alexametrics
24.2 C
Probolinggo
Monday, 15 August 2022

Waduh, Askab PSSI Probolinggo Cuma Dapat Anggaran Rp 68 Juta

KRAKSAAN, Radar Bromo – Kick off Liga 3 bakal digelar 3 November mendatang. Tim yang berlaga di kompetisi tidak hanya menyiapkan pemain. Tapi juga anggaran yang diperlukan selama kompetisi berlangsung. Sayangnya di tahun ini, anggaran untuk PSSI hanya berkisar Rp 68 juta. Dana yang terbilang minim.

Ketua Askab PSSI Kabupaten Probolinggo Didik Mustadi, mengatakan sejauh ini persiapan yang dilakukan sudah cukup baik. Pembentukan tim inti secara bertahap telah dilakukan. Pemantapan tim juga sedang dilakukan oleh pelatih. Nantinya mental dan susunan tim yang akan dibawa lebih siap.

“Saat ini masih fokus pada pembentukan tim, mulai dari susunan pemain yang akan bertanding. Hingga asah mental tim yang akan bertanding pada Liga 3,” katanya.

Didik mengakui, di tahun ini anggaran yang disiapkan cukup minim. Sehingga pihaknya perlu memutar otak agar bisa dimaksimalkan saat gelaran Liga 3, utamanya untuk Persikapro. Tidak hanya itu untuk kekurangan anggaran yang dibutuhkan dirinya saat ini tengah mencari pihak swasta agar mensupport tim Persikapro.

“Anggaran yang ada cukup minim hanya sekitar Rp 68 juta. Harusnya dalam gelaran seperti ini setidaknya ada sekitar Rp 200 juta yang perlu dipersiapkan. Jadi saat ini kami agak kelabakan untuk mencari pihak yang mampu mensupport,” tandasnya.

Sementara itu Sekretaris KONI Kabupaten Probolinggo Khalid Abubakar menuturkan, memang anggaran yang ada saat ini memang cukup minim. Sementara banyak kegiatan olahraga lainnya juga perlu disupport kegiatannya.

Pihaknya pun berharap agar Askab PSSI Kabupaten Probolinggo bisa memaksimalkan apa yang sudah ada. Terlebih lagi mampu menambah kekurangan anggaran yang dibutuhkan dengan menggandeng pihak swasta untuk mensupport gelaran Liga 3.

“Anggaran yang kami punya (KONI, Red) juga minim. Selanjutnya besar harapan kami jika ada pihak yang turut mensupport,” tandasnya. (ar/fun)

KRAKSAAN, Radar Bromo – Kick off Liga 3 bakal digelar 3 November mendatang. Tim yang berlaga di kompetisi tidak hanya menyiapkan pemain. Tapi juga anggaran yang diperlukan selama kompetisi berlangsung. Sayangnya di tahun ini, anggaran untuk PSSI hanya berkisar Rp 68 juta. Dana yang terbilang minim.

Ketua Askab PSSI Kabupaten Probolinggo Didik Mustadi, mengatakan sejauh ini persiapan yang dilakukan sudah cukup baik. Pembentukan tim inti secara bertahap telah dilakukan. Pemantapan tim juga sedang dilakukan oleh pelatih. Nantinya mental dan susunan tim yang akan dibawa lebih siap.

“Saat ini masih fokus pada pembentukan tim, mulai dari susunan pemain yang akan bertanding. Hingga asah mental tim yang akan bertanding pada Liga 3,” katanya.

Didik mengakui, di tahun ini anggaran yang disiapkan cukup minim. Sehingga pihaknya perlu memutar otak agar bisa dimaksimalkan saat gelaran Liga 3, utamanya untuk Persikapro. Tidak hanya itu untuk kekurangan anggaran yang dibutuhkan dirinya saat ini tengah mencari pihak swasta agar mensupport tim Persikapro.

“Anggaran yang ada cukup minim hanya sekitar Rp 68 juta. Harusnya dalam gelaran seperti ini setidaknya ada sekitar Rp 200 juta yang perlu dipersiapkan. Jadi saat ini kami agak kelabakan untuk mencari pihak yang mampu mensupport,” tandasnya.

Sementara itu Sekretaris KONI Kabupaten Probolinggo Khalid Abubakar menuturkan, memang anggaran yang ada saat ini memang cukup minim. Sementara banyak kegiatan olahraga lainnya juga perlu disupport kegiatannya.

Pihaknya pun berharap agar Askab PSSI Kabupaten Probolinggo bisa memaksimalkan apa yang sudah ada. Terlebih lagi mampu menambah kekurangan anggaran yang dibutuhkan dengan menggandeng pihak swasta untuk mensupport gelaran Liga 3.

“Anggaran yang kami punya (KONI, Red) juga minim. Selanjutnya besar harapan kami jika ada pihak yang turut mensupport,” tandasnya. (ar/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/