Ini Kriteria Pelatih dan Pemain Persekabpas Versi Suporter

BANGIL – Liga Tiga memang belum digulirkan. Namun, antusiasme suporter untuk melihat perubahan pada tim Persekabpas bermunculan.

Salah satunya datang dari Ketua Suporter Persekabpas Pasuruan Komet Siamat. Ia menyampaikan, persiapan untuk menyongsong Liga Tiga harus segera dilakukan. Baik penunjukan pelatih ataupun seleksi pemain.

Kebijakan pembatasan usia pada Liga Tiga, menurutnya, jelas akan menyulitkan tim kebanggaan warga Kabupaten Pasuruan untuk berkiprah lebih baik lagi. Karena itu, persiapan sedini mungkin perlu dilakukan.

“Perlu selektivitas pemain yang baik. Dan, jangan hanya mengandalkan pemain Porprov. Karena itu akan berat. Harus ada pemain dengan kualitas pilihan,” desak Komet –panggilannya-.

Komet menambahkan, penunjukan pelatih juga harus selektif. Manajemen ataupun Askab jangan asal menunjuk pelatih. Karena permainan tim akan sangat dipengaruhi oleh sang arsitek yakni pelatih.

“Kami masih ingat pada 2017. Meski dana cekak, tapi bisa tembus babak delapan besar nasional. Jangan sampai dana tinggi, malah tim jeblok. Kasian manajer baru nanti,” tandasnya.

Pihaknya juga meminta agar pecinta sepak bola dari unsur suporter dilibatkan. Supaya, bisa memberi masukan yang tujuannya tak lain untuk kemajuan tim.

Manager Persekabpas Pasuruan Suryono Pane mengaku, persiapan menyongsong liga tiga memang akan dilakukan. Dalam waktu dekat ini, rapat dengan Askab akan dilakukan.

Termasuk untuk menentukan siapa yang akan menjadi pelatih Persekabpas. “Tergantung Askab seperti apa. Yang jelas, kalau kami berusaha untuk memilih yang terbaik. Khususnya dari putra daerah,” tandasnya.

Bukan hanya pelatih, tetapi juga soal pemain. Menurutnya, pemain Porprov tidak menjamin bisa masuk skuad Persekabpas.

“Kami upayakan pemain dan pelatih diambil dari putra daerah. Tapi, tidak menutup kemungkinan mengambil dari luar Kabupaten Pasuruan. Selama kualitasnya bagus dan melebihi putra daerah, bisa saja kami ambil,” imbuhnya.

Pihaknya pun mempersilakan suporter memberikan masukan. Namun, kebijakannya bergantung Askab dan Manajemen Persekabpas. “Boleh, suporter ikut, tapi cuma memberi masukan. Karena soal teknisnya bergantung Askab nanti,” jelasnya. (one/hn)