alexametrics
29C
Probolinggo
Thursday, 22 April 2021
Desktop_AP_Top Banner

PSSI Berharap Dana Cabor Cair, Supaya Bisa Bayar Pengurus dan Pelatih

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

PROBOLINGGO, Radar Bromo – Sampai saat ini PSSI memang belum memutuskan pelaksanaan kompetisi Liga III Jatim. Alhasil, PSSI Asosiasi Kota (Askot) Probolinggo juga belum bisa menggelar liga lokal untuk melakukan seleksi pemain liga III. Lebih lagi hingga kemarin dana hibah cabor senilai Rp 900 juta untuk PSSI belum cair.

PSSI Askot Probolinggo berharap, dana cabor bisa dicairkan, walaupun saat ini dikepras. Sebab, cabor seperti PSSI juga perlu menggaji seperti pengurus dan pelatih.

Hal itu diungkapkan Sekertaris PSSI Kota Probolinggo Imam Suliyono. Menurut dia, PSSI Askot Probolinggo sejatinya dianggarkan Rp 900 juta, namun dikepras menjadi Rp 300 juta, lantaran ada pengalihanuntuk penanganan Covid-19.

“Untuk PSSI yang awalnya Rp 900 juta menjadi Rp 300 juta. Tidak masalah karena memang kondisinya seperti ini. Namun hingga saat ini masih belum cair,” katanya.

Imam berharap, alokasi dana cabor tersebut segera cair, mengingat PSSI memiliki pengurus maupun pelatih. Dia pun menilai, kondisi tersebut bukan hanya di PSSI, tapi juga cabor yang lain. “Gaji waker mes PSSI sudah triwulan kedua belum terbayarkan,” katanya.

Jawa Pos Radar Bromo sempat menghubungi Plt Bidang Anggaran pada Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Probolinggo, Hendro. Namun dia belum bisa dikonfirmasi. (rpd/fun)

Mobile_AP_Rectangle 1

PROBOLINGGO, Radar Bromo – Sampai saat ini PSSI memang belum memutuskan pelaksanaan kompetisi Liga III Jatim. Alhasil, PSSI Asosiasi Kota (Askot) Probolinggo juga belum bisa menggelar liga lokal untuk melakukan seleksi pemain liga III. Lebih lagi hingga kemarin dana hibah cabor senilai Rp 900 juta untuk PSSI belum cair.

PSSI Askot Probolinggo berharap, dana cabor bisa dicairkan, walaupun saat ini dikepras. Sebab, cabor seperti PSSI juga perlu menggaji seperti pengurus dan pelatih.

Hal itu diungkapkan Sekertaris PSSI Kota Probolinggo Imam Suliyono. Menurut dia, PSSI Askot Probolinggo sejatinya dianggarkan Rp 900 juta, namun dikepras menjadi Rp 300 juta, lantaran ada pengalihanuntuk penanganan Covid-19.

Mobile_AP_Half Page

“Untuk PSSI yang awalnya Rp 900 juta menjadi Rp 300 juta. Tidak masalah karena memang kondisinya seperti ini. Namun hingga saat ini masih belum cair,” katanya.

Imam berharap, alokasi dana cabor tersebut segera cair, mengingat PSSI memiliki pengurus maupun pelatih. Dia pun menilai, kondisi tersebut bukan hanya di PSSI, tapi juga cabor yang lain. “Gaji waker mes PSSI sudah triwulan kedua belum terbayarkan,” katanya.

Jawa Pos Radar Bromo sempat menghubungi Plt Bidang Anggaran pada Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Probolinggo, Hendro. Namun dia belum bisa dikonfirmasi. (rpd/fun)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2