alexametrics
33.9 C
Probolinggo
Wednesday, 20 October 2021

Debutan, Tyas Atlet Silat Putri Pasuruan Sudah Puas Raih Perak di PON

PANDAAN, Radar Bromo – Raihan medali perak juga didapat atlet silat Kabupaten Pasuruan. Medali itu diperoleh Suryaning Tyas, yang berlaga Kelas C Putri dengan berat badan 55-60 kilogram. Pesilat muda asal Kelurahan Petungasri, Kecamatan Pandaan itu juga harus puas menjadi runner up, di laga final dari atlet Sumatera Barat.

Tapi medali itu begitu berharga bayi Suryaning Tyas. Apalagi di PON XX Papua, dia merupakan debutan.

“Alhamdulillah di PON ini saya bisa tembus final, melawan pesilat asal Sumbar dan hasilnya meraih medali,” kata Tyas -sapaan akrabnya- dihubungi Jawa Pos Radar Bromo berada di Kabupaten Jayapura, via telepon.

Saat tampil di final, dia sedikit nervous. Karena ajang PON ini pertama kali diikutinya. Ia mengaku lebih banyak tegangnya. Tidak seperti saat tampil di penyisihan lawan pesilat asal Bali, hingga di semifinal saat bertarung dengan pesilat asal Sumut.

“Tidak seperti biasanya. Mungkin karena pertama kali terus bisa final dan tak menyangka sama sekali,” ujarnya.

Karena PON Papua merupakan edisi perdana, ia mengaku dari awal memang tidak memasang target terlalu muluk-muluk. Tapi dia berusaha memberi yang terbaik untuk Jatim dan Kabupaten Pasuruan.

“Hasil ini, membuat motivasi untuk bersemangat latihan lebih keras lagi. Mudah-mudahan berikutnya bisa tampil di PON XXI mendatang di Aceh, meraih yang lebih terbaik,” tegas alumni SMPN 2 dan SMAN 1 Pandaan ini. (zal/fun)

PANDAAN, Radar Bromo – Raihan medali perak juga didapat atlet silat Kabupaten Pasuruan. Medali itu diperoleh Suryaning Tyas, yang berlaga Kelas C Putri dengan berat badan 55-60 kilogram. Pesilat muda asal Kelurahan Petungasri, Kecamatan Pandaan itu juga harus puas menjadi runner up, di laga final dari atlet Sumatera Barat.

Tapi medali itu begitu berharga bayi Suryaning Tyas. Apalagi di PON XX Papua, dia merupakan debutan.

“Alhamdulillah di PON ini saya bisa tembus final, melawan pesilat asal Sumbar dan hasilnya meraih medali,” kata Tyas -sapaan akrabnya- dihubungi Jawa Pos Radar Bromo berada di Kabupaten Jayapura, via telepon.

Saat tampil di final, dia sedikit nervous. Karena ajang PON ini pertama kali diikutinya. Ia mengaku lebih banyak tegangnya. Tidak seperti saat tampil di penyisihan lawan pesilat asal Bali, hingga di semifinal saat bertarung dengan pesilat asal Sumut.

“Tidak seperti biasanya. Mungkin karena pertama kali terus bisa final dan tak menyangka sama sekali,” ujarnya.

Karena PON Papua merupakan edisi perdana, ia mengaku dari awal memang tidak memasang target terlalu muluk-muluk. Tapi dia berusaha memberi yang terbaik untuk Jatim dan Kabupaten Pasuruan.

“Hasil ini, membuat motivasi untuk bersemangat latihan lebih keras lagi. Mudah-mudahan berikutnya bisa tampil di PON XXI mendatang di Aceh, meraih yang lebih terbaik,” tegas alumni SMPN 2 dan SMAN 1 Pandaan ini. (zal/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU