alexametrics
25.8 C
Probolinggo
Monday, 23 May 2022

Pemain Liga Ikut Berlaga, Liga Ramadan Kian Seru  

PASURUAN, Radar Bromo – Turnamen Liga Ramadan Kartar Mbah Ghozali 2022 kian menarik. Pekan lalu, mantan-mantan pemain Persekap dan Persekabpas telah turun bertanding. Pekan ini, giliran bintang-bintang belia yang ambil bagian. Masih moncer. Mereka tengah jeda dari klub. Ikut tampil di Petahunan Stadium, Kota Pasuruan. Gengsi dan tensi turnamen pun meninggi. Tambah ramai.

Agies Armediansyah, salah satunya. Striker utama Persekap Kota Pasuruan itu bergabung dengan tim PSP Legend.  ”Senang ada turnamen seperti ini. Bisa jaga fisik sekaligus ngabuburit,” tutur top scorer (7 gol) dalam penyisihan Grup L Liga 3 Jatim pada 2021 lalu itu.

Pertandingan pertama Agies berlangsung Sabtu (23/4). Dia mencetak satu gol di menit-menit awal. Gol cepat. Lawan PSP sore itu ialah Krapyak FC. Laga kedua tim berlangsung sengit. PSP Legend mengandalkan pengalaman. Ketenangan bermain.

GOL NGABUBURIT: Agies Armediansyah menjebol gawang Krapyak FC dalam Liga Ramadan di Petahunan Stadium Sabtu sore (23/4).

Tim yang dikapteni oleh Yulianto Eko Wahyudi itu memang ditopang pemain-pemain senior. Rata-rata 35 tahun ke atas. Mantan-mantan Persekap. Di antaranya, Bayu Handika, Advan Syamil, dan Kalon Moriera. Bahkan, ada pula mantan pemain timnas Zaenal Ichwan yang kini menjadi pelatih di Aris Budi Soccer Academy (ABSA).

Salah satu siswanya adalah Rama Daniel. Center back di Krapyak FC. Alhasil, laga PSP Legend versus Krapyak FC sore itu beraroma pertandingan antara guru dan murid. Skuad Krapyak FC memang disokong pemain-pemain muda. Mereka mengandalkan kecepatan dan skill tinggi. Berani benturan. Kuat duel.

Salah seorang pemain belakang PSP Legend pun keteteran. Lelah dan haus. Tapi, dia bingung. Bagaimana ya enaknya. Mau mokel tidak mungkin. Kelihatan minum juga malu. Wong seluruh mata penonton terus mecicil ke lapangan. Kenal semua lagi. ”Nggak wis. Kudu kuat. Mesisan Magrib,” ujarnya saat jeda babak pertama.

Laga memang berlangsung panas. Kekuatan imbang. Wasit Samsul Efendi sampai berkali-kali meniup peluit pelanggaran. ”Priiiiit.” Wasit berusia 27 tahun itu harus jeli. Terus mengikuti kecepatan lari para pemain selama memimpin pertandingan. Harus jeli. Punya stamina tinggi.

Penentu olahraga tim adalah kekompakan. Kerja sama. Nah, skill, kecepatan, dan keberanian Krapyak FC kurang didukung dengan teamwork yang apik. Mereka terbukti mampu membalas ketinggalan dengan gol Hendrik. Imbang 1-1. Namun, pada menit-menit akhir babak kedua, striker PSP Legend Yuslan mencetak gol penutup. Skor 2-1. Usai sudah.

Minggu (24/4), pertandingan berikutnya mempertemukan Lembut FC kontra LCO FC. Tidak kalah sengit. Laga kian menggigit. Banjir gol. Itu terjadi karena Lembut FC merekrut pemain-pemain muda yang lagi bersinar. Ada Iqbal. Dia pemain Persewangi, Banyuwangi. Juga ada M.Yanuar Ardani, ujung tombak Persekabpas. Ada pula Haqiqi, pemain mungil asal Purworejo yang menjadi bintang dalam Liga Tarkam 2021 lalu. Gesit. Lincah. Berbahaya.

SKILL INDIVIDU: Aksi Iqbal, pemain Persewangi, melewati defender LCO FC di Petahunan Stadium Minggu (24/4).

Ketiganya tampil beringas. Seolah main di klub liga saja. Sejak menit awal, Lembut FC terus mengoyak pertahanan LCO FC. Tempo tinggi. Skill mumpuni. Semua lini hidup. Dari defender, midfielder, sampai forwarder mencengkeram habis lini belakang lawan. Tusukan tajam. Tembakan dari luar kotak penalti bertubi-tubi. Umpan-umpan lambung berhamburan. Silih berganti. Stamina anak-anak muda itu prima. Rata-rata memang belum 20 tahun. Antara sedang puasa atau tidak seperti sama saja.

Masih babak pertama, Lembut FC telah menghunjamkan empat gol. Tanpa balas. Serbuan baru berhenti sampai tercetak tujuh gol. Peluit akhir dibunyikan.  Dani hattrick dengan tiga gol.  Faisal 2 gol. Hadi juga 2 gol. Lembut FC pun memainkan semua pemain cadangannya. Sampai 11 orang juga. Rata main semua. LCO FC sempat membalas satu gol lewat tendangan bebas. Skor berakhir 7-1.

Pada Sabtu (30/4) mendatang, Lembut FC bertemu PSP Legend. Itu semifinal kedua. Semifinal pertama dihelat pada Jumat (29/4) antara Wirogunan FC melawan Bukir United. Wirogunan FC dipimpin Amir Mahmud alias Banteng, kapten Persekabpas di Liga 3 Jatim. Ada pun Bukir United disangga tiga pilar Persekap. Togok, Yoko, dan Wahyu. Pasti seru. (far)

 

 

PASURUAN, Radar Bromo – Turnamen Liga Ramadan Kartar Mbah Ghozali 2022 kian menarik. Pekan lalu, mantan-mantan pemain Persekap dan Persekabpas telah turun bertanding. Pekan ini, giliran bintang-bintang belia yang ambil bagian. Masih moncer. Mereka tengah jeda dari klub. Ikut tampil di Petahunan Stadium, Kota Pasuruan. Gengsi dan tensi turnamen pun meninggi. Tambah ramai.

Agies Armediansyah, salah satunya. Striker utama Persekap Kota Pasuruan itu bergabung dengan tim PSP Legend.  ”Senang ada turnamen seperti ini. Bisa jaga fisik sekaligus ngabuburit,” tutur top scorer (7 gol) dalam penyisihan Grup L Liga 3 Jatim pada 2021 lalu itu.

Pertandingan pertama Agies berlangsung Sabtu (23/4). Dia mencetak satu gol di menit-menit awal. Gol cepat. Lawan PSP sore itu ialah Krapyak FC. Laga kedua tim berlangsung sengit. PSP Legend mengandalkan pengalaman. Ketenangan bermain.

GOL NGABUBURIT: Agies Armediansyah menjebol gawang Krapyak FC dalam Liga Ramadan di Petahunan Stadium Sabtu sore (23/4).

Tim yang dikapteni oleh Yulianto Eko Wahyudi itu memang ditopang pemain-pemain senior. Rata-rata 35 tahun ke atas. Mantan-mantan Persekap. Di antaranya, Bayu Handika, Advan Syamil, dan Kalon Moriera. Bahkan, ada pula mantan pemain timnas Zaenal Ichwan yang kini menjadi pelatih di Aris Budi Soccer Academy (ABSA).

Salah satu siswanya adalah Rama Daniel. Center back di Krapyak FC. Alhasil, laga PSP Legend versus Krapyak FC sore itu beraroma pertandingan antara guru dan murid. Skuad Krapyak FC memang disokong pemain-pemain muda. Mereka mengandalkan kecepatan dan skill tinggi. Berani benturan. Kuat duel.

Salah seorang pemain belakang PSP Legend pun keteteran. Lelah dan haus. Tapi, dia bingung. Bagaimana ya enaknya. Mau mokel tidak mungkin. Kelihatan minum juga malu. Wong seluruh mata penonton terus mecicil ke lapangan. Kenal semua lagi. ”Nggak wis. Kudu kuat. Mesisan Magrib,” ujarnya saat jeda babak pertama.

Laga memang berlangsung panas. Kekuatan imbang. Wasit Samsul Efendi sampai berkali-kali meniup peluit pelanggaran. ”Priiiiit.” Wasit berusia 27 tahun itu harus jeli. Terus mengikuti kecepatan lari para pemain selama memimpin pertandingan. Harus jeli. Punya stamina tinggi.

Penentu olahraga tim adalah kekompakan. Kerja sama. Nah, skill, kecepatan, dan keberanian Krapyak FC kurang didukung dengan teamwork yang apik. Mereka terbukti mampu membalas ketinggalan dengan gol Hendrik. Imbang 1-1. Namun, pada menit-menit akhir babak kedua, striker PSP Legend Yuslan mencetak gol penutup. Skor 2-1. Usai sudah.

Minggu (24/4), pertandingan berikutnya mempertemukan Lembut FC kontra LCO FC. Tidak kalah sengit. Laga kian menggigit. Banjir gol. Itu terjadi karena Lembut FC merekrut pemain-pemain muda yang lagi bersinar. Ada Iqbal. Dia pemain Persewangi, Banyuwangi. Juga ada M.Yanuar Ardani, ujung tombak Persekabpas. Ada pula Haqiqi, pemain mungil asal Purworejo yang menjadi bintang dalam Liga Tarkam 2021 lalu. Gesit. Lincah. Berbahaya.

SKILL INDIVIDU: Aksi Iqbal, pemain Persewangi, melewati defender LCO FC di Petahunan Stadium Minggu (24/4).

Ketiganya tampil beringas. Seolah main di klub liga saja. Sejak menit awal, Lembut FC terus mengoyak pertahanan LCO FC. Tempo tinggi. Skill mumpuni. Semua lini hidup. Dari defender, midfielder, sampai forwarder mencengkeram habis lini belakang lawan. Tusukan tajam. Tembakan dari luar kotak penalti bertubi-tubi. Umpan-umpan lambung berhamburan. Silih berganti. Stamina anak-anak muda itu prima. Rata-rata memang belum 20 tahun. Antara sedang puasa atau tidak seperti sama saja.

Masih babak pertama, Lembut FC telah menghunjamkan empat gol. Tanpa balas. Serbuan baru berhenti sampai tercetak tujuh gol. Peluit akhir dibunyikan.  Dani hattrick dengan tiga gol.  Faisal 2 gol. Hadi juga 2 gol. Lembut FC pun memainkan semua pemain cadangannya. Sampai 11 orang juga. Rata main semua. LCO FC sempat membalas satu gol lewat tendangan bebas. Skor berakhir 7-1.

Pada Sabtu (30/4) mendatang, Lembut FC bertemu PSP Legend. Itu semifinal kedua. Semifinal pertama dihelat pada Jumat (29/4) antara Wirogunan FC melawan Bukir United. Wirogunan FC dipimpin Amir Mahmud alias Banteng, kapten Persekabpas di Liga 3 Jatim. Ada pun Bukir United disangga tiga pilar Persekap. Togok, Yoko, dan Wahyu. Pasti seru. (far)

 

 

MOST READ

BERITA TERBARU

/