30 C
Probolinggo
Sunday, May 28, 2023

Cabor-Cabor di Pasuruan-Probolinggo Atur Strategi selama Ramadan

PUASA bukan jadi kendala bagi atlet-atlet di Pasuruan-Probolinggo untuk mengejar prestasi. Agar persiapan sejumlah kejuaraan tetap intens, sejumlah cabang olahraga (cabor) pun mengatur strategi. Agar para atlet tetap bisa menjalankan ibadah dan fokus berlatih.

Tiap Ramadan, selalu jadi tantangan tersendiri bagi para atlet. Terutama atlet yang olahraganya mengandalkan kekuatan fisik. Lantaran itu, sejumlah cabor pun menyiapkan strategi khusus tiap datangnya Ramadan.

Agar latihan bisa tetap jalan, tanpa mengganggu ibadah atlet. Ada cabor yang memilih latihan malam setelah salat tarawih. Ada juga, cabor yang menggelar latihan di sore hari, sambil ngabuburit, menunggu waktu untuk berbuka puasa.

Cabor tinju di Kota Probolinggo misalnya. Atlet-atlet tinju tetap berlatih sore hari, sambil menunggu waktu untuk berbuka puasa. Ada tiga tempat latihan dalam waktu bersamaan. Yaitu, SMKN 4 Kota, SMAN 3 Kota, dan SMPN 5 Kota. Di tiap tempat, ada 1 pelatihnya.

Baca Juga:  Kabupaten Pasuruan Incar Lima Besar Porprov Jatim 2022

Ketua Persatuan Tinju Amatir (Pertina) Kota Probolinggo Heri Susanto menjelaskan, saat ini atlet-atletnya tengah serius menyiapkan diri untuk turun di ajang pekan olahraga provinsi (porprov). ”Jadi, selama Ramadan, tetap latihan sore hari. Supaya tidak mengganggu puasa, latihan digelar sore pukul 15.30,” katanya Jumat (24/3).

Heri menerangkan, latihan tinju memang menguras tenaga. Lantaran itu, selama Ramadan, latihannya tidak terlalu diforsir pada fisik. Tetapi, lebih fokus tekniknya. Sehingga, atlet yang ikuti latihan tidak sampai kehabisan tenaga. ”Pelatih juga imbau terkait makanan sahur dan buka puasa para atlet. Sehingga, daya tahan atlet tetap terjaga,” imbuhnya.

Strategi berbeda dilakukan Perkumpulan Binaraga Fitness Indonesia (PBFI) Kabupaten Probolinggo. Mereka memilih latihan selama Ramadan digelar usai salat Tarawih.

Baca Juga:  KONI Kota Probolinggo Apresiasi Insan Olahraga  

PUASA bukan jadi kendala bagi atlet-atlet di Pasuruan-Probolinggo untuk mengejar prestasi. Agar persiapan sejumlah kejuaraan tetap intens, sejumlah cabang olahraga (cabor) pun mengatur strategi. Agar para atlet tetap bisa menjalankan ibadah dan fokus berlatih.

Tiap Ramadan, selalu jadi tantangan tersendiri bagi para atlet. Terutama atlet yang olahraganya mengandalkan kekuatan fisik. Lantaran itu, sejumlah cabor pun menyiapkan strategi khusus tiap datangnya Ramadan.

Agar latihan bisa tetap jalan, tanpa mengganggu ibadah atlet. Ada cabor yang memilih latihan malam setelah salat tarawih. Ada juga, cabor yang menggelar latihan di sore hari, sambil ngabuburit, menunggu waktu untuk berbuka puasa.

Cabor tinju di Kota Probolinggo misalnya. Atlet-atlet tinju tetap berlatih sore hari, sambil menunggu waktu untuk berbuka puasa. Ada tiga tempat latihan dalam waktu bersamaan. Yaitu, SMKN 4 Kota, SMAN 3 Kota, dan SMPN 5 Kota. Di tiap tempat, ada 1 pelatihnya.

Baca Juga:  Butuh Rp 4 Miliar untuk Tambah Lintasan Atletik di Stadion Pogar

Ketua Persatuan Tinju Amatir (Pertina) Kota Probolinggo Heri Susanto menjelaskan, saat ini atlet-atletnya tengah serius menyiapkan diri untuk turun di ajang pekan olahraga provinsi (porprov). ”Jadi, selama Ramadan, tetap latihan sore hari. Supaya tidak mengganggu puasa, latihan digelar sore pukul 15.30,” katanya Jumat (24/3).

Heri menerangkan, latihan tinju memang menguras tenaga. Lantaran itu, selama Ramadan, latihannya tidak terlalu diforsir pada fisik. Tetapi, lebih fokus tekniknya. Sehingga, atlet yang ikuti latihan tidak sampai kehabisan tenaga. ”Pelatih juga imbau terkait makanan sahur dan buka puasa para atlet. Sehingga, daya tahan atlet tetap terjaga,” imbuhnya.

Strategi berbeda dilakukan Perkumpulan Binaraga Fitness Indonesia (PBFI) Kabupaten Probolinggo. Mereka memilih latihan selama Ramadan digelar usai salat Tarawih.

Baca Juga:  Persekabpas Jr Absen di Soeratin Cup, Askab Disorot

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru