27.7 C
Probolinggo
Sunday, March 26, 2023

Binaraga Kota Pasuruan Tancap Gas usai “Mati Suri”

Kemelut di tubuh KONI benar-benar tak memengaruhi atlet-atlet binaraga Kota Pasuruan untuk terus mengukir prestasi. Mereka semakin produktif menambah pundi-pundi medali.

========================================================

AJANG The Corerage yang digelar di Maspion Square, Surabaya, jadi pembuktian terbaru atlet-atlet binaraga Kota Pasuruan. Tujuh atlet andalan PBFI –induk cabor binaraga- kembali memborong medali.

Mereka ialah Jamal di kelas men’s fitness, Davi dan Ges di kelas junior men’s fitness, Arif Wicaksono di kelas men’s sport phisique dan Mr Jatim.

Sementara, tiga binaraga perempuan juga tak ketinggalan. Ada Indah yang menjadi juara 3 di kelas woman sport phisique. Kemudian, Anggi juara 4 di kelas woman sport physique dan May juara 4 di kelas woman fitness model.

Ketua PBFI Kota Pasuruan Akhmad Ghozi mengaku bangga dengan konsistensi para atletnya yang bisa terus menorehkan prestasi. Menurutnya, keberhasilan pembinaan atlet memang harus diukur melalui kompetisi. Sehingga cabor bisa mengevaluasi apa saja yang perlu di-upgrade dari atletnya.

Baca Juga:  Kirim 141 Atlet di Porprov, Kab Probolinggo Target 13 Emas

“Karena itu, hampir setiap pekan kalau ada kompetisi, kami selalu berusaha untuk mengirim atlet. Dan Alhamdulillah, kerja keras pelatih dan konsistensi atlet cukup terlihat,” katanya.

Dalam kompetisi yang dilangsungkan 18 September lalu, PBFI sebenarnya mengirim sembilan atlet. Hanya dua yang gagal meraih medali.

Dalam sebulan terakhir, Ghozi menyebut pihaknya sudah mengirim atletnya pada tiga kompetisi yang berbeda. Sebelum The Corerage Surabaya, para atlet binaraga itu juga memboyong medali pada event Men of Steel Surabaya dan Chopper Bandung.

Ghozi mengatakan, geliat atlet binaraga semakin tinggi meski cabor itu sempat mati suri. Karena itu, pembinaan bakal terus dilakukan secara berjenjang.

“Pasti ada evaluasi. Apa yang masih kurang kami benahi, mungkin dari aspek latihannya atau menjaga pola makan dan sebagainya. Dan sebaliknya, ketika ada yang prestasinya menonjol, kelas yang diikuti dalam kompetisi juga harus upgrade,” jelasnya. (tom/mie)

Baca Juga:  Kota Pasuruan Bersiap Jadi Tuan Rumah Kejurnas Binaraga

Kemelut di tubuh KONI benar-benar tak memengaruhi atlet-atlet binaraga Kota Pasuruan untuk terus mengukir prestasi. Mereka semakin produktif menambah pundi-pundi medali.

========================================================

AJANG The Corerage yang digelar di Maspion Square, Surabaya, jadi pembuktian terbaru atlet-atlet binaraga Kota Pasuruan. Tujuh atlet andalan PBFI –induk cabor binaraga- kembali memborong medali.

Mereka ialah Jamal di kelas men’s fitness, Davi dan Ges di kelas junior men’s fitness, Arif Wicaksono di kelas men’s sport phisique dan Mr Jatim.

Sementara, tiga binaraga perempuan juga tak ketinggalan. Ada Indah yang menjadi juara 3 di kelas woman sport phisique. Kemudian, Anggi juara 4 di kelas woman sport physique dan May juara 4 di kelas woman fitness model.

Ketua PBFI Kota Pasuruan Akhmad Ghozi mengaku bangga dengan konsistensi para atletnya yang bisa terus menorehkan prestasi. Menurutnya, keberhasilan pembinaan atlet memang harus diukur melalui kompetisi. Sehingga cabor bisa mengevaluasi apa saja yang perlu di-upgrade dari atletnya.

Baca Juga:  Mendominasi, Binaragawan Kota Pasuruan Borong 9 Medali

“Karena itu, hampir setiap pekan kalau ada kompetisi, kami selalu berusaha untuk mengirim atlet. Dan Alhamdulillah, kerja keras pelatih dan konsistensi atlet cukup terlihat,” katanya.

Dalam kompetisi yang dilangsungkan 18 September lalu, PBFI sebenarnya mengirim sembilan atlet. Hanya dua yang gagal meraih medali.

Dalam sebulan terakhir, Ghozi menyebut pihaknya sudah mengirim atletnya pada tiga kompetisi yang berbeda. Sebelum The Corerage Surabaya, para atlet binaraga itu juga memboyong medali pada event Men of Steel Surabaya dan Chopper Bandung.

Ghozi mengatakan, geliat atlet binaraga semakin tinggi meski cabor itu sempat mati suri. Karena itu, pembinaan bakal terus dilakukan secara berjenjang.

“Pasti ada evaluasi. Apa yang masih kurang kami benahi, mungkin dari aspek latihannya atau menjaga pola makan dan sebagainya. Dan sebaliknya, ketika ada yang prestasinya menonjol, kelas yang diikuti dalam kompetisi juga harus upgrade,” jelasnya. (tom/mie)

Baca Juga:  Kota Pasuruan Bersiap Jadi Tuan Rumah Kejurnas Binaraga

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru