alexametrics
24.5 C
Probolinggo
Friday, 27 May 2022

Berawal dari Meja Biliar untuk Bayar Utang

PASURUAN, Radar Bromo Ditentang dan diremehkan. Inilah yang pertama kali dirasakan Mona Johan, saat suaminya mendukung Emilia Putri Rahmanda dan Anabella Putri Yohana untuk terjun di olahraga biliar.

Bahkan tentangan itu datang dari pihak keluarga mereka sendiri. Ini karena biliar identik dengan dunia malam. Biliar juga disebut-sebut, tak memiliki masa depan.

Tapi, keputusan almarhum Johan Suhartono, dinilai Mona, tidak salah. Almarhum suaminya yang kekeh, kini dirasakan dampaknya. Karena Anna dan Amel sangat serius berlatih dan kini berpeluang mengharumkan nama negara di ajang internasional.

Kakak-Beradik Putri asal Pasuruan Meniti Prestasi dari Meja Biliar

“Tujuan almarhum suami saya waktu itu, memang ingin membuat Anna dan Amel menjadi atlet. Apalagi saat itu sudah mengetahui bahwa biliar adalah cabang olahraga prospektif,” beber Mona.

Wanita yang juga menjadi ofisial tim POBSI Jatim saat PON Papua tersebut mengakui, sejatinya tidak ada kesengajaan akan dua anaknya menekuni biliar. Termasuk suaminya sekalipun.

Mona mengingat, perkenalan dia dan suaminya akan meja biliar, juga tak sengaja. Saat itu sekitar tahun 2011, ada seorang kawannya yang berutang. Karena tidak sanggup membayar, alhasil kawannya memberikan meja biliar. Ukurannya kecil. “Meja yang biasa direntalkan pakai koin,” kenang Mona.

PASURUAN, Radar Bromo Ditentang dan diremehkan. Inilah yang pertama kali dirasakan Mona Johan, saat suaminya mendukung Emilia Putri Rahmanda dan Anabella Putri Yohana untuk terjun di olahraga biliar.

Bahkan tentangan itu datang dari pihak keluarga mereka sendiri. Ini karena biliar identik dengan dunia malam. Biliar juga disebut-sebut, tak memiliki masa depan.

Tapi, keputusan almarhum Johan Suhartono, dinilai Mona, tidak salah. Almarhum suaminya yang kekeh, kini dirasakan dampaknya. Karena Anna dan Amel sangat serius berlatih dan kini berpeluang mengharumkan nama negara di ajang internasional.

Kakak-Beradik Putri asal Pasuruan Meniti Prestasi dari Meja Biliar

“Tujuan almarhum suami saya waktu itu, memang ingin membuat Anna dan Amel menjadi atlet. Apalagi saat itu sudah mengetahui bahwa biliar adalah cabang olahraga prospektif,” beber Mona.

Wanita yang juga menjadi ofisial tim POBSI Jatim saat PON Papua tersebut mengakui, sejatinya tidak ada kesengajaan akan dua anaknya menekuni biliar. Termasuk suaminya sekalipun.

Mona mengingat, perkenalan dia dan suaminya akan meja biliar, juga tak sengaja. Saat itu sekitar tahun 2011, ada seorang kawannya yang berutang. Karena tidak sanggup membayar, alhasil kawannya memberikan meja biliar. Ukurannya kecil. “Meja yang biasa direntalkan pakai koin,” kenang Mona.

MOST READ

BERITA TERBARU

/