25.1 C
Probolinggo
Tuesday, June 6, 2023

Jelang Putaran Dua, Manajemen Persekabpas Lepas 10 Pemain Ini

BANGIL, Radar Bromo – Rencana perampingan di tubuh tim Persekabpas benar-benar dilakukan. Manajemen Persekabpas akhirnya resmi melakukan pencoretan terhadap 10 pemain.

Pencoretan para pemain tersebut dilakukan bukan tanpa alasan. Selain faktor cedera, ada pula pemain yang memilih mundur lantaran faktor pekerjaan serta berbagai alasan lainnya.

Manajer Persekabpas Pasuruan Suryono Pane mengungkapkan, pencoretan kesepuluh pemainnya, dilakukan dalam upaya perampingan tim. Maklum, jumlah pemain yang ada di tubuh Persekabpas terlampau gemuk. Mencapai 27 pemain.

Hal ini membuat para pemain tidak memperoleh jatah maksimal dalam bermain. “Kasian kan kalau mereka hanya duduk di kursi cadangan tanpa bisa tampil. Hal inilah yang membuat kami akhirnya memilih untuk melakukan evaluasi terhadap banyaknya jumlah pemain,” jelasnya.

Baca Juga:  Imbangi Tuan Rumah Persewangi, Persekabpas Lolos Semifinal Jatim

Langkahnya, kata Pane, dengan melakukan pencoretan terhadap para pemain yang kurang mendapatkan porsi bermain. Mereka dipersilakan untuk mencari tim lain.

“Bukan karena mereka tidak bagus. Tapi, lebih memberi kesempatan kepada mereka untuk bisa bermain lebih banyak lagi, jika bergabung ke klub lain,” tandasnya.

Ia menambahkan, ada beberapa faktor yang menjadi dasar pencoretan ke-10 pemain tersebut. Selain karena jarang diturunkan, beberapa di antaranya menderita cedera. Sehingga, sulit untuk melanjutkan putaran berikutnya.

Ada pula pemain yang diterima sebagai pegawai di daerahnya. Sehingga, terpaksa harus “angkat koper” dari Kabupaten Pasuruan. “Sebenarnya ada banyak faktor dan pertimbangan. Mulai dari cedera, sampai diterima kerja,” ulasnya.

Baca Juga:  Hadapi AFA Syailendra, The Lassak Langsung Incar Tiga Poin

Seperti Arfil, yang menderita cedera. Sehingga sulit tampil untuk laga-laga berikutnya. Atau Zulfikar, yang diterima sebagai pegawai daerah di daerahnya, Sulawesi Selatan.

Pencoretan itu pun membuat Laskar Sakera –julukan Persekabpas- membutuhkan amunisi anyar. Hal inilah yang membuat pihaknya tengah memburu pemain-pemain berkualitas. Supaya, bisa semakin membawa kondisi yang lebih baik untuk Persekabpas.

“Zona Jawa tentunya akan lebih berat. Makanya, kami harus mencari pemain yang mumpuni,” jelas Pane. (one/mie)

BANGIL, Radar Bromo – Rencana perampingan di tubuh tim Persekabpas benar-benar dilakukan. Manajemen Persekabpas akhirnya resmi melakukan pencoretan terhadap 10 pemain.

Pencoretan para pemain tersebut dilakukan bukan tanpa alasan. Selain faktor cedera, ada pula pemain yang memilih mundur lantaran faktor pekerjaan serta berbagai alasan lainnya.

Manajer Persekabpas Pasuruan Suryono Pane mengungkapkan, pencoretan kesepuluh pemainnya, dilakukan dalam upaya perampingan tim. Maklum, jumlah pemain yang ada di tubuh Persekabpas terlampau gemuk. Mencapai 27 pemain.

Hal ini membuat para pemain tidak memperoleh jatah maksimal dalam bermain. “Kasian kan kalau mereka hanya duduk di kursi cadangan tanpa bisa tampil. Hal inilah yang membuat kami akhirnya memilih untuk melakukan evaluasi terhadap banyaknya jumlah pemain,” jelasnya.

Baca Juga:  Baru Rp 30 Miliar BLT DD di Kab Pasuruan Tuntas Digulirkan

Langkahnya, kata Pane, dengan melakukan pencoretan terhadap para pemain yang kurang mendapatkan porsi bermain. Mereka dipersilakan untuk mencari tim lain.

“Bukan karena mereka tidak bagus. Tapi, lebih memberi kesempatan kepada mereka untuk bisa bermain lebih banyak lagi, jika bergabung ke klub lain,” tandasnya.

Ia menambahkan, ada beberapa faktor yang menjadi dasar pencoretan ke-10 pemain tersebut. Selain karena jarang diturunkan, beberapa di antaranya menderita cedera. Sehingga, sulit untuk melanjutkan putaran berikutnya.

Ada pula pemain yang diterima sebagai pegawai di daerahnya. Sehingga, terpaksa harus “angkat koper” dari Kabupaten Pasuruan. “Sebenarnya ada banyak faktor dan pertimbangan. Mulai dari cedera, sampai diterima kerja,” ulasnya.

Baca Juga:  Kalah Telak 4-0 dengan Kab Pasuruan, Tim Kab Probolinggo Gagal Lolos Porprov

Seperti Arfil, yang menderita cedera. Sehingga sulit tampil untuk laga-laga berikutnya. Atau Zulfikar, yang diterima sebagai pegawai daerah di daerahnya, Sulawesi Selatan.

Pencoretan itu pun membuat Laskar Sakera –julukan Persekabpas- membutuhkan amunisi anyar. Hal inilah yang membuat pihaknya tengah memburu pemain-pemain berkualitas. Supaya, bisa semakin membawa kondisi yang lebih baik untuk Persekabpas.

“Zona Jawa tentunya akan lebih berat. Makanya, kami harus mencari pemain yang mumpuni,” jelas Pane. (one/mie)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru