24.7 C
Probolinggo
Sunday, November 27, 2022

Akhir Tahun Uang Pembinaan Lima Cabor di Kota Pasuruan Belum Cair

PASURUAN, Radar Bromo – Belum semua cabang olahraga (cabor) di Kota Pasuruan menerima uang pembinaan. Padahal, sudah mendekati akhir tahun anggaran 2022. KONI setempat bahkan belum bisa memastikan soal pencarian dana tersebut.

Ketua KONI Kota Pasuruan Gangsar Sulistyarso mengatakan, dari 31 cabang olahraga memang menyisakan lima yang belum mendapat uang pembinaan. Seperti PSSI, bridge, sambo (Samo borona bez oruzhija atau bela diri tanpa senjata), petanque, dan ISSI.

KONI sendiri mengajukan anggaran Rp 900 juta. Alokasinya untuk pembinaan 31 cabang olahraga dari total keseluruhan anggaran KONI tahun 2022 yang mencapai Rp2,68 miliar. “Sampai sekarang ada lima cabor itu yang belum dapat uang pembinaan,“ kata Gangsar.

Dia menjelaskan, dari alokasi anggaran Rp 900 juta itu, yang sudah dicairkan sebesar Rp 673 juta. Artinya, sebagian besar anggaran tersebut sudah didistribusikan ke cabang-cabang olahraga. Proses pencairannya bahkan sudah dilakukan Juni lalu. Sementara sisa uang pembinaan untuk lima cabor belum juga bisa dicairkan.

Sebabnya, terkendala aturan. Menurut Gangsar, ada klausul yang tidak berbeda antara naskah perjanjian hibah daerah (NPHD) dengan Perwali Nomor 16/2021. Dalam Perwali, tidak diwajibkan lampiran bukti pengeluaran. Tetapi, dalam NPHD dokumen itu diperlukan.

“Sehingga kami akhirnya perlu meminta surat pertanggungjawaban kepada cabor-cabor yang sudah mendapatkan uang pembinaan untuk mengusulkan kembali ke pemkot,“ katanya.

PASURUAN, Radar Bromo – Belum semua cabang olahraga (cabor) di Kota Pasuruan menerima uang pembinaan. Padahal, sudah mendekati akhir tahun anggaran 2022. KONI setempat bahkan belum bisa memastikan soal pencarian dana tersebut.

Ketua KONI Kota Pasuruan Gangsar Sulistyarso mengatakan, dari 31 cabang olahraga memang menyisakan lima yang belum mendapat uang pembinaan. Seperti PSSI, bridge, sambo (Samo borona bez oruzhija atau bela diri tanpa senjata), petanque, dan ISSI.

KONI sendiri mengajukan anggaran Rp 900 juta. Alokasinya untuk pembinaan 31 cabang olahraga dari total keseluruhan anggaran KONI tahun 2022 yang mencapai Rp2,68 miliar. “Sampai sekarang ada lima cabor itu yang belum dapat uang pembinaan,“ kata Gangsar.

Dia menjelaskan, dari alokasi anggaran Rp 900 juta itu, yang sudah dicairkan sebesar Rp 673 juta. Artinya, sebagian besar anggaran tersebut sudah didistribusikan ke cabang-cabang olahraga. Proses pencairannya bahkan sudah dilakukan Juni lalu. Sementara sisa uang pembinaan untuk lima cabor belum juga bisa dicairkan.

Sebabnya, terkendala aturan. Menurut Gangsar, ada klausul yang tidak berbeda antara naskah perjanjian hibah daerah (NPHD) dengan Perwali Nomor 16/2021. Dalam Perwali, tidak diwajibkan lampiran bukti pengeluaran. Tetapi, dalam NPHD dokumen itu diperlukan.

“Sehingga kami akhirnya perlu meminta surat pertanggungjawaban kepada cabor-cabor yang sudah mendapatkan uang pembinaan untuk mengusulkan kembali ke pemkot,“ katanya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/