PSSI Askot Pasuruan Ajukan Hibah Rp 1,5 M

PASURUAN, Radar Bromo–Keterbatasan anggaran jadi kendala PSSI sepanjang bergulirnya kompetisi musim lalu. Bahkan, anggaran hibah yang diterima tak mencukupi untuk pembinaan tim internal. Anggaran yang ada hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan kompetisi.

Oleh karena itu, PSSI berharap hibah anggaran yang diberikan Pemkot Pasuruan melalui KONI tahun ini jauh lebih besar. Hal itu disampaikan oleh Ketua PSSI Askot Pasuruan Suhaimi saat ditemui Jawa Pos Radar Bromo, Jumat (10/1).

Suhaimi mengaku, pihaknya telah mengajukan anggaran hibah melalui KONI Kota Pasuruan sejak Desember 2019 lalu. Besaran anggaran yang diharapkan turun senilai Rp 1,5 miliar. “Itu sudah kami ajukan. Mudah-mudahan dapat disetujui,” katanya.

Angka itu, dinilai Suhaimi, terbilang ideal untuk menunjang kegiatan pembinaan atlet sepak bola saat ini. Mengingat, hibah anggaran pada tahun lalu yang mencapai Rp 500 juta, dinilai tak mencukupi. Apalagi, capaian Persekap maupun Persekap Jr dalam kompetisi melampaui prediksi awal.

Dengan kondisi finansial yang minim, Persekap yang mengarungi kompetisi Liga 3 nyaris masuk babak 32 besar zona nasional. Sementara Persekap Jr kandas di semifinal Soeratin Cup Jawa Timur.

“Capaian dua tim pada musim lalu memang di luar prediksi. Dan tentunya, hal itu juga berpengaruh pada kebutuhan anggaran,” ungkap Suhaimi.

Lantaran itu, terjadi pembengkakan pengeluaran untuk membiayai dua tim tersebut. Di internal Persekap, biaya yang dikeluarkan membengkak sekitar Rp 60 juta. Sementara, anggaran yang dialokasikan untuk Persekap Jr semestinya sekitar Rp 40 juta. Namun, anggaran hanya tersisa Rp 20 juta.

“Kekurangannya kemudian diupayakan oleh pengurus. Karena itu kami berharap supaya anggaran tahun ini lebih ideal. Prestasi klub kemarin sudah sangat baik dengan kondisi (finansial) yang seperti itu (terbatas),” ujarnya. (tom/mie)