Denda dari Komdis PSSI Ancam Eksistensi Persipro 54

MAYANGAN, Radar Bromo – Eksistensi Persipro 54 terancam. Itu, jika denda dari Komisi Disiplin PSSI Provinsi Jawa Timur terhadap Persipro 54 tidak dibayar.

Sekretaris Persipro 54 Slamet R mengatakan terkait sanksi tanpa suporter, baik di laga kandang maupun tandang sudah dilakoni. “Sanksi tanpa suporter tersebut tidak mengganggu Liga 3 Jatim. Sebab, sanksi tidak boleh tanding satu kali di kandang tanpa suporter sudah selesai,” ujarnya.

Disinggung mengenai denda Rp 15 juta, Slamet mengatakan, pihaknya masih terus berunding. Diketahui sanksi itu dijatuhkan karena kericuhan ketika Persipro 54 menjamu Pesid Jember, Sabtu (5/10). Dari denda Rp 15 juta itu, Rp 5 juta karena kericuhan hingga terjadi pemukulan di tengah lapangan, sedangkan Rp 10 juta karena ada suporter yang masuk ke lapangan. “Untuk denda Rp 15 juta itu kami masih proses perundingan,” ujar Slamet.

Slamet mengaku masih menunggu keputusan dari hasil perundingan yang dilakukan. Menurutnya, pihaknya akan berupaya semaksimal mungkin agar Pesipro 54 tetap eksis. Sebab, jika tidak, tepaksa Persipro 54 tidak bisa ikut dalam liga. Kecuali diizinkan berganti nama seperti sebelumnya. “Kami beharap dukungan moral untuk skuad Laskar Minak Jinggo terus bergulir, sehingga prestasi yang ada dapat ditingkatkan,” ujarnya. (rpd/rud)