26.9 C
Probolinggo
Sunday, September 25, 2022

Jinggomania: Jangan Ada Dusta Manajemen Persipro 54, Askot dan Elemen Lain

MAYANGAN, Radar BromoHaus kemenangan. Hal itulah yang dirasakan Jinggomania, julukan suporter Persipro 54. Sudah beberapa tahun terakhir, performa Persipro biasa-biasa saja. Hanya sekadar jadi pelengkap Liga. Selalu gagal melangkah jauh. Tersisih di fase awal.

Tak heran, sindiran bernada protes kerap bermunculan di sudut Kota Probolinggo. Mulai poster-poster yang ditempel di tembok-tembok. Hingga dalam bentuk mural yang didapati di sejumlah sudut kota.

Ketua Jinggomania S Tono Tambayong menyebut, banyaknya sindiran dalam bentuk poster dan mural itu adalah hal yang wajar. Untuk memberikan support, agar kepengurusan askot yang baru bisa membawa Persipro 54 kembali ke masa kejayaannya.

“Yang terpenting, jangan ada dusta di antara pengurus Askot, manejemen, serta elemen yang lainnya. Jinggomania betul-betul sangat berharap Persipro 54 bisa berjaya kembali. Serta selalu eksis di persepakbolaan nasional. Salam satu jiwa, Jinggo-Jinggo-Jinggo Huuoh,” kata Pria asal Kebonsari Kulon, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo, itu.

Hal senada juga diungkapkan oleh Rahmad Yogana, sekretaris Jinggomania. Pria yang akrab disapa Yoga itu berharap jika seleksi pemain yang dilakukan betul-betul yang transparan. Tidak ada yang istilah titipan orang dalam. “Misalnya iki loh ponakan jare pemain baik. Nyatene yo elek skill, cara bermain antarlini kerja sama tim kurang,” bebernya.

Ia juga menekankan pada tim seleksi, harus betul-betul melihat skill. “Dan perlu saya tekankan juga kadang ada kalau sudah main lolos seleksi, terus main disenggol dikit wes males malesan. Bangun ulur-ulur waktu. Maksud saya, kalau masih kuat bawa bola dan bisa ngolah bola, teruskan saja. Bangun lagi,” harapnya.

Yoga yakin, jika seleksi pemain dilakukan dengan sungguh-sungguh, Persipro bisa berbicara banyak di Liga 3. “Sistem manajemen juga harus terbuka. Suporter dan manajemen saling mendukung, memberi motivasi demi kemajuan Persipro 54. Sehingga bisa membawa nama dan kejayaan Kota Probolinggo tercinta,” harapnya.

MAYANGAN, Radar BromoHaus kemenangan. Hal itulah yang dirasakan Jinggomania, julukan suporter Persipro 54. Sudah beberapa tahun terakhir, performa Persipro biasa-biasa saja. Hanya sekadar jadi pelengkap Liga. Selalu gagal melangkah jauh. Tersisih di fase awal.

Tak heran, sindiran bernada protes kerap bermunculan di sudut Kota Probolinggo. Mulai poster-poster yang ditempel di tembok-tembok. Hingga dalam bentuk mural yang didapati di sejumlah sudut kota.

Ketua Jinggomania S Tono Tambayong menyebut, banyaknya sindiran dalam bentuk poster dan mural itu adalah hal yang wajar. Untuk memberikan support, agar kepengurusan askot yang baru bisa membawa Persipro 54 kembali ke masa kejayaannya.

“Yang terpenting, jangan ada dusta di antara pengurus Askot, manejemen, serta elemen yang lainnya. Jinggomania betul-betul sangat berharap Persipro 54 bisa berjaya kembali. Serta selalu eksis di persepakbolaan nasional. Salam satu jiwa, Jinggo-Jinggo-Jinggo Huuoh,” kata Pria asal Kebonsari Kulon, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo, itu.

Hal senada juga diungkapkan oleh Rahmad Yogana, sekretaris Jinggomania. Pria yang akrab disapa Yoga itu berharap jika seleksi pemain yang dilakukan betul-betul yang transparan. Tidak ada yang istilah titipan orang dalam. “Misalnya iki loh ponakan jare pemain baik. Nyatene yo elek skill, cara bermain antarlini kerja sama tim kurang,” bebernya.

Ia juga menekankan pada tim seleksi, harus betul-betul melihat skill. “Dan perlu saya tekankan juga kadang ada kalau sudah main lolos seleksi, terus main disenggol dikit wes males malesan. Bangun ulur-ulur waktu. Maksud saya, kalau masih kuat bawa bola dan bisa ngolah bola, teruskan saja. Bangun lagi,” harapnya.

Yoga yakin, jika seleksi pemain dilakukan dengan sungguh-sungguh, Persipro bisa berbicara banyak di Liga 3. “Sistem manajemen juga harus terbuka. Suporter dan manajemen saling mendukung, memberi motivasi demi kemajuan Persipro 54. Sehingga bisa membawa nama dan kejayaan Kota Probolinggo tercinta,” harapnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/