alexametrics
30.5 C
Probolinggo
Sunday, 3 July 2022

Suropati Race 2022 Tour de Pasuruan; Keliling Kota lalu Lahap Tanjakan Bromo

PASURUAN, Radar Bromo-Sebelum adu balap berlangsung, ratusan cyclist lebih dahulu bersepeda santai mengelilingi Kota Pasuruan. Fun bike ditempuh dengan jarak sekitar 15 kilometer. Para cyclist bersepeda dengan kecepatan sekitar 20 kilometer per jam.

Mereka menikmati suasana kota pagi hari. Udara masih sejuk. Matahari belum begitu terik. Warga kota juga antusias menyambut kedatangan para cyclist dari berbagai daerah di Indonesia itu. Mereka bangga bisa menjadi tuan rumah dalam ajang balap sepeda yang cukup bergengsi.

“Senang sudah mulai banyak event-event seperti ini, suasananya kembali ramai setelah dua tahun sepi nggak pernah ada apa-apa,” kata Nanik, warga Kelurahan Bukir, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan.

Dari titik pemberangkatan di GOR Untung Suropati Kota Pasuruan, ratusan cyclist itu memang lebih dulu mengelilingi kota. Kawasan Sentra Mebel Bukir menjadi lokasi pertama yang dilintasi. Setelah itu, para peserta menuju ke kawasan utara.

Mereka diajak menikmati spot-spot heritage dan potensi lokal lainnya di kota santri ini. Meliputi beberapa bangunan megah dan klasik. Seperti Rumah Singa, Hotel Darussalam, Kelenteng Tjoe Tik Kiong, Bosto, hingga kawasan pelabuhan. Ratusan peserta mengayuh sepedanya dengan sangat santai.

Mereka terlihat begitu menikmati bangunan-bangunan kolosal yang ada. Dari pelabuhan, mereka kembali menuju selatan dan melewati Gedung Harmonie di Jalan Pahlawan. Gedung yang menjadi salah satu cagar budaya itu juga banyak menarik perhatian peserta.

Mereka mengaku takjub Kota Pasuruan punya bangunan semegah itu. Kokoh dan elegan dengan balutan warna putih dominan.

PASURUAN, Radar Bromo-Sebelum adu balap berlangsung, ratusan cyclist lebih dahulu bersepeda santai mengelilingi Kota Pasuruan. Fun bike ditempuh dengan jarak sekitar 15 kilometer. Para cyclist bersepeda dengan kecepatan sekitar 20 kilometer per jam.

Mereka menikmati suasana kota pagi hari. Udara masih sejuk. Matahari belum begitu terik. Warga kota juga antusias menyambut kedatangan para cyclist dari berbagai daerah di Indonesia itu. Mereka bangga bisa menjadi tuan rumah dalam ajang balap sepeda yang cukup bergengsi.

“Senang sudah mulai banyak event-event seperti ini, suasananya kembali ramai setelah dua tahun sepi nggak pernah ada apa-apa,” kata Nanik, warga Kelurahan Bukir, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan.

Dari titik pemberangkatan di GOR Untung Suropati Kota Pasuruan, ratusan cyclist itu memang lebih dulu mengelilingi kota. Kawasan Sentra Mebel Bukir menjadi lokasi pertama yang dilintasi. Setelah itu, para peserta menuju ke kawasan utara.

Mereka diajak menikmati spot-spot heritage dan potensi lokal lainnya di kota santri ini. Meliputi beberapa bangunan megah dan klasik. Seperti Rumah Singa, Hotel Darussalam, Kelenteng Tjoe Tik Kiong, Bosto, hingga kawasan pelabuhan. Ratusan peserta mengayuh sepedanya dengan sangat santai.

Mereka terlihat begitu menikmati bangunan-bangunan kolosal yang ada. Dari pelabuhan, mereka kembali menuju selatan dan melewati Gedung Harmonie di Jalan Pahlawan. Gedung yang menjadi salah satu cagar budaya itu juga banyak menarik perhatian peserta.

Mereka mengaku takjub Kota Pasuruan punya bangunan semegah itu. Kokoh dan elegan dengan balutan warna putih dominan.

MOST READ

BERITA TERBARU

/