alexametrics
25.9 C
Probolinggo
Friday, 27 May 2022

Anggaran Pembinaan Anjlok, Cabor di Kab Pasuruan Gundah

BANGIL, Radar Bromo – Sejumlah cabang olahraga (cabor) di Kabupaten Pasuruan tengah waswas menyongsong Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim tahun ini. Sebab, saat ada turnamen besar, alokasi anggaran untuk cabor malah turun.

Apalagi, penurunan yang terjadi tidaklah sedikit. Bahkan, ada yang sampai 50 persen. Kekhawatiran itu seperti yang dirasakan cabor Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Kabupaten Pasuruan. Menurut Ketua PTMSI Kabupaten Pasuruan Furqon, persiapan menghadapi ajang Porprov Jatim sudah dilakukan. Hanya saja, belum bisa maksimal. Lantaran anggaran untuk pembinaan dari KONI Kabupaten Pasuruan belum turun hingga saat ini.

Padahal, kebutuhan untuk pembinaan atlet tidaklah sedikit. Untuk konsumsi, transportasi, dan biaya lain cukup tinggi. “Sementara, ya menggunakan dana talangan,” ujarnya.

Ia menambahkan, anggaran yang disiapkan KONI untuk PTMSI, diproyeksikan tidak setinggi tahun 2021 lalu. Dana pembinaan 2021 mencapai kisaran Rp 40 juta. Sementara, 2022 diproyeksikan hanya Rp 20 juta.

Pengurangan sebesar 50 persen tersebut, jelas berdampak terhadap pembinaan atlet. Terlebih menghadapi Porprov Jatim. Karena, agenda untuk uji coba, bisa terevaluasi, mengingat minimnya ketersediaan dana.

“Kami butuh peralatan olahraga yang menunjang. Butuh uji coba dengan daerah lain. Dengan penurunan anggaran itu, tentu bisa berpengaruh terhadap agenda kami dalam mempersiapkan diri menghadapi Porprov,” imbuhnya.

Padahal, target tahun ini lebih tinggi. Setidaknya, bisa meraih perak. Naik peringkat dibandingkan Porprov sebelumnya, yang meraih perunggu.

BANGIL, Radar Bromo – Sejumlah cabang olahraga (cabor) di Kabupaten Pasuruan tengah waswas menyongsong Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim tahun ini. Sebab, saat ada turnamen besar, alokasi anggaran untuk cabor malah turun.

Apalagi, penurunan yang terjadi tidaklah sedikit. Bahkan, ada yang sampai 50 persen. Kekhawatiran itu seperti yang dirasakan cabor Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Kabupaten Pasuruan. Menurut Ketua PTMSI Kabupaten Pasuruan Furqon, persiapan menghadapi ajang Porprov Jatim sudah dilakukan. Hanya saja, belum bisa maksimal. Lantaran anggaran untuk pembinaan dari KONI Kabupaten Pasuruan belum turun hingga saat ini.

Padahal, kebutuhan untuk pembinaan atlet tidaklah sedikit. Untuk konsumsi, transportasi, dan biaya lain cukup tinggi. “Sementara, ya menggunakan dana talangan,” ujarnya.

Ia menambahkan, anggaran yang disiapkan KONI untuk PTMSI, diproyeksikan tidak setinggi tahun 2021 lalu. Dana pembinaan 2021 mencapai kisaran Rp 40 juta. Sementara, 2022 diproyeksikan hanya Rp 20 juta.

Pengurangan sebesar 50 persen tersebut, jelas berdampak terhadap pembinaan atlet. Terlebih menghadapi Porprov Jatim. Karena, agenda untuk uji coba, bisa terevaluasi, mengingat minimnya ketersediaan dana.

“Kami butuh peralatan olahraga yang menunjang. Butuh uji coba dengan daerah lain. Dengan penurunan anggaran itu, tentu bisa berpengaruh terhadap agenda kami dalam mempersiapkan diri menghadapi Porprov,” imbuhnya.

Padahal, target tahun ini lebih tinggi. Setidaknya, bisa meraih perak. Naik peringkat dibandingkan Porprov sebelumnya, yang meraih perunggu.

MOST READ

BERITA TERBARU

/