alexametrics
24.5 C
Probolinggo
Wednesday, 6 July 2022

Persekabpas Terancam Absen Liga 3 bila Tak Temukan Investor

BANGIL, Radar Bromo–Persekabpas Pasuruan terancam absen di Liga 3 musim ini. Itu akan terjadi seandainya tidak ada investor yang menanamkan modalnya untuk mengarungi Liga 3 tahun ini.

Betapa tidak, anggaran dari pemerintah daerah sangatlah minim. Support KONI Kabupaten Pasuruan untuk Askab Pasuruan hanya Rp 450 juta tahun ini. Dana itu bukan hanya untuk menyokong Persekabpas. Tetapi juga untuk 50 klub di Kabupaten Pasuruan.

Ketua KONI Kabupaten Pasuruan Moch. Mulyadi mengungkapkan, tahun 2022, KONI Kabupaten Pasuruan mendapat anggaran senilai Rp 2,5 miliar untuk pembinaan puluhan cabor di Kabupaten Pasuruan. Sebanyak 30 persennya disalurkan untuk Askab Pasuruan. Yaitu, Rp 450 juta.

“Anggaran paling tinggi memang untuk cabor sepak bola. Cabor lain pun kerap iri dengan Askab Pasuruan,” ungkap Mulyadi.

Namun, anggaran itu tidaklah cukup. Terutama untuk Persekabpas mengarungi Liga 3 tahun ini. Karena itu, dibutuhkan investor bagi Persekabpas agar bisa merumput di Liga 3.

Sekretaris Askab Pasuruan Syamsudin menyebut,  Persekabpas akan mengalami kesulitan mengarungi laga Liga 3 tahun ini, jika tidak mendapat sokongan pendanaan dari investor. Sebab, sokongan dana dari KONI Kabupaten Pasuruan sangatlah terbatas.

Ia merincikan, tahun 2022 ini KONI Kabupaten Pasuruan hanya mengalokasikan dana Rp 450 juta untuk PSSI Kabupaten Pasuruan atau Askab Pasuruan. Padahal, dana tersebut difungsikan tidak hanya untuk Persekabpas Pasuruan. Tetapi, juga untuk pembinaan pesepak bola usia dini, muda, hingga remaja. Termasuk pula pembinaan klub-klub di Kabupaten Pasuruan sebanyak 50 klub.

BANGIL, Radar Bromo–Persekabpas Pasuruan terancam absen di Liga 3 musim ini. Itu akan terjadi seandainya tidak ada investor yang menanamkan modalnya untuk mengarungi Liga 3 tahun ini.

Betapa tidak, anggaran dari pemerintah daerah sangatlah minim. Support KONI Kabupaten Pasuruan untuk Askab Pasuruan hanya Rp 450 juta tahun ini. Dana itu bukan hanya untuk menyokong Persekabpas. Tetapi juga untuk 50 klub di Kabupaten Pasuruan.

Ketua KONI Kabupaten Pasuruan Moch. Mulyadi mengungkapkan, tahun 2022, KONI Kabupaten Pasuruan mendapat anggaran senilai Rp 2,5 miliar untuk pembinaan puluhan cabor di Kabupaten Pasuruan. Sebanyak 30 persennya disalurkan untuk Askab Pasuruan. Yaitu, Rp 450 juta.

“Anggaran paling tinggi memang untuk cabor sepak bola. Cabor lain pun kerap iri dengan Askab Pasuruan,” ungkap Mulyadi.

Namun, anggaran itu tidaklah cukup. Terutama untuk Persekabpas mengarungi Liga 3 tahun ini. Karena itu, dibutuhkan investor bagi Persekabpas agar bisa merumput di Liga 3.

Sekretaris Askab Pasuruan Syamsudin menyebut,  Persekabpas akan mengalami kesulitan mengarungi laga Liga 3 tahun ini, jika tidak mendapat sokongan pendanaan dari investor. Sebab, sokongan dana dari KONI Kabupaten Pasuruan sangatlah terbatas.

Ia merincikan, tahun 2022 ini KONI Kabupaten Pasuruan hanya mengalokasikan dana Rp 450 juta untuk PSSI Kabupaten Pasuruan atau Askab Pasuruan. Padahal, dana tersebut difungsikan tidak hanya untuk Persekabpas Pasuruan. Tetapi, juga untuk pembinaan pesepak bola usia dini, muda, hingga remaja. Termasuk pula pembinaan klub-klub di Kabupaten Pasuruan sebanyak 50 klub.

MOST READ

BERITA TERBARU

/