alexametrics
26.9 C
Probolinggo
Saturday, 25 September 2021

Wawali Pasuruan Adi Wibowo Main Bola di Tim Oldstar

PASURUAN, Radar Bromo ­­­– Atmosfer bahagia mewarnai suasana pertandingan sepak bola bintang-bintang tua (old stars) di Stadio Untung Soeropati Minggu sore (12/9). Datang dari seluruh Jawa Timur, mereka main sepak bola silaturahmi. Namanya Jago Kapuk Jawa Timur (Japuk Jatim). Wawali Kota Pasuruan Adi Wibowo pun ikut merasakan asyiknya.

Pertandingan dimulai sekitar pukul 14.30. Total ada lima kali game. Masing-masing diikuti pemain secara bergantian. Mereka datang dari 15 perwakilan klub old stars se-Jatim. Ada Milano Nongkojajar, PSW Lawang, Maximal Singosari, Diemaker Nongkojajar, Goldstar Gondanglegi, Welirang FC Prigen, Gobyos FC, dan Oldtar Putra Suropati Kota Pasuruan sebagai tuan rumah.

Total sekitar 100 pemain bola hadir. Usia mereka rata-rata 40 tahun sampai 65 tahunan. Latar belakangnya pun beragam. Ada anggota DPRD, pegawai negeri, anggota TNI dan Polri, dokter, pengusaha, pelatih olahraga, dan sebagainya.

Namun, banyak juga di antara mereka yang mantan pemain klub liga profesional. Ada mantan pemain Persebaya, Arema, Barito Putra, Persekap Pasuruan, dan sebagainya. Termasuk, para pelatih dari Aris Budi Soccer Academy (ABSA) Kota Pasuruan. Jadi, permainan masih sangat asyik ditonton.

Umpan-umpan akurat. Tendangan-tendangan terarah. Gol-gol indah. Dribblingdribbling atraktif.  Semua tersaji di lapangan. Namun, napas ngos-ngosan, keringat gobyos, dan sambatan pegal-pegal juga menyusul bermunculan.

”Wasit, pelanggaran, wasit.” Teriakan itu sesekali terdengar. Padahal, tidak ada benturan atau tackling antar pemain. Rupanya, para penonton sengaja bercanda saat ada pemain yang jatuh sendiri tanpa sebab jelas. Lalu, bangun-bangun sambil tertawa lepas. Penonton balik memberinya hadiah tepuk tangan meriah.

Gelaran Japuk Jatim bertambah meriah dengan kehadiran tamu istimewa, Wakil Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo. Tidak hanya datang sebagai undangan. Adi Wibowo pun ikut bermain. Mengenakan sepatu bola dan kaus Japuk Jatim juga. Dia bermain sebagai second striker. Bahkan, Adi nyaris saja mencetak gol walau dikawal bek-bek tangguh Old Stars Putra Suropati Rahman Kanu dan Ali Suroso.

DIHADANG: Gaya Wawali Pasuruan Adi Wibowo saat bermain sepakbola. (Fathurozi/Jawa Pos Radar Bromo)

Dalam laga Japuk Jatim ini, skor hasil pertandingan nyaris tak pernah dibahas. Sebab, tujuan pertandingan adalah silaturahmi. Sepak bola semata-mata untuk mengeratkan seduluran (persaudaraan). Laga persahabatan selesai sekitar pukul 17.00. Puas main bola. Acara berikutnya adalah makan-bareng, minum kopi, dan mengobrol di pinggir lapangan.

Ketua Panitia Pelaksana dari Putra Suropati Oldstar Opiek Rakha menyatakan terima kasihnya kepada para tamu dari berbagai kota tersebut. Kota Pasuruan bangga menjadi tempat berkumpulnya para pencinta bola dari seluruh Jatim. ”Semoga silaturahmi kita semakin erat,” ucapnya. (far)

PASURUAN, Radar Bromo ­­­– Atmosfer bahagia mewarnai suasana pertandingan sepak bola bintang-bintang tua (old stars) di Stadio Untung Soeropati Minggu sore (12/9). Datang dari seluruh Jawa Timur, mereka main sepak bola silaturahmi. Namanya Jago Kapuk Jawa Timur (Japuk Jatim). Wawali Kota Pasuruan Adi Wibowo pun ikut merasakan asyiknya.

Pertandingan dimulai sekitar pukul 14.30. Total ada lima kali game. Masing-masing diikuti pemain secara bergantian. Mereka datang dari 15 perwakilan klub old stars se-Jatim. Ada Milano Nongkojajar, PSW Lawang, Maximal Singosari, Diemaker Nongkojajar, Goldstar Gondanglegi, Welirang FC Prigen, Gobyos FC, dan Oldtar Putra Suropati Kota Pasuruan sebagai tuan rumah.

Total sekitar 100 pemain bola hadir. Usia mereka rata-rata 40 tahun sampai 65 tahunan. Latar belakangnya pun beragam. Ada anggota DPRD, pegawai negeri, anggota TNI dan Polri, dokter, pengusaha, pelatih olahraga, dan sebagainya.

Namun, banyak juga di antara mereka yang mantan pemain klub liga profesional. Ada mantan pemain Persebaya, Arema, Barito Putra, Persekap Pasuruan, dan sebagainya. Termasuk, para pelatih dari Aris Budi Soccer Academy (ABSA) Kota Pasuruan. Jadi, permainan masih sangat asyik ditonton.

Umpan-umpan akurat. Tendangan-tendangan terarah. Gol-gol indah. Dribblingdribbling atraktif.  Semua tersaji di lapangan. Namun, napas ngos-ngosan, keringat gobyos, dan sambatan pegal-pegal juga menyusul bermunculan.

”Wasit, pelanggaran, wasit.” Teriakan itu sesekali terdengar. Padahal, tidak ada benturan atau tackling antar pemain. Rupanya, para penonton sengaja bercanda saat ada pemain yang jatuh sendiri tanpa sebab jelas. Lalu, bangun-bangun sambil tertawa lepas. Penonton balik memberinya hadiah tepuk tangan meriah.

Gelaran Japuk Jatim bertambah meriah dengan kehadiran tamu istimewa, Wakil Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo. Tidak hanya datang sebagai undangan. Adi Wibowo pun ikut bermain. Mengenakan sepatu bola dan kaus Japuk Jatim juga. Dia bermain sebagai second striker. Bahkan, Adi nyaris saja mencetak gol walau dikawal bek-bek tangguh Old Stars Putra Suropati Rahman Kanu dan Ali Suroso.

DIHADANG: Gaya Wawali Pasuruan Adi Wibowo saat bermain sepakbola. (Fathurozi/Jawa Pos Radar Bromo)

Dalam laga Japuk Jatim ini, skor hasil pertandingan nyaris tak pernah dibahas. Sebab, tujuan pertandingan adalah silaturahmi. Sepak bola semata-mata untuk mengeratkan seduluran (persaudaraan). Laga persahabatan selesai sekitar pukul 17.00. Puas main bola. Acara berikutnya adalah makan-bareng, minum kopi, dan mengobrol di pinggir lapangan.

Ketua Panitia Pelaksana dari Putra Suropati Oldstar Opiek Rakha menyatakan terima kasihnya kepada para tamu dari berbagai kota tersebut. Kota Pasuruan bangga menjadi tempat berkumpulnya para pencinta bola dari seluruh Jatim. ”Semoga silaturahmi kita semakin erat,” ucapnya. (far)

MOST READ

BERITA TERBARU