alexametrics
31.9 C
Probolinggo
Thursday, 29 July 2021

Dua Atlet Anggar Kota Probolinggo Incar Medali PON XX

Cabang Olahraga (cabor) anggar jadi salah satu andalan kontingen Jawa Timur saat berlaga di Pekan Olahraga Nasional (PON). Tiap edisi, selalu meraih medali. Torehan itu sebagian besar andil dari atlet-atlet Probolinggo. Di PON XX mendatang, ada 2 atlet anggar kota mangga yang berlaga.

——————

BUAH jatuh tak jauh dari pohonnya. Pepatah itu tepat ditujukan pada Salsa Billah. Kiprahnya menjadi atlet anggar, tak lepas dari sosok sang ayah. Yakni, Achmad Junaidi, yang merupakan eks striker tajam yang pernah memperkuat sejumlah tim kondang sepak bola tanah air.

Berawal dari sang ayah itulah, Salsa merintis jalan jadi atlet. “Awalnya saya sebenarnya ingin mendaftarkan putri saya ini masuk voli,” ujar Junaidi.

Namun, pada suatu kesempatan, ia bertemu Fathullah. Pelatih anggar Probolinggo itu melihat postur Salsa yang tinggi, sejatinya sangat pas untuk bermain anggar. Dari situlah, Salsa lantas diikutkan latihan anggar.

Rupanya prediksi Kang Tole –sapaan akrab Fathullah- itu sangat tepat. Prestasi Salsa di dunia anggar terus terkerek. Hingga pada 2016 lalu, Salsa terpilih untuk memperkuat Jawa Timur di ajang pesta olahraga terakbar di Indonesia itu.

Dalam debut PON-nya itu, Salsa membantu tim beregu sabel putri menyabet medali perunggu. Bersama seniornya, Diah Permatasari; rekan sebayanya, Anis Puspika Dewi; serta atlet asal Surabaya, Maria.

Di ajang PON XX di Papua mendatang, nama Salsa kembali dipilih. Atlet 22 tahun itu saat ini sudah mengikuti pemusatan latihan di Surabaya.

Saat dihubungi Jawa Pos Radar Bromo, Salsa mengaku persiapan yang dilakukannya sudah cukup matang. Meski program latihan terganggu pandemi, namun fasilitas yang diberikan KONI Jatim cukup komplet.

Ia mengaku, porsi latihan sedikit berkurang karena kondisi pandemi. Serta Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. “Latihannya setiap hari. Libur weekend saja. Latihan pagi dari pukul 05.30 sampai pukul 08.00. Untuk sorenya mulai pukul 15.30 sampai pukul 17.30,” kata Salsa.

Di kala tren kasus Covid kian naik seperti beberapa hari terakhir, KONI Jatim pun cukup ketat melakukan pengawasan pada atlet. “Bentuk perhatian KONI mulai dari arena latihan steril, kelengkapan cabor terpenuhi. Ada juga uang saku bulanan sampai gizi atlet sangat diperhatikan,” imbuhnya.

Dengan persiapan yang cukup matang, Salsa pun cukup optimistis, cabor anggar bisa kembali menyumbang medali di PON mendatang. “Minta doa dan dukungan untuk para atlet Jawa Timur yang akan bertarung di PON PAPUA XX 2021 agar membawa pulang medali,” harap Salsa.

 

Anis Incar Emas

Semangat memburu medali juga tertanam dalam diri Anis Puspika Dewi. Atlet putri 23 tahun itu kini juga menjalani pemusatan latihan daerah (Puslatda) di Jalan Lidah Wetan, Lakarsantri, Surabaya.

Perempuan asal Jalan Semeru, Kelurahan Triwung Kidul, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, itu menerangkan, adanya PPKM Darurat membuat atlet tak bisa pulang untuk sementara waktu.

“Biasanya setiap minggu pulang pas weekend. Tapi, karena PPKM ini, jadi tidak bisa pulang. Dan lagi, ada sejumlah pengetatan prokes (protokol kesehatan). Baik saat latihan dan juga berada di asrama. Sehingga, baru bisa pulang ketika PPKM berakhir,” kata anak bungsu dari dua bersaudara itu.

Dalam PON di Jabar lalu, Puput yang satu grup bersama Salsa, sumbang medali perunggu untuk Jatim. Nah, torehan itu berharap bisa dilampaui di ajang PON kali ini. “Dengan sejumlah latihan yang sudah dijalani jauh sebelumnya, doakan semoga kami bisa merebut medali emas,” harap Puput. (rpd/mie)

Cabang Olahraga (cabor) anggar jadi salah satu andalan kontingen Jawa Timur saat berlaga di Pekan Olahraga Nasional (PON). Tiap edisi, selalu meraih medali. Torehan itu sebagian besar andil dari atlet-atlet Probolinggo. Di PON XX mendatang, ada 2 atlet anggar kota mangga yang berlaga.

——————

BUAH jatuh tak jauh dari pohonnya. Pepatah itu tepat ditujukan pada Salsa Billah. Kiprahnya menjadi atlet anggar, tak lepas dari sosok sang ayah. Yakni, Achmad Junaidi, yang merupakan eks striker tajam yang pernah memperkuat sejumlah tim kondang sepak bola tanah air.

Berawal dari sang ayah itulah, Salsa merintis jalan jadi atlet. “Awalnya saya sebenarnya ingin mendaftarkan putri saya ini masuk voli,” ujar Junaidi.

Namun, pada suatu kesempatan, ia bertemu Fathullah. Pelatih anggar Probolinggo itu melihat postur Salsa yang tinggi, sejatinya sangat pas untuk bermain anggar. Dari situlah, Salsa lantas diikutkan latihan anggar.

Rupanya prediksi Kang Tole –sapaan akrab Fathullah- itu sangat tepat. Prestasi Salsa di dunia anggar terus terkerek. Hingga pada 2016 lalu, Salsa terpilih untuk memperkuat Jawa Timur di ajang pesta olahraga terakbar di Indonesia itu.

Dalam debut PON-nya itu, Salsa membantu tim beregu sabel putri menyabet medali perunggu. Bersama seniornya, Diah Permatasari; rekan sebayanya, Anis Puspika Dewi; serta atlet asal Surabaya, Maria.

Di ajang PON XX di Papua mendatang, nama Salsa kembali dipilih. Atlet 22 tahun itu saat ini sudah mengikuti pemusatan latihan di Surabaya.

Saat dihubungi Jawa Pos Radar Bromo, Salsa mengaku persiapan yang dilakukannya sudah cukup matang. Meski program latihan terganggu pandemi, namun fasilitas yang diberikan KONI Jatim cukup komplet.

Ia mengaku, porsi latihan sedikit berkurang karena kondisi pandemi. Serta Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. “Latihannya setiap hari. Libur weekend saja. Latihan pagi dari pukul 05.30 sampai pukul 08.00. Untuk sorenya mulai pukul 15.30 sampai pukul 17.30,” kata Salsa.

Di kala tren kasus Covid kian naik seperti beberapa hari terakhir, KONI Jatim pun cukup ketat melakukan pengawasan pada atlet. “Bentuk perhatian KONI mulai dari arena latihan steril, kelengkapan cabor terpenuhi. Ada juga uang saku bulanan sampai gizi atlet sangat diperhatikan,” imbuhnya.

Dengan persiapan yang cukup matang, Salsa pun cukup optimistis, cabor anggar bisa kembali menyumbang medali di PON mendatang. “Minta doa dan dukungan untuk para atlet Jawa Timur yang akan bertarung di PON PAPUA XX 2021 agar membawa pulang medali,” harap Salsa.

 

Anis Incar Emas

Semangat memburu medali juga tertanam dalam diri Anis Puspika Dewi. Atlet putri 23 tahun itu kini juga menjalani pemusatan latihan daerah (Puslatda) di Jalan Lidah Wetan, Lakarsantri, Surabaya.

Perempuan asal Jalan Semeru, Kelurahan Triwung Kidul, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, itu menerangkan, adanya PPKM Darurat membuat atlet tak bisa pulang untuk sementara waktu.

“Biasanya setiap minggu pulang pas weekend. Tapi, karena PPKM ini, jadi tidak bisa pulang. Dan lagi, ada sejumlah pengetatan prokes (protokol kesehatan). Baik saat latihan dan juga berada di asrama. Sehingga, baru bisa pulang ketika PPKM berakhir,” kata anak bungsu dari dua bersaudara itu.

Dalam PON di Jabar lalu, Puput yang satu grup bersama Salsa, sumbang medali perunggu untuk Jatim. Nah, torehan itu berharap bisa dilampaui di ajang PON kali ini. “Dengan sejumlah latihan yang sudah dijalani jauh sebelumnya, doakan semoga kami bisa merebut medali emas,” harap Puput. (rpd/mie)

MOST READ

BERITA TERBARU