alexametrics
24 C
Probolinggo
Tuesday, 28 June 2022

Menggila di Babak Kedua, PSPK Tantang Persedikab di 16 Besar

SIDOARJO, Radar Bromo – Satu tiket babak 16 besar Liga 3 Jatim jadi milik PSPK. Itu, setelah tim berjuluk Laskar Sakera Muda tersebut berhasil membekuk Persemag Magetan 2-1 di Stadion Delta Sidoarjo Senin sore (29/11).

Kemenangan itu tak didapat dengan mudah. Persemag yang secara statistik masih di bawah PSPK, ternyata mampu menyulitkan Siswanto cs. Tim besutan Windu Wibowo itu bahkan sempat leading di babak pertama.

Gawang PSPK yang dikawal Humaidi, kebobolan di menit ke-40 babak pertama. Gol tersebut tercipta, ketika pemain Persemag mendapatkan hadiah tendangan bebas. Bola set piece itu berhasil disundul oleh Yehezkiel Hilkie.

Ketinggalan satu gol saat turun minum, membuat arek-arek Laskar Sakera Muda terlecut. “Rek, sek enek waktu 45 menit. Ayo mbales. (Teman, masih ada waktu 45 menit (babak kedua). Ayo balas),” ujar Joko Suprianto, wakil kapten PSPK saat jeda, menyemangati teman-temannya. “Rezekine awak dewe, teko sikile awak dewe. (Rezeki kita, dari kaki kita sendiri),” imbuh defender berjuluk Badak Jawa itu.

Istirahat babak kedua dan pergantian strategi di ujung babak pertama, rupanya jadi angin segar bagi PSPK. Usai turun minum, tim dengan warna kebesaran hijau-hitam itu tampil trengginas.

Hanya dalam kurun waktu 6 menit di awal babak kedua, PSPK sudah mampu berbalik unggul. Diawali di menit ke-47. Bermula dari tendangan bebas yang dilesatkan Siswanto, defender PSPK Vigo Dwi Mei berhasil menyambut dengan heading tajam. Bola akhirnya berhasil merobek gawang Persemag. Skor 1-1.

Gol itu kian melecut semangat arek-arek PSPK. Selang empat menit kemudian atau menit 51, Aslan Wais atau Juninho jadi supersub. Ia yang masuk menggantikan Azizul, berhasil membuat PSPK berganti unggul 2-1.

SIDOARJO, Radar Bromo – Satu tiket babak 16 besar Liga 3 Jatim jadi milik PSPK. Itu, setelah tim berjuluk Laskar Sakera Muda tersebut berhasil membekuk Persemag Magetan 2-1 di Stadion Delta Sidoarjo Senin sore (29/11).

Kemenangan itu tak didapat dengan mudah. Persemag yang secara statistik masih di bawah PSPK, ternyata mampu menyulitkan Siswanto cs. Tim besutan Windu Wibowo itu bahkan sempat leading di babak pertama.

Gawang PSPK yang dikawal Humaidi, kebobolan di menit ke-40 babak pertama. Gol tersebut tercipta, ketika pemain Persemag mendapatkan hadiah tendangan bebas. Bola set piece itu berhasil disundul oleh Yehezkiel Hilkie.

Ketinggalan satu gol saat turun minum, membuat arek-arek Laskar Sakera Muda terlecut. “Rek, sek enek waktu 45 menit. Ayo mbales. (Teman, masih ada waktu 45 menit (babak kedua). Ayo balas),” ujar Joko Suprianto, wakil kapten PSPK saat jeda, menyemangati teman-temannya. “Rezekine awak dewe, teko sikile awak dewe. (Rezeki kita, dari kaki kita sendiri),” imbuh defender berjuluk Badak Jawa itu.

Istirahat babak kedua dan pergantian strategi di ujung babak pertama, rupanya jadi angin segar bagi PSPK. Usai turun minum, tim dengan warna kebesaran hijau-hitam itu tampil trengginas.

Hanya dalam kurun waktu 6 menit di awal babak kedua, PSPK sudah mampu berbalik unggul. Diawali di menit ke-47. Bermula dari tendangan bebas yang dilesatkan Siswanto, defender PSPK Vigo Dwi Mei berhasil menyambut dengan heading tajam. Bola akhirnya berhasil merobek gawang Persemag. Skor 1-1.

Gol itu kian melecut semangat arek-arek PSPK. Selang empat menit kemudian atau menit 51, Aslan Wais atau Juninho jadi supersub. Ia yang masuk menggantikan Azizul, berhasil membuat PSPK berganti unggul 2-1.

MOST READ

BERITA TERBARU

/