alexametrics
25.2 C
Probolinggo
Sunday, 26 June 2022

Terimbas Refocusing Covid, Dana Hibah KONI Kota Pasuruan Berkurang

PASURUAN, Radar Bromo – Setelah mengakhiri konflik kepengurusan, KONI Kota Pasuruan akhirnya mengajukan dana hibah. Namun, besaran dana yang bakal diberikan Pemkot Pasuruan tampaknya lebih sedikit ketimbang yang direncanakan semula. Karena, ada kebutuhan untuk penanganan pandemi Covid-19.

Ketua KONI Kota Pasuruan Gangsar Sulistyarso mengaku sudah mengajukan dana hibah itu ke Disparpora beberapa waktu lalu. Pihaknya juga sudah melengkapi sejumlah persyaratan yang semestinya dipenuhi dalam pengajuan itu. “Sudah kami lengkapi semua dokumen-dokumennya,” kata Gangsar, kemarin (20/8).

Menurutnya, setelah pengajuan itu memang ada dokumen yang perlu diperbaiki. Yakni, pakta integritas yang kini harus berupa surat pernyataan.

Selain itu, Gangsar mengatakan, dana hibah KONI juga berkurang. Semula, dana hibah yang disiapkan pemkot senilai Rp 3,4 miliar. Tetapi, nominalnya kini menjadi Rp 2,42 miliar. “Setelah kami ajukan, tahapan yang selanjutnya menjadi ranah pemkot,” terang Gangsar.

Dia memastikan, setelah dana hibah itu cair, pihaknya langsung mendistribusikan ke cabor-cabor. Sebab, kata Gangsar, Meskipun tidak ada event kejuaraan karena pandemi, tetapi pembinaan atlet di setiap cabor harus tetap berjalan. Tahun ini, ada 29 cabor yang akan mendapat kucuran anggaran melalui KONI.

“Ada perubahan juga karena kebutuhan Covid-19, jadi dikurangi lagi. Dari Rp 3,4 miliar sekarang menjadi Rp 2,242 miliar,” katanya.

Dia juga menjelaskan besaran anggaran untuk setiap cabor berbeda satu sama lain. Apa pertimbangannya? Gangsar mengaku, KONI menerapkan sistem skoring dalam menentukan besaran anggaran masing-masing cabor. “Karena KONI ini kan membawahi olahraga prestasi, maka kami lakukan skoring dengan berpedoman pada AD ART masing-masing cabor,” ujarnya.

Ada beberapa parameter dalam skoring itu. Di antaranya jumlah klub di tiap cabor, jumlah atlet di tiap klub. Kemudian juga jumlah atlet yang mengikuti pemusatan latihan. Hingga catatan prestasi cabor dalam setahun.

Catatan prestasi ini dikhususkan untuk capaian atlet yang mengikuti kejuaraan wajib. “Jadi, kami lihat masing-masing cabor dalam setahun itu, medali yang diraih apa saja,” bebernya.

PASURUAN, Radar Bromo – Setelah mengakhiri konflik kepengurusan, KONI Kota Pasuruan akhirnya mengajukan dana hibah. Namun, besaran dana yang bakal diberikan Pemkot Pasuruan tampaknya lebih sedikit ketimbang yang direncanakan semula. Karena, ada kebutuhan untuk penanganan pandemi Covid-19.

Ketua KONI Kota Pasuruan Gangsar Sulistyarso mengaku sudah mengajukan dana hibah itu ke Disparpora beberapa waktu lalu. Pihaknya juga sudah melengkapi sejumlah persyaratan yang semestinya dipenuhi dalam pengajuan itu. “Sudah kami lengkapi semua dokumen-dokumennya,” kata Gangsar, kemarin (20/8).

Menurutnya, setelah pengajuan itu memang ada dokumen yang perlu diperbaiki. Yakni, pakta integritas yang kini harus berupa surat pernyataan.

Selain itu, Gangsar mengatakan, dana hibah KONI juga berkurang. Semula, dana hibah yang disiapkan pemkot senilai Rp 3,4 miliar. Tetapi, nominalnya kini menjadi Rp 2,42 miliar. “Setelah kami ajukan, tahapan yang selanjutnya menjadi ranah pemkot,” terang Gangsar.

Dia memastikan, setelah dana hibah itu cair, pihaknya langsung mendistribusikan ke cabor-cabor. Sebab, kata Gangsar, Meskipun tidak ada event kejuaraan karena pandemi, tetapi pembinaan atlet di setiap cabor harus tetap berjalan. Tahun ini, ada 29 cabor yang akan mendapat kucuran anggaran melalui KONI.

“Ada perubahan juga karena kebutuhan Covid-19, jadi dikurangi lagi. Dari Rp 3,4 miliar sekarang menjadi Rp 2,242 miliar,” katanya.

Dia juga menjelaskan besaran anggaran untuk setiap cabor berbeda satu sama lain. Apa pertimbangannya? Gangsar mengaku, KONI menerapkan sistem skoring dalam menentukan besaran anggaran masing-masing cabor. “Karena KONI ini kan membawahi olahraga prestasi, maka kami lakukan skoring dengan berpedoman pada AD ART masing-masing cabor,” ujarnya.

Ada beberapa parameter dalam skoring itu. Di antaranya jumlah klub di tiap cabor, jumlah atlet di tiap klub. Kemudian juga jumlah atlet yang mengikuti pemusatan latihan. Hingga catatan prestasi cabor dalam setahun.

Catatan prestasi ini dikhususkan untuk capaian atlet yang mengikuti kejuaraan wajib. “Jadi, kami lihat masing-masing cabor dalam setahun itu, medali yang diraih apa saja,” bebernya.

MOST READ

BERITA TERBARU

/