alexametrics
25.6 C
Probolinggo
Thursday, 18 August 2022

Lika-liku Suryono Pane di Sepak Bola; dari Penjual Tiket Jadi Presiden Klub

BEJI, Radar BromoTransformasi Afa Syailendra menjadi Pasuruan United tak lepas dari sosok Suryono Pane. Pemilik Kopi Langit itu, berhasil membeli klub eks Persema 1953 tersebut.

“Sultan” asal Beji itu bukanlah sosok yang asing dengan dunia sepak bola. Meski bukan maniak sepak bola, namun ia banyak terlibat dengan dunia sepak bola di Pasuruan.

Sebelum menjadi Presiden Klub Pasuruan United, Pane merupakan suporter Persekabpas Pasuruan. Bahkan, ia pernah didapuk menjadi Korwil Sakeramania Beji era kejayaan Persekabpas Pasuruan, sekitar tahun 2006 silam. Pada era yang sama, ia juga kerap kebagian tugas untuk menjadi penjual tiket Persekabpas.

“Saya memang bukan maniak bola. Tapi, pengetahuan tentang bola, khususnya Persekabpas Pasuruan cukuplah. Saya sering menjadi saksi kala tim kebanggaan Sakeramania berlaga,” ungkap owner klub Grasstrack and Motor Cross EJM SP Wong Deso tersebut.

Tak hanya menjadi penonton. Bahkan, pada 2018 dan 2019, ia menjadi bagian dari Persekabpas Pasuruan, setelah didapuk sebagai manajer tim. Ia pernah membawa Persekabpas Pasuruan nangkring di peringkat dua Zona Jatim. Serta masuk Zona Jawa. Meski akhirnya tersisih.

Ia pun pernah ikut membongkar kasus mafia bola. Menyusul kekalahan Persekabpas dari Banjarnegara yang ditengarai banyak permainan. Itu merupakan salah satu laga penting. Karena menjadi tiket untuk bisa menembus nasional Liga 3.

Dua tahun kemudian, Pane kembali menakhodai tim sepak bola Pasuruan. Kali ini, PSPK Pasuruan yang dimanajemeninya. Menurut Pane, pada tahun 2021, itu sebenarnya ia sudah melayangkan negosiasi untuk menggawangi Persekabpas Pasuruan.

BEJI, Radar BromoTransformasi Afa Syailendra menjadi Pasuruan United tak lepas dari sosok Suryono Pane. Pemilik Kopi Langit itu, berhasil membeli klub eks Persema 1953 tersebut.

“Sultan” asal Beji itu bukanlah sosok yang asing dengan dunia sepak bola. Meski bukan maniak sepak bola, namun ia banyak terlibat dengan dunia sepak bola di Pasuruan.

Sebelum menjadi Presiden Klub Pasuruan United, Pane merupakan suporter Persekabpas Pasuruan. Bahkan, ia pernah didapuk menjadi Korwil Sakeramania Beji era kejayaan Persekabpas Pasuruan, sekitar tahun 2006 silam. Pada era yang sama, ia juga kerap kebagian tugas untuk menjadi penjual tiket Persekabpas.

“Saya memang bukan maniak bola. Tapi, pengetahuan tentang bola, khususnya Persekabpas Pasuruan cukuplah. Saya sering menjadi saksi kala tim kebanggaan Sakeramania berlaga,” ungkap owner klub Grasstrack and Motor Cross EJM SP Wong Deso tersebut.

Tak hanya menjadi penonton. Bahkan, pada 2018 dan 2019, ia menjadi bagian dari Persekabpas Pasuruan, setelah didapuk sebagai manajer tim. Ia pernah membawa Persekabpas Pasuruan nangkring di peringkat dua Zona Jatim. Serta masuk Zona Jawa. Meski akhirnya tersisih.

Ia pun pernah ikut membongkar kasus mafia bola. Menyusul kekalahan Persekabpas dari Banjarnegara yang ditengarai banyak permainan. Itu merupakan salah satu laga penting. Karena menjadi tiket untuk bisa menembus nasional Liga 3.

Dua tahun kemudian, Pane kembali menakhodai tim sepak bola Pasuruan. Kali ini, PSPK Pasuruan yang dimanajemeninya. Menurut Pane, pada tahun 2021, itu sebenarnya ia sudah melayangkan negosiasi untuk menggawangi Persekabpas Pasuruan.

MOST READ

BERITA TERBARU

/