahkan 10 atlet,” terang pria yang juga menjabat sebagai PNS di Menpora pada jabatan Pengelola Sarana Olahraga itu.

Alasan lain yang membuat Rindi optimistis, 15 atlet yang bakal turun di PON itu, juga atlet pilihan. Bahkan, tak sedikit atlet panjat tebing Jawa Timur yang kelasnya sudah internasional.

Selain itu, faktor mental dan pengalaman juga cukup menentukan. “Kami termotivasi untuk bisa menjadi juara umum (cabor panjat tebing). Mengapa demikian? Karena 3 faktor yang saya sebutkan itu,” bebernya.

Selain latihan dan kerja keras, Rindi juga menyebut, doa juga cukup penting. Lantaran itu, ia meminta dukungan warga Probolinggo dan Jatim agar cabor Jatim bisa keluar sebagai juara umum.

“Jadi, yang paling penting itu fokus pada tujuan. Sehingga dapat menghilangkan rasa bosan. Sebab, latihan rutin yang dilakukan itu-itu saja, sehingga penting menjaga tujuan agar termotivasi. Buat apa latihan, tujuannya apa dan sebagainya,” ungkapnya. (rpd/mie)

 

Profil Rindi Sufriyanto

-Usia: 30 tahun
-Tampil di Kategori: Speed dan Lead
-Hasil PON XIX Jabar: Emas lead beregu; perak lead campuran; perak speed relay

 

Prestasi Nasional

2012
-PON Riau 1 perak 1 perunggu (speed)

2013
-Kejurnas di Semarang 1 emas 1 perunggu (Speed dan lead)

2014
-Kejurnas di Aceh 1 emas, 1 perak 1 perunggu (Lead dan Speed)

2015
-Prapon di Bandung 1 emas 1 perunggu (Speed)

2016
-PON Jabar 1 emas 2 perak (Lead dam Speed)

2017
-Kejurnas di Yogyakarta 2 emas (speed dan combined)

2018
-Kejurnas di Solo 1 perak (speed)

2019
-Prapon di Surabaya 3 emas

2020 (lead, speed dan combined)
-Mini Kejurnas di Bali 1 perak 1 perunggu (speed dan combined)

 

Prestasi Internasional

2012
-Asian Championship di China 1 emas 1 perak 1 perunggu (speed dan combined)
-Asia Beach Games di China 1 emas 1 perak (speed)

2013
-Kia Word X Games di Shanghai 1 perunggu (speed)

2014
-Asian Championship di Lombok 1 perak (speed)

2015
-Kia X Games di Shanghai peringkat 4 (speed)

2017
-Asian Championship di Iran 1 emas (speed)
-World Cup 1 perunggu

2018
-Asian Games Palembang 1 emas (speed)

MOST READ

BERITA TERBARU

/