alexametrics
25.8 C
Probolinggo
Monday, 23 May 2022

Cabor di Kota Pasuruan Curi Start Gelar Pemusatan Latihan Mandiri

KONI Kota Pasuruan memang sudah membidik 15 cabang olahraga yang bakal diturunkan dalam ajang Porprov Jawa Timur tahun ini. Tetapi, dengan anggaran hibah yang cukup cekak, KONI harus selektif memilih atlet yang akan diberangkatkan. Sementara beberapa cabang olahraga mulai mencuri start demi menyiapkan kejuaraan olahraga empat tahun sekali tersebut.

—————–

Sepuluh atlet Shorinji Kempo bahkan sudah memulai pemusatan latihan mandiri sejak September 2021 lalu. Mereka bukan wajah baru dalam olahraga bela diri.

Pada Porprov Jawa Timur 2019 lalu, sepuluh kenshi –sebutan untuk atlet kempo- itu juga sudah berjuang demi nama kota santri. Hasilnya, cukup memuaskan. Mereka berhasil membawa pulang masing-masing satu medali emas, perak, dan perunggu.

Ketua Perkemi (induk cabor kempo) Kota Pasuruan Joko Listyono mengungkapkan, program pemusatan latihan selama ini masih difokuskan untuk melatih fisik atlet. Antara lain dengan memperbanyak intensitas latihan beban dan jogging. “Karena program kami saat ini masih menggarap endurance (daya tahan) dan strenght (kekuatan),” kata Joko.

Dia bilang, dua hal itu cukup penting dalam olahraga bela diri. Dia harus memastikan atletnya memiliki stamina yang cukup baik. Agar performanya saat bertanding bisa maksimal. “Di samping itu, juga tetap kami beri porsi untuk mengikuti tryout maupun kejuaraan,” kata Joko.

Misalnya saja dalam Kejurprov Kempo Jawa Timur akhir 2021 lalu. Empat kenshi yang bertanding berhasil menyabet tiga perunggu dan satu perak. Hal itu membuktikan, para kenshi yang bakal diturunkan dalam Porprov Jawa Timur Juni mendatang, sudah punya jam terbang yang cukup dalam bertanding.

“Sekarang masih parsial, 70 persen lebih banyak latihan fisik. Sedangkan penajaman teknik juga tetap ada, tapi porsinya lebih sedikit,” kata Joko.

KONI Kota Pasuruan memang sudah membidik 15 cabang olahraga yang bakal diturunkan dalam ajang Porprov Jawa Timur tahun ini. Tetapi, dengan anggaran hibah yang cukup cekak, KONI harus selektif memilih atlet yang akan diberangkatkan. Sementara beberapa cabang olahraga mulai mencuri start demi menyiapkan kejuaraan olahraga empat tahun sekali tersebut.

—————–

Sepuluh atlet Shorinji Kempo bahkan sudah memulai pemusatan latihan mandiri sejak September 2021 lalu. Mereka bukan wajah baru dalam olahraga bela diri.

Pada Porprov Jawa Timur 2019 lalu, sepuluh kenshi –sebutan untuk atlet kempo- itu juga sudah berjuang demi nama kota santri. Hasilnya, cukup memuaskan. Mereka berhasil membawa pulang masing-masing satu medali emas, perak, dan perunggu.

Ketua Perkemi (induk cabor kempo) Kota Pasuruan Joko Listyono mengungkapkan, program pemusatan latihan selama ini masih difokuskan untuk melatih fisik atlet. Antara lain dengan memperbanyak intensitas latihan beban dan jogging. “Karena program kami saat ini masih menggarap endurance (daya tahan) dan strenght (kekuatan),” kata Joko.

Dia bilang, dua hal itu cukup penting dalam olahraga bela diri. Dia harus memastikan atletnya memiliki stamina yang cukup baik. Agar performanya saat bertanding bisa maksimal. “Di samping itu, juga tetap kami beri porsi untuk mengikuti tryout maupun kejuaraan,” kata Joko.

Misalnya saja dalam Kejurprov Kempo Jawa Timur akhir 2021 lalu. Empat kenshi yang bertanding berhasil menyabet tiga perunggu dan satu perak. Hal itu membuktikan, para kenshi yang bakal diturunkan dalam Porprov Jawa Timur Juni mendatang, sudah punya jam terbang yang cukup dalam bertanding.

“Sekarang masih parsial, 70 persen lebih banyak latihan fisik. Sedangkan penajaman teknik juga tetap ada, tapi porsinya lebih sedikit,” kata Joko.

MOST READ

BERITA TERBARU

/