Dana Hibah KONI Dikepras, Ada Dua Anggaran yang Tak Disetujui

DIDANAI APBD: Tim sepakbola Porprov Kota Pasuruan saat berlaga melawan tim Suryanaga. Cabang olahraga sepakbola juga mendapat kucuran dana dari KONI. (Mokhamad Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

PASURUAN – Pemkot Pasuruan tahun ini mengepras dana hibah untuk KONI Kota Pasuruan. Dana hanya diberikan untuk pembinaan atlet.

Ketua KONI Kota Pasuruan Sugeng Pradikto membenarkan bahwa dana hibah yang diterima tahun ini lebih kecil dibandingkan tahun lalu. Pada 2018, Pemkot mengucurkan hibah untuk menunjang prestasi atlet melalui KONI sebesar Rp 10 miliar.

“Tahun ini memang nominalnya menurun jika dibandingkan dengan sebelumnya. Dana hibah yang akan kami terima untuk tahun ini sudah ditetapkan besarnya Rp 7,9 miliar,” kata Sugeng.

Ia membeberkan, menurunnya hibah itu dikarenakan ada beberapa anggaran yang tak disetujui pemerintah. Sebelumnya, pihaknya telah mengusulkan anggaran yang akan diproyeksikan untuk tiga sektor.

Pertama, hibah yang akan diterima akan digunakan sebagai dana pembinaan di setiap cabor. Selain itu, juga untuk dana pembiayaan kegiatan-kegiatan yang rutin digelar cabor, seperti kejuaraan tingkat kota (kejurkot). Serta, bantuan peralatan yang dibutuhkan masing-masing cabor.

“Nah, menurunnya, dana hibah untuk tahun ini dikarenakan ada beberapa anggaran yang tidak disetujui. Seperti dana kegiatan tidak ada, bantuan peralatan juga ditiadakan,” ujar Sugeng.

Kendati demikian, pihaknya memastikan dana pembinaan atlet tetap ada. Besarnya untuk setiap cabor pun tak berkurang dibanding tahun sebelumnya. Nantinya, dana pembinaan itu akan disampaikan melalui 27 cabor yang terdaftar di Kota Pasuruan.

“Dengan skala prioritas 22 cabor yang mengikuti Porprov,” jelasnya. (tom/hn/fun)